Apakah kebutuhan zat besi si Kecil sudah terpenuhi, Parents? Pasalnya, zat besi merupakan mikronutrien yang penting untuk bantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Dan ada manfaat kombinasi zat besi yang harus Anda tahu.
Bagaimana cara mengetahui bahwa si Kecil sudah mendapatkan zat besi yang cukup? Dan apa saja yang perlu diperhatikan agar penyerapan zat besi ini optimal? Baca artikel ini sampai habis untuk menemukan jawabannya.
Peran Zat Besi untuk Tumbuh Kembang Anak

Tahukah Parents bahwa zat besi merupakan komponen penting dalam membentuk hemoglobin? Hemoglobin merupakan protein yang berperan sebagai pengangkut oksigen dalam darah, dan juga komponen penting dalam pembentukan sel darah merah.
Oksigen inilah yang nantinya akan mengubah glukosa menjadi energi yang dibutuhkan anak untuk beraktivitas. Seperti bergerak, mencerna makanan, menjaga sistem kekebalan tubuh, memulihkan tubuh setelah sakit, serta menyingkirkan limbah racun sisa metabolisme dalam tubuh.
Merujuk National Library of Medicine, zat besi juga berperan dalam meningkatkan kecerdasan anak.
Studi menunjukkan bahwa anak yang kekurangan zat besi dalam 3 tahun awal kehidupannya menyebabkan anak kesulitan berpikir jernih dan menangkap materi pelajaran di dalam kelas.
Di samping itu, zat besi yang tidak tercukupi dalam jangka panjang dapat menyebabkan stunting alias tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Jika tidak dikoreksi, anak akan lebih mudah sakit. Karena itulah, kebutuhan zat besi anak harus terpenuhi dengan baik.
Kebutuhan Zat Besi pada Anak
Jika si Kecil sekarang masih balita, berapa ya, kira-kira kebutuhan zat besinya? Pastinya, kebutuhan zat besi berbeda, tergantung usia dan jenis kelaminya. Pasalnya, anak sedang memasuki fase tumbuh kembang yang pesat.
Berikut kebutuhan zat besi untuk anak berdasarkan rentang usia:
- Usia 1-3 tahun: 7 mg
- Usia 4-6 tahun: 10 mg
- Usia 7-9 bulan: 10 mg
- Usia 10-12 tahun: 8 mg
-
Kaitan Zat Besi dan Vitamin C
Namun, ada satu fakta penting yang Anda harus tahu tentang penyerapan zat besi: yaitu peran vitamin C sangatlah krusial.
Merujuk jurnal bertajuk Literature Review: Correlation Between Intake of Protein, Vitamin C, and Iron with Anemia Among Adolescent Girls yang dipublikasikan oleh Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga dijelaskan bahwa vitamin C adalah bahan pengikat yang membantu agar zat besi lebih mudah diserap.
Mekanisme peran vitamin C terhadap penyerapan zat besi cukup kompleks. Saat anak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin C membantu menyerap zat besi yang ada untuk diproses menjadi sel darah merah.
Tak kalah krusial, gabungan zat besi dan vitamin C menjaga sistem imunitas anak tetap stabil dan tidak mudah terkena penyakit.
Dampak Kekurangan Zat Besi untuk Anak

Kekurangan zat besi atau defisiensi zat besi kerap dialami oleh anak, terutama saat usia 0-5 tahun, dalam intensitas ringan hingga mengalami anemia defisiensi besi (ADB). Tentunya, bila dibiarkan, kondisi ini bila bisa menghambat tumbuh kembang anak.
Menurut WHO, diperkirakan prevalensi anemia pada anak sekolah di negara berkembang dan maju adalah 42% dan 17%.
Di Indonesia sendiri, prevalensi anemia pada anak bawah lima tahun (balita) sebanyak 33,7% pada anak laki-laki dan 49,2% anak perempuan. Sementara prevalensi usia 5-14 tahun 42,8% anak lelaki dan 49,2% anak perempuan.
Ini artinya, kira-kira satu dari tiga anak Indonesia yang berusia di bawah lima tahun bisa berisiko mengalami kekurangan zat besi. Dan ini akan mempengaruhi pertumbuhan anak, karena kondisi ini memiliki banyak dampak negatif, di antaranya dapat memengaruhi pertumbuhan anak.
Merujuk The Journal of International Medical Research, berikut ini dampak negatif kekurangan zat besi pada anak:
- Nilai akademik yang rendah
- Anak mudah terserang berbagai penyakit
- Mengalami gangguan permanen pada sistem motorik dan sensorik
- Pertumbuhan fisik anak bisa terhambat
- Konsentrasi anak berkurang
- Anak menjadi lebih sulit bersosialisasi
Bagaimana jika anak kekurangan zat besi dan juga vitamin C?
Masih menurut The Journal of International Medical Research, defisiensi zat besi dan vitamin C menunjukkan hasil fisik anak yang abnormal. Anak yang kurang asupan vitamin C berisiko mengalami kelainan tulang, diare, dan anemia.
Cara Mengoptimalkan Asupan Zat Besi dan Vitamin C Anak
Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan asupan zat besi di masa tumbuh kembang anak.
1. Perhatikan Gejala Fisik Kekurangan Zat Besi
Anak yang mengalami defisiensi zat besi menunjukkan beberapa ciri yang khas. Misalnya saja si Kecil terlihat pucat, tak bergairah, lemas, serta tumbuh kembangnya terhambat. Sebaiknya bila si Kecil menunjukkan beberapa gejala tersebut, pastikan Bunda segera memeriksakan kondisinya pada dokter, ya!
2. Sajikan Makanan Kaya Zat Besi
Kebutuhan zat besi bisa dipenuhi dari berbagai makanan yang tersedia di rumah. Bunda bisa menyediakan berbagai asupan pangan dengan kandungan tinggi zat besi seperti daging merah, ikan, ayam, kacang-kacangan, bayam, dan susu pertumbuhan yang telah difortifikasi.
3. Penuhi Kebutuhan Vitamin C Anak

Selain karena jumlah asupannya, kekurangan zat besi ini bisa terjadi karena tingkat penyerapannya yang rendah dalam tubuh. Oleh karena itu, untuk membantu penyerapan zat besi, sebaiknya pastikan kebutuhan vitamin C anak terpenuhi dengan baik.
Kabar baiknya, sumber vitamin C dapat Bunda temukan dengan mudah dalam makanan, seperti sayur dan buah mulai dari paprika, tomat, jeruk, stroberi, dan sayuran hijau lainnya.
Berdasarkan National Institutes of Health, berikut ini dosis vitamin C yang dibutuhkan anak sesuai rentang usianya.
- Anak usia 1-3 tahun: 15 mg
- Anak usia 4-8 tahun: 25 mg
- Anak usia 9-13 tahun: 45 mg
- Remaja usia 14-18 tahun (laki-laki): 75 mg
- Remaja usia 14-18 tahun (perempuan): 65 mg
4. Berikan Asupan Tambahan Susu Pertumbuhan Terfortifikasi Bila Diperlukan
Selain dengan makanan kaya akan zat besi dan vitamin C, Bunda juga bisa memastikan kebutuhan dua nutrisi ini tercukupi dengan memberikan susu pertumbuhan yang difortifikasi dengan zat besi dan vitamin C kepada si Kecil.
Untuk mengetahui jenis susu pertumbuhan yang tepat untuk si Kecil, tidak ada salahnya Bunda berkonsultasi ke dokter anak.
***
Maggini, Silvia. April 2010. The Journal of International Medical Research: Essential Role of Vitamin C and Zinc in Child Immunity and Health.
National Institutes of Health. March 2021. Dietary Supplement Fact Sheets > Vitamin C. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-Consumer/
Gunasari, Lala FV, et al. Jurnal Kedokteran Raflesia. Juni 2017. Hubungan antara Kejadian Anemia dan Tingkat Kecukupan Zat Besi dalam MP-ASI pada bayi usia 6-23 bulan di Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2015.
National Library of Medicine. 2011. The Role of Iron in Learning and Memory. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3065765/
Media Gizi Kesehatan Masyarakat. Juni 2023. Literature Review: Correlation Between Intake of Protein, Vitamin C, and Iron with Anemia Among Adolescent Girls.
Baca Juga:
Benarkah Zat Besi dan Vitamin C Bisa Dukung Si Kecil yang Alergi Susu Sapi Tumbuh Maksimal?
4 Cara Mudah Penuhi Kebutuhan Zat Besi untuk Dukung Si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi Tumbuh Maksimal
Ini Dia Alternatif Solusi untuk Si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi untuk Dukung Ia Tumbuh Maksimal
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.