TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Tubuh Terasa Bau Amis? Cek, Apakah Termasuk Sindrom Bau Amis

Bacaan 4 menit
Tubuh Terasa Bau Amis? Cek, Apakah Termasuk Sindrom Bau Amis

Pernah mendengar istilah sindrom bau ikan? Kondisi langka yang menyebabkan penderitanya mengalami bau amis yang bisa mengganggu.

Trimethylaminuria adalah sindrom langka yang membuat penderitanya memiliki bau amis seperti ikan. Sindrom ini juga dikenal dengan sindrom bau ikan. Parents pernah mendengarnya?

Sindrom bau ikan (trimethylaminuria) termasuk penyakit langka yang ditandai dengan keringat, urin, dan napas berbau ikan busuk. Kondisi ini tidak dapat disembuhkan, namun bau ikan yang timbul dapat dikurangi dengan memperbaiki pola makan dan menggunakan sabun atau losion tertentu.

Pada dasarnya, sindrom ini tidak berkaitan dengan masalah kesehatan lain, tetapi bau yang ditimbulkan tebtu saja bisa memengaruhi kehidupan sosial dan kondisi psikologis penderitanya.

Gejala Sindrom Bau Ikan

Sindrom Bau Ikan

Pada individu yang mengalami trimethylaminuria, bau ikan dapat muncul pada keringat, urin, cairan vagina, dan napas. Bau mungkin hilang timbul, tetapi pada sebagian orang, bau amis dapat menetap sehingga penyebabnya perlu dicari tahu.

Bila bau ikan tak kunjung hilang dan mulai mengganggu, sebaiknya segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Biasanya dokter akan memeriksa kemungkinan bau ikan dipicu oleh bau badan atau penyakit tertentu seperti penyakit gusi, infeksi saluran kemih, dan vaginosis bakterial.

Apa Saja Penyebabnya?

Sindrom Bau Ikan

Sindrom yang memunculkan bau amis ini terjadi saat tubuh tidak dapat mengubah bahan kimia dengan bau ikan (disebut trimetilamina) menjadi bahan kimia berbeda yang tidak berbau. Akibatnya, trimetilamina akan menumpuk di dalam tubuh dan dilepaskan melalui cairan tubuh seperti keringat, urin, dan cairan vagina. Pada beberapa kasus, sindrom ini bersifat genetik atau diturunkan.

Seringkali, bau ikan pada tubuh semakin menyengat setelah seseorang melakukan aktivitas fisik yang memicu produksi keringat berlebih, mengalami stres jangka panjang, atau mengonsumsi makanan tertentu.

Diagnosis Sindrom Bau Ikan

Sindrom Bau Ikan

Dokter dapat mendiagnosis sindrom bau ikan dengan menanyakan gejala dan melakukan beberapa tes, meliputi:

  • Tes urin untuk melihat kadar trimetilamin dalam urin.
  • Tes genetik untuk memeriksa kemungkinan adanya mutasi pada gen flavin-containing monooxygenase 3 (FMO3) yang menyebabkan trimetilaminuria.

Setelah diagnosis ditetapkan, dokter akan menetapkan pengobatan yang tepat untuk membantu Anda mengurangi bau yang muncul akibat sindrom bau ikan.

Cara Mengatasinya 

Sindrom bau ikan tidak dapat disembuhkan, sehingga cara terbaik yang bisa dilakukan adalah memperbaiki pola makan dan melakukan perawatan mandiri di rumah untuk mengurangi bau. Beberapa di antaranya:

1. Obat dan Suplemen

Tubuh Terasa Bau Amis? Cek, Apakah Termasuk Sindrom Bau Amis

Dokter biasanya akan memberikan antibiotik sebagai pengobatan jangka pendek untuk mengurangi bakteri usus, sehingga Anda memiliki lebih sedikit trimetilamin di dalam usus. Probiotik juga mungkin diberikan untuk mengurangi jumlah trimetilaminuria sekaligus menjaga kesehatan usus.

Suplemen tertentu seperti riboflavin (vitamin B12) dan arang (karbon aktif) juga dapat dikonsumsi untuk mengurangi bau.

2. Makanan yang Perlu Dihindari

Konsumsi makanan tertentu dapat memicu bau yang lebih menyengat pada individu dengan sindrom bau ikan sehingga perlu dihindari. Beberapa di antaranya telur, hati, kacang-kacangan, produk kedelai, brokoli, kubis, kol bunga, makanan laut (seafood), suplemen minyak ikan. 

Individu dengan sindrom ini juga lebih disarankan untuk mengonsumsi makanan rendah kolin seperti buah dan sayuran.

3. Jaga Kebersihan Badan

Tubuh Terasa Bau Amis? Cek, Apakah Termasuk Sindrom Bau Amis

Mandi dua kali sehari untuk menjaga kebersihan badan. Individu dengan sindrom ini bisa menggunakan sabun atau sampo yang sedikit asam (pH 5,5 hingga 6,5) karena dapat membantu membersihkan trimetilamin dengan lebih mudah dari kulit. Setelah mandi, jangan lupa untuk memakai deodoran dan parfum.

Kenakan pula pakaian yang anti keringat saat beraktivitas. Baju yang dipakai perlu sering dicuci agar kotoran dan keringat yang menempel tidak menumpuk hingga menimbulkan bau.

4. Hindari Stres dan Aktivitas yang Berkeringat

Utamanya, aktivitas yang dapat memicu produksi keringat berlebihan dan memicu stres. Lakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan hingga sedang yang tidak membuat banyak berkeringat. Apabila aktivitas yang dijalani membuat stres, lakukan latihan relaksasi, meditasi, atau melakukan hal-hal yang disukai untuk mengelola stres.

5. Dukungan Sosial

Hidup dengan sindrom bau ikan dapat memengaruhi kehidupan sosial dan kondisi psikologis seseorang. Sindrom ini mungkin membuat individu malu dan tidak percaya diri. Oleh karenanya, dukungan sosial sangat diperlukan.

Beritahu orang terdekat (seperti keluarga, pasangan, dan teman) tentang apa yang dirasakan dan yang bisa mereka lakukan untuk membantu Anda merasa lebih baik. Apabila tidak mendapatkan dukungan dari orang terdekat, opsi berikutnya adalah melakukan konseling dengan psikolog untuk mencari dukungan emosional.

Sumber:

Cerita mitra kami
Nutrisi Terbaik untuk Saluran Pencernaan Agar Anak Tak Gampang Sakit
Nutrisi Terbaik untuk Saluran Pencernaan Agar Anak Tak Gampang Sakit
Gatal Eksim Bisa Mengganggu Tidur Bayi, Ini Cara Mengatasinya
Gatal Eksim Bisa Mengganggu Tidur Bayi, Ini Cara Mengatasinya
Bayi Aktif Bergerak? Kenali 5 Hal Penting Seputar Popok Bayi
Bayi Aktif Bergerak? Kenali 5 Hal Penting Seputar Popok Bayi
Yuk, Asah Potensi Prestasi Tangguh Anak Lewat Kebiasaan-kebiasaan Baik Berikut Ini!
Yuk, Asah Potensi Prestasi Tangguh Anak Lewat Kebiasaan-kebiasaan Baik Berikut Ini!

Trimethylaminuria TMAU: Treatment, Symptoms & Causes

Trimethylaminuria (‘fish odor syndrome’)

Trimethylaminuria: Definition, symptoms, and more

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

dr. Fiona Amelia, MPH

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Tubuh Terasa Bau Amis? Cek, Apakah Termasuk Sindrom Bau Amis
Bagikan:
  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

Author Image

dr. Fiona Amelia, MPH

Medical Writer dengan pengalaman di dunia kesehatan digital selama 5 tahun terakhir. Dokter sekaligus ibu dari 2 putra ini memiliki passion yang kuat di dalam dunia parenting serta edukasi seputar kesehatan ibu dan anak. Menyukai travelling dan olahraga, khususnya bulutangkis dan bersepeda. Untuk kontak, email di [email protected] atau DM Instagram @amelifio.
  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti