Saat Anak Demam, Kompres Air Hangat Atau Dingin?

Saat Anak Demam, Kompres Air Hangat Atau Dingin?

Ketika anak demam, sebaiknya kita memakai metode yang mana? kompres air hangat atau dingin? Jangan sampai salah ya, Parents!

Saat anak demam, kita pun tidak tenang. Apalagi, demam pada anak-anak lebih sering terjadi mendadak di malam hari.

Demam adalah bentuk perlawanan tubuh melawan infeksi. Tubuh si Kecil menaikkan suhu tubuhnya untuk membunuh kuman. Tubuh dikatakan demam bila suhu melebihi 37.5 Celcius. Pada umumnya demam akan mereda setelah 3 hari.

Khusus untuk bayi di bawah 3 bulan, bila terjadi demam, segeralah bawa ke dokter.

Umumnya pertolongan pertama yang kita lakukan adalah dengan mengompres dahi dan tubuh anak. Namun, mana yang lebih baik, kompres air hangat atau air dingin?

Kompresan saat anak demam

Saat si kecil demam, yang pertama kali harus Parents lakukan adalah memastikan pakaian si kecil tidak terlalu tebal. Sisakan hanya selembar baju yang ringan.

Turunkan suhu tubuh dengan kompres air hangat. Caranya celupkan spon atau handuk kecil ke dalam air hangat, peras sedikit, lalu lap secara menyeluruh ke tubuh anak, terutama di bagian-bagian lipatan tubuh.

Mengapa kompres air dingin tidak direkomendasikan?

 

Mengapa kompres air dingin tidak direkomendasikan?

Kompres air dingin ataupun kompres es tidak direkomendasikan. Menurut IDAI, kompres air dingin saat anak demam dapat menyebabkan pembuluh darah mengerut dan akhirnya mencegah tubuh kehilangan panas. Anakpun bisa menggigil karenanya.

Namun, beberapa peneliti menyarankan kita untuk menghentikan kompresan saat suhu tubuh sudah turun ke 38°C. Mengapa? Baca penjelasannya di bawah ini.

Dr Paul Young, dokter di Wellington Hospital New Zealand yang juga peneliti masalah demam, mengatakan, ada beberapa bukti bahwa mengurangi demam bisa memperlambat kesembuhan infeksi.

Sedangkan ahli medis CBS, DR Jennifer Ashton kepada theEarly Showin AS mengatakan, “Ini (demam) adalah respon tubuh, untuk melawan infeksi bakteri atau virus. Dan sesungguhnya ini benar-benar lompatan awal yang dilakukan sistem kekebalan tubuh untuk membantu memerangi infeksi. Jadi demam jelas bukanlah hal yang buruk.”

Parents, jika demam tidak juga hilang setelah 3 hari, segera cari pertolongan medis.

Semoga ulasan ini membantu.

Referensi: WebMd, BabyCenter, today.com, abc.net.au

 

Baca juga:

Demam pada Anak; Kapan Anda Bisa Relaks dan Kapan Harus Khawatir?

Mengatasi Kejang Demam Pada Anak

10 Cara Alami Atasi Demam Pada Anak

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner