TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Afasia, Gangguan Bicara hingga Memahami Bahasa karena Kerusakan Otak

Bacaan 4 menit
Mengenal Afasia, Gangguan Bicara hingga Memahami Bahasa karena Kerusakan Otak

Hati-hati! Gangguan yang terjadi akibat kerusakan pada otak yang terjadi secara tiba-tiba.

Pernah mendengar istilah afasia? Kondisi kesehatan satu ini ramai dibicarakan karena dialami oleh aktris China Zhao Lusi. 

Karena mengalami kondisi ini, Zhao Lusi kesulitan berbicara, menulis, hingga memahami pembicaraan orang lain. Kini, sang artis sedang menjalani masa pemulihan.

Apa Itu Afasia?

Afasia adalah kondisi yang menyebabkan penderitanya kesulitan berbicara, menulis, dan memahami bahasa akibat kerusakan pada otak yang terjadi secara tiba-tiba.

Afasia sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan gejala dari adanya kerusakan pada bagian otak yang mengatur bahasa dan komunikasi.

Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan untuk memilih dan merangkai kata menjadi kalimat yang benar. Meski begitu, afasia tidak memengaruhi tingkat kecerdasan dan daya ingat penderitanya.

Kondisi ini biasanya terjadi secara tiba-tiba, misalnya karena stroke atau cedera kepala, tetapi juga dapat berkembang secara perlahan akibat tumor otak atau penyakit saraf lainnya.

Artikel Terkait: Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) Jadi Pemicu Utama Kerusakan Otak dan Stroke

Apa Saja Gejala Afasia?

afasia

Individu dengan afasia biasanya akan mengalami tanda dan gejala berikut:

  • Berbicara dalam kalimat pendek, tidak lengkap hingga tidak masuk akal.
  • Kata-kata yang diucapkan seringkali tidak jelas.
  • Kesulitan atau bahkan tidak dapat memahami pembicaraan orang lain.
  • Salah dalam merangkai kata, baik secara tertulis maupun lisan.
  • Menulis kalimat yang tidak masuk akal.

Gejalanya dapat berbeda tergantung pada jenisnya. Berikut ini tiga jenis afasia paling umum beserta perbedaannya:

  • Afasia Broca (ekspresif) umumnya disebabkan karena kerusakan otak di bagian kiri depan. Kondisi ini membuat penderitanya sulit berbicara dengan jelas, meski ia tahu apa yang ingin disampaikan kepada lawan bicaranya.
  • Afasia Wernicke (reseptif) yang disebabkan karena kerusakan otak di bagian kiri tengah. Orang dengan afasia jenis ini tidak dapat memahami orang lain, atau bahkan diri mereka sendiri, ketika mereka berbicara.
  • Afasia global, merupakan jenis afasia paling berat karena biasanya terjadi ketika seseorang baru mengalami serangan stroke. Orang dengan afasia global tidak dapat memahami bahasa lisan atau berbicara sama sekali.

Apa Penyebab Afasia?

afasia

Penyebab paling umum adalah kerusakan otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke).

Kondisi ini menyebabkan kematian sel-sel otak atau kerusakan di area yang mengendalikan bahasa akibat hilangnya aliran darah ke otak.

Kerusakan otak yang disebabkan oleh cedera kepala yang parah, tumor, infeksi atau proses degeneratif juga dapat menyebabkan afasia.

Dalam kasus ini, afasia biasanya terjadi dengan jenis masalah kognitif lainnya, seperti gangguan memori atau kebingungan.

Bagaimana Diagnosisnya?

afasia

Dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan untuk diagnosis secara tepat, di antaranya:

  • Pemeriksaan fisik dan saraf
  • Menguji kekuatan, perasaan, dan refleks
  • Mendengarkan jantung dan pembuluh darah di leher
  • Pemeriksaan radiologi seperti MRI atau CT scan kepala

Bila dicurigai terdapat afasia, dokter akan merujuk Anda ke ahli patologi wicara dan bahasa untuk pemeriksaan yang lebih menyeluruh terkait kemampuan berkomunikasi seseorang.

Apa Saja Pengobatan yang Bisa Dilakukan?

Bila kerusakan otak bersifat ringan, seseorang dapat memulihkan keterampilan bahasa tanpa penanganan khusus. Namun secara umum, perawatan untuk mengobati afasia mencakup:

1. Rehabilitasi bicara dan bahasa

Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam berkomunikasi dengan memulihkan bahasa sebanyak mungkin.

Termasuk, mengajarkan bagaimana memulihkan keterampilan berbahasa yang hilang dan menemukan metode komunikasi lain.

Terapi dapat dimulai sesegera mungkin setelah terjadi cedera otak.

Bisa juga dilakukan secara berkelompok (bila dibutuhkan) maupun menggunakan bantuan komputer atau aplikasi untuk mempelajari kata kerja dan bunyi kata.

2. Obat-Obatan

Mengenal Afasia, Gangguan Bicara hingga Memahami Bahasa karena Kerusakan Otak

Ini termasuk obat-obatan untuk melancarkan aliran darah ke otak, meningkatkan kemampuan pemulihan otak, mencegah kerusakan otak yang berlanjut, dan menambah senyawa kimia yang berkurang di otak (neurotransmitter).

Konsumsi obat dapat menyebabkan efek samping sehingga Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

3. Stimulasi otak

Stimulasi otak hingga kini masih dipelajari untuk mengobati. Pengobatan ini bertujuan untuk merangsang sel-sel otak yang rusak.

Metodenya dapat berupa stimulasi magnetik transkranial dan stimulasi arus searah transkranial.

Kedua metode tersebut dilakukan tanpa  memasukkan alat ke dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan (non invasif).

4. Operasi

Operasi (pembedahan) dapat dilakukan bila afasia disebabkan oleh tumor otak. Pengangkatan tumor diharapkan dapat membantu mengatasinya.

Apa Pencegahan yang Bisa Dilakukan?

Mengenal Afasia, Gangguan Bicara hingga Memahami Bahasa karena Kerusakan Otak

Hingga kini, belum diketahui cara pasti untuk mencegahnya. Namun, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Tidak merokok.
  • Membatasi konsumsi alkohol harian.
  • Menjaga berat badan tetap ideal sesuai indeks massa tubuh.
  • Olahraga teratur minimal 30 menit per hari atau 150 menit per minggu.
  • Menjaga pikiran tetap aktif dengan membaca atau menulis.

Semega informarsi terkait afasia ini bisa bermanfaat.

 

3 Types of Aphasia That May Result From Stroke

verywellhealth.com/brocas-wernickes-and-other-types-of-aphasia-3146421

Aphasia

www.nidcd.nih.gov/health/aphasia

Aphasia

www.mayoclinic.org/diseases-conditions/aphasia/symptoms-causes/syc-20369518

Aphasia Definitions

Aphasia-Definitions

Baca Juga:

Tubuh Terasa Bau Amis? Cek, Apakah Termasuk Sindrom Bau Amis

Asites: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Frozen Shoulder, Saat Bahu Terasa Nyeri Hingga Terasa Kaku

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

dr. Fiona Amelia, MPH

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Mengenal Afasia, Gangguan Bicara hingga Memahami Bahasa karena Kerusakan Otak
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Author Image

dr. Fiona Amelia, MPH

Medical Writer dengan pengalaman di dunia kesehatan digital selama 5 tahun terakhir. Dokter sekaligus ibu dari 2 putra ini memiliki passion yang kuat di dalam dunia parenting serta edukasi seputar kesehatan ibu dan anak. Menyukai travelling dan olahraga, khususnya bulutangkis dan bersepeda. Untuk kontak, email di [email protected] atau DM Instagram @amelifio.
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti