Tumbuh kembang anak bisa terganggu karena anemia, waspadai gejalanya

lead image

Anemia pada anak bisa menganggu proses tumbuh kembangnya, waspadai gejalanya dan cegah anemia sedini mungkin untuk menghindari bahayanya.

Dalam laporan Konvensi Anemia 2017, keumuman terjadinya kasus anemia di wilayah Asia Tenggara dan Afrika mencapai 85%. Dalam angka ini, kasus terbanyak adalah wanita dan anak-anak. Anemia pada anak usia prasekolah telah menimpa hampir 600 juta anak, setengah kasus anemia pada anak ini disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Dr. Murti Andriastuti SP.A(K) menjelaskan, “Anemia Defisiensi Besi (ADB) merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak-anak. Komplikasi jangka panjang ADB dapat meliputi gangguan sistem kardiovaskular, sistem imun, gangguan perkembangan, psikomotor serta kognitif. ” 

Gejala Anemia pada anak

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/08/anemia pada anak.jpg Tumbuh kembang anak bisa terganggu karena anemia, waspadai gejalanya

Orangtua harus memantau dengan cermat kondisi kesehatan anak, apabila dia menunjukkan gejala seperti di bawah ini, saatnya membawa buah hati Anda ke dokter: 

  • Kulit anak terlihat pucat atau keabu-abuan, terutama di bagian kelopak mata dan di bawah kuku.
  • Anak menjadi sangat rewel
  • Anak tampak lemas dan lesu
  • Si kecil mudah merasa lelah
  • Mudah kena infeksi karena sistem imunnya menurun
  • Prestasi belajar menurun drastis
  • Kulit di sekitar mata terlihat kekuningan

Apabila anak mengalami anemia yang parah, gejalanya akan lebih serius. Seperti napas pendek, tangan dan kaki menjadi bengkak, kebiasaan makan yang berubah, dan detak jantung menjadi sangat cepat. Segeralah menemui dokter jika Parents melihat anak mengalami tanda-tanda di atas.

Artikel terkait: Infografis: 10 Tanda Anak Kekurangan Zat Besi

Penanganan anemia pada anak

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/08/anemia pada anak 2.jpg Tumbuh kembang anak bisa terganggu karena anemia, waspadai gejalanya

Pemeriksaan ke dokter biasanya akan diawali dengan diagnosis berdasarkan gejala yang tampak pada anak. lalu penanganannya akan disesuaikan dengan tingkat anemia yang dialami anak. 

  • Menjaga asupan makanan anak, dengan mengurangi konsumsi susu sapi, dan memperbanyak makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah.
  • Pemberian suplemen zat besi dan vitamin B12.
  • Pengobatan infeksi yang memicu anemia
  • Anak diberikan obat untuk meningkatkan produksi sel darah merah.
  • Transfusi darah di rumah sakit, bila anak menderita anemia hemolitik.
  • Pada kasus anak yang mengalami kerusakan limfa, maka limfa tersebut harus diangkat untuk mencegah sel darah hancur terlalu cepat.
  • Pada kasus anemia akut, dibutuhkan transplantasi sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah yang baru.

Mencegah anemia pada anak

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/08/penyakit gondongan.jpg Tumbuh kembang anak bisa terganggu karena anemia, waspadai gejalanya

Anemia tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tapi juga tumbuh kembangnya dalam jangka panjang, oleh sebab itu penting untuk melakukan tindak pencegahan sedini mungkin. 

“Anemia sendiri dapat disembuhkan, namun komplikasi yang timbul dapat bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Untuk itu pemberian suplementasi zat besi sebaiknya dilakukan sejak dini, sebelum defisiensi besi pada anak menjadi Anemia Defisiensi Besi,” papar Dr. Murti  saat ditemui dalam acara Merck Pediatric Forum 2018, Minggu 22 Juli lalu.

Berikut adalah tindak pencegahan yang bisa Parents lakukan agar anak terhindar dari anemia: 

  • Memberi asupan makanan yang kaya kandungan zat besi dan mudah diserap oleh anak, seperti ikan, hati, dan daging merah. Sertakan sayuran dan buah yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi lebih baik.
  • Pemberian ASI Ekslusif pada anak hingga usia 2 tahun atau lebih, lalu diberikan makanan tambahan yang mengandung zat besi sesuai tahapan usia anak. 
  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, untuk menghindarkan anak dan infeksi bakteri yang menyebabkan kekurangan zat besi terjadi.
  • Jangan memberi susu sapi pada anak di bawah usia 1 tahun. Karena susu sapi belum bisa diserap dengan baik oleh anak yang usianya belum genap 1 tahun.
  • Memberikan suplemen zat besi pada anak jika diperlukan. 

***

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: IDAI, Alodokter

Artikel terkait: 

Kesalahan pola makan ini bisa sebabkan anak kekurangan zat besi