TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Alergi Seafood: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya! 

Bacaan 5 menit
Alergi Seafood: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya! 

Kesemutan di mulut, sakit perut, mual, diare, hingga sesak napas merupakan tanda gejala alergi seafood. 

Makanan laut, seperti cumi, udang, kepiting, tiram hingga kerang menjadi salah satu hidangan favorit. Namun, beberapa orang yang mengalami alergi seafood tidak dapat menikmati jenis makanan ini. 

Mengutip laman Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy, pada setiap negara mungkin berbeda angkanya, tetapi sekitar 1% populasi diperkirakan menderita alergi makanan laut. Sekitar 20% orang baru mengalami alergi seiring pertumbuhan mereka. 

Bila seseorang merasakan gatal atau sakit perut setelah mengonsumsi seafood, kemungkinan besar ia alergi jenis makanan tersebut. Lantas, seperti apa gejala dan cara mengatasinya? Berikut penjelasannya! 

Artikel Terkait: Alergi makanan pada anak bisa mengancam jiwa, waspadai gejalanya!

Penyebab Alergi Seafood

alergi seafood

Sumber: Unsplash

Alergi seafood merupakan respons abnormal oleh sistem kekebalan tubuh terhadap protein pada hewan laut tertentu.  Hewan laut dalam kategori kerang antara lain krustasea dan moluska, seperti udang, kepiting, lobster, cumi-cumi, tiram, kerang dan lain-lain termasuk alergen pada orang yang sensitif. 

Semua alergi makanan disebabkan oleh reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh. Alergi seafood kerang misalnya, terjadi karena sistem kekebalan tubuh merespons tropomiosin, yakni sejenis protein yang ada di otot kerang.

Kemudian, antibodi memicu pelepasan bahan kimia seperti histamin untuk menyerang tropomiosin. Pelepasan histamin menyebabkan sejumlah gejala yang disebut sebagai gejala alergi.  

Sebagian besar alergi makanan utama dimulai pada masa kanak-kanak. Namun, ada juga yang baru muncul setelah dewasa.  

Artikel Terkait: Cegah alergi pada bayi, ini metode MPASI yang harus dilakukan orangtua!

Gejala Alergi Makanan Laut (Seafood)

alergi seafood

Sumber: Unsplash

Gejala alergi makanan laut bisa berbeda-beda pada setiap orang. Terkadang gejalanya juga tidak langsung muncul, sebagian besar baru muncul setelah beberapa menit mengonsumsi seafood.

Beberapa gejala yang muncul pada seseorang yang alergi hidangan laut, antara lain: 

  • Kesemutan di mulut
  • Sakit perut, mual, diare, atau muntah
  • Sesak, kesulitan bernapas, atau mengi
  • Reaksi kulit termasuk biduran, gatal-gatal, atau eksim
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, tenggorokan, telinga, jari, atau tangan
  • Pusing atau pingsan

Gejala tersebut termasuk ringan hingga sedang. Namun, alergi makanan seafood juga bisa menyebabkan anafilaksis atau reaksi alergi parah. Beberapa tanda-tandanya, antara lain: 

  • Tenggorokan bengkak (atau benjolan di tenggorokan) yang membuat sulit bernapas
  • Nadi cepat
  • Pusing ekstrem atau kehilangan kesadaran
  • Penurunan tekanan darah yang parah (syok)

Bila mengalami syok anafilaksis sebaiknya segera bawa pasien ke unit gawat darurat untuk segera mendapatkan penanganan. Sebab, bila terlambat bisa berisiko kehilangan nyawa.

Faktor Risiko dan Komplikasi

alergi seafood

Sumber: Unsplash

Seseorang berisiko lebih tinggi terkena alergi makanan laut jika memiliki riwayat tersebut pada keluarganya. 

Meskipun orang-orang dari segala usia dapat mengalami alergi tersebut, itu lebih sering terjadi pada orang dewasa. Pada orang dewasa, alergi kerang lebih sering terjadi pada perempuan. Sementara anak-anak, alergi kerang lebih sering terjadi pada anak laki-laki.

Orang dengan penyakit tertentu yang menimbulkan komplikasi gejala juga berpotensi tinggi mengalami syok anafilaksis, antara lain:

  • Penderita asma
  • Memiliki sensitivitas tinggi terhadap seafood
  • Memiliki riwayat anafilaksis akibat alergi makanan

Artikel Terkait: Gejala dan Penyebab Alergi Makanan pada Anak, Parents Perlu Tahu!

Penanganan Gejala Anafilaksis karena Alergi Seafood 

Alergi Seafood: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya! 

Sumber: unsplash

ACAAI merekomendasikan bila seseorang memiliki riwayat alergi parah terhadap seafood sebaiknya selalu membawa Epinefrin yang dapat disuntikkan. 

Epinefrin adalah pengobatan darurat pertama untuk anafilaksis yang dapat menimbulkan reaksi alergi seluruh tubuh yang parah dan menyebabkan gejala, termasuk penyempitan saluran napas.  

Pastikan untuk memiliki dua dosis, karena reaksi parah dapat berulang. Epinefrin harus digunakan segera jika mengalami gejala yang parah seperti sesak napas, batuk berulang, denyut nadi lemah, gatal-gatal umum, sesak di tenggorokan, kesulitan bernapas atau menelan. Atau kombinasi gejala dari area tubuh yang berbeda seperti gatal-gatal, ruam atau  pembengkakan pada kulit ditambah dengan muntah, diare atau sakit perut. 

Jika mengalami kondisi tersebut, dosis epinefrin berulang mungkin diperlukan. Namun, wajib konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya. 

Meski sudah diberi Epinefrin, seorang yang mengalami syok anafilaksis tetap harus dirujuk ke rumah sakit. Beri tahu petugas medis tentang dosis Epinefrin yang telah diberikan. 

Selain itu, obat lain, seperti antihistamin dan kortikosteroid, dapat diresepkan untuk mengobati gejala ringan alergi makanan. Namun, dalam kondisi parah, Epinefrin adalah satu-satunya obat yang dapat membalikkan gejala anafilaksis yang mengancam jiwa.  

Cara Mengatasi Gejala Alergi karena Makanan Laut

Alergi Seafood: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya! 

Sumber: Unsplash

Tidak ada cara untuk menghilangkan riwayat alergi pada tubuh seseorang. Hal yang bisa dilakukan hanyalah mencegahnya. Bila memiliki riwayat alergi hidangan laut sebaiknya lakukan langkah-langkah berikut untuk mengatasinya. 

  • Hati-hati saat makan di restoran: Tanyakan pada staf tentang komposisi menu makanan yang dihidangkan. Kaldu atau saus berbahan dasar kerang dapat memicu reaksi alergi.  
  • Hindari makan di restoran seafood: Beberapa orang bereaksi bahkan jika mereka menghirup uap dari masakan kerang. Kontaminasi silang juga bisa saja terjadi di tempat yang menyajikan makanan laut.
  • Baca label makanan dengan cermat: Sejumlah makanan laut seperti kerang, kaldu udang, dan lainnya muncul dengan nama lain seperti, surim, glukosamin, bouillabaisse, saus worcestershire, dan salad caesar.  
  • Beri tahu orang lain: Sampaikan alergi yang dimiliki kepada teman dan keluarga agar mereka tidak memberikan makanan yang mengandung seafood.

Nah, itulah penjelasan tentang alergi makanan khususnya seafood. Bila mengalami reaksi seperti yang tertulis di atas segera berhenti mengonsumsi makanan laut. Sebaiknya Parents lebih waspada, karena anak-anak juga bisa mengalaminya. 

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca Juga: 

Perjuangan bayi 9 bulan punya 50 jenis alergi yang mengancam nyawanya

Mengenal 3 Jenis Tes Alergi Kulit dan Efek Samping yang Bisa Terjadi

Tes Alergi, Jenis dan Kegunaannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Faizah Pratama

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Cek Alergi
  • /
  • Alergi Seafood: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya! 
Bagikan:
  • Alergi Sabun Cuci Piring: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

    Alergi Sabun Cuci Piring: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

  • Waspada Alergi Minyak Kayu Putih, Ini 6 Ciri dan Cara Mengatasinya

    Waspada Alergi Minyak Kayu Putih, Ini 6 Ciri dan Cara Mengatasinya

  • Polidaktili Adalah Kelainan pada Jari, Apa Penyebabnya?

    Polidaktili Adalah Kelainan pada Jari, Apa Penyebabnya?

  • Alergi Sabun Cuci Piring: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

    Alergi Sabun Cuci Piring: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

  • Waspada Alergi Minyak Kayu Putih, Ini 6 Ciri dan Cara Mengatasinya

    Waspada Alergi Minyak Kayu Putih, Ini 6 Ciri dan Cara Mengatasinya

  • Polidaktili Adalah Kelainan pada Jari, Apa Penyebabnya?

    Polidaktili Adalah Kelainan pada Jari, Apa Penyebabnya?

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti