Benarkah waktu terbaik menjemur bayi jam 10 pagi? Ini jawaban dokter anak

Benarkah waktu terbaik menjemur bayi jam 10 pagi? Ini jawaban dokter anak

Ketahui dahulu, manfaat dan bahaya menjemur bayi jam 10 pagi

Beberapa waktu lalu, heboh sebuah pesan berantai dalam aplikasi WhatsApp tentang waktu menjemur bayi. Dalam pesan tersebut dijelaskan bahwa waktu menjemur bayi yang terbaik adalah jam 10 bukan jam 7 seperti yang kita ketahui selama ini.

Pasalnya, cahaya matahari di bawah jam 10 yang masuk ke dalam bumi merupakan gelombang matahari terpanjang yakni ultraviolet A (UVA). Efeknya dapat menembus lapisan permukaan kulit dan menyebabkan keriput bahkan kanker.

Sementara, sinar matahari di atas jam 1o yang masuk ke dalam bumi adalah gelombang matahari sedikit pendek yakni ultraviolet B (UVB). Ini bermanfaat untuk memproduksi vitamin D yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dapat mencegah kanker, bahkan bisa mengurangi risiko autisme.

Namun benarkah waktu menjemur bayi jam 10 bukan jam 7 ?

waktu menjemur bayi 1

Perlu diketahui lebih dulu, memang benar bahwa UVA hadir sejak matahari terbit hingga terbenam, sedangkan UVB memuncak sejak pukul 10.00 hingga 16.00.

Namun dr. Frieda Handayani, Sp.A(K) mengatakan bahwa waktu terbaik untuk menjemur bayi di atas jam 10 sebenarnya kurang tepat.

“Sebaiknya jam 7-8 pagi. Sebelum intensitas cahaya matahari terlalu kuat,” ujarnya saat dihubungi theAsianparent Indonesia.

Senada dengan itu, dr. Nugraha Arief dalam laman Alo Dokter pun menegaskan untuk tidak menjemur bayi di antara jam 10 pagi hingga jam 4 sore karena paparan radiasi sinar UVB yang sangat tinggi.

Lebih lanjut, humas Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan hingga sampai saat ini tidak ada rekomendasi untuk menjemur bayi dan anak di atas pukul 10.00.

Waktu menjemur bayi yang direkomendasikan sebelum pukul 10.00 dan setelah pukul 16.00, sebanyak 2 kali sehari dengan durasi 5-30 menit.

Artikel terkait: 6  Tips menjemur bayi baru lahir di pagi hari

Menjemur bayi

waktu menjemur bayi 3

Sejak pertengahan abad ke-19, sinar matahari memang sudah dikenal memiliki efek pengobatan untuk penyakit riketsia seperti kelainan tulang akibat kekurangan vitamin D, kalsium, dan fosfat. Untuk itu, kegiatan menjemur bayi masih banyak dilakukan hingga sampai saat ini. Terutama bila bayi mengalami (jaundice) sejak lahir.

Meskipun tidak semua bayi terkena kuning tetapi dr. Frieda menjelaskan bahwa ada begitu banyak manfaat paparan sinar matahari pagi untuk bayi.

“Sinar matahari pagi memiliki spektrum sinar biru yang sangat bermanfaat bagi bayi untuk mengurangi kadar bilirubin dalam darah. Menjemur bayi pada pagi juga bermanfaat untuk menghangatkan tubuh bayi & membantu mengeluarkan lendir yang ada ditenggorokan,” jelas dokter anak yang berparktik di RS. Pondok Indah ini.

Hal yang paling penting, paparan sinar matahari dapat merangsang produksi vitamin D yang bermanfaat untuk pembentukan tulang. Ini dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi menjadi lebih sehat.

dr. Frieda menambahkan, sebenarnya tidak ada batasan usia untuk menjemur bayi di pagi hari. Namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan  Parents saat menjemur bayi,  seperti:
  • Jemur bayi dalam keadaan dada telanjang, hanya menggunakan celana atau popok saja. Bolak balikkan tubuhnya
  • Menjemur bayi tidak harus di udara terbuka dan tidak harus terkena paparan sinar matahari langsung
  • Pada saat cuaca panas, menjemur bayi biasanya dilakukan sebelum bayi mandi, saat menjemur sebelum mandi ini bisa digunakan untuk melakukan kegiatan bersih-bersih dengan lebih detail. Seperti membersihkan lipatan di sekitar daun telinga, paha dan pada tangan bayi.
  • Di saat cuaca dingin, kita bisa menjemur bayi setelah mandi untuk membuat tubuhnya hangat kembali
  • Waktu yang paling tepat untuk menjemur bayi adalah antara jam pukul 07.00-08.00, selama sekitar 15 menit
  • Jangan terlalu lama, karena kulit bayi masih sangat sensitif
  • Bila sinar matahari terlalu terik, kurangi waktu menjemurnya

Selain itu, dr. Frieda menegaskan bila bayi dijemur terlalu panas atau terlalu lama ia dapat mengalami hipertermia (peningkatan suhu tubuh). Ini berisiko menyebabkan gangguan fungsi metabolisme tubuh, otak, dan fungsi organ lainnya.

Untuk itu, bayi justru membutuhkan perlindungan ekstra antara pukul 10.00 – 16.00. Adapun perlindungan yang dimaksud ialah dengan:

a. Berikan bayi pakaian yang menutupi kulitnya. Pilih pakaian yang tipis dan longgar. Beberapa kain pakaian saat ini memiliki peringkat faktor perlindungan ultraviolet (UPF). Jika memungkinkan, pilih kain yang paling tidak UPF15 tetapi akan lebih baik bila Anda memilih UPF50.

b. Penggunaan tabir surya pada bayi di bawah 6 bulan umumnya tidak dianjurkan karena dia memiliki kulit yang sensitif. Namun bila bayi telah berusia di atas 6 bulan, berikan tabir surya 15-20 menit sebelum keluar rumah. Lakukan pengulangan setiap 2 jam sekali.

c. Tidak ada salahnya bila Anda memberikan bayi topi untuk menutupi kepala, wajah, leher, dan telinganya. Anda bisa memilih topi dengan bahan yang nyaman untuk bayi.

d. Saat Anda berpergian, manfaatkan tempat teduh yang tersedia. Penting untuk diingat bahwa UV dapat masuk dan dipantulkan bahkan ke dalam tempat yang teduh.

e. Bila memungkinkan, berikan bayi kacamata hitam untuk melindungi matanya. Beberapa kacamata hitam bayi telah didesain elastis untuk membuatnya tetap nyaman. Carilah kacamata hitam yang berlabel AS / NZS 1067: 2016.

Bagaimana, sudah tidak bingung lagi ya menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk menjemur bayi?

TAP ID APP BANNER NEW (6)

Referensi: Ikatan Dokter Anak Indonesia, Alo Dokter, Cancer Council Australia 

Baca juga

Waspada! Menjemur bayi dalam kondisi telanjang berisiko alami kanker kulit

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner