Saat disentuh, kulit bayi sekilas memang terasa lebih halus dan lembut dibandingkan dengan kulit orang dewasa, namun pada kenyataannya kulit bayi sangat mudah kering dan kehilangan kelembapannya. Sebagai dampaknya, kulit bayi kering dan masih sensitif ini membuat si Kecil jadi rentan terhadap iritasi serta masalah lainnya. Lantas, apa saja penyebab kulit bayi kering?
Penyebab Kulit Bayi Kering dan Sensitif
Selain karena faktor eksternal, penyebab kulit bayi yang mudah kering dan rentan kehilangan kelembapan sebenarnya bersumber dari struktur kulit bayi itu sendiri. Tak seperti orang dewasa, struktur kulit bayi lebih tipis dan masih berkembang. Bahkan, skin barrier si Kecil baru akan menyerupai kulit orang dewasa ketika ia memasuki usia dua tahun.

Untuk memahami alasan di balik kulit si bayi yang mudah kering dan kehilangan kelembapannya, berikut ini adalah beberapa perbedaan antara struktur kulit bayi dan dewasa.
1. Epidermis Lebih Tipis
Epidermis merupakan lapisan kulit yang paling terluar. Secara keseluruhan, epidermis kulit bayi lebih tipis dari orang dewasa dan lapisan epidermis terluar kulit bayi yang disebut stratum korneum memiliki ketebalan 30% lebih tipis daripada orang dewasa. Lapisan stratum korneum ini berfungsi untuk menyerap air dan melindungi kulit bagian dalam, sehingga stratum korneum yang tipis membuat kulit bayi mudah kehilangan kelembapan.
2. Korneosit Lebih Kecil

Di dalam lapisan stratum korneum terdapat sel-sel korneosit yang tersusun sebagai pelindung kelit. Pada kulit bayi, sel korneosit ini berukuran lebih kecil sehingga mempengaruhi kemampuan kulit bayi menahan kelembapan. Stratum korneum yang tipis ditambah korneosit yang kecil membuat keseluruhan skin barrier bayi lebih lemah dan air lebih mudah keluar dari kulit sehingga kulit bayi jadi gampang kering.
3. Natural Moisturizing Factor (NMF) Lebih Sedikit
NMF atau yang dikenal sebagai Faktor Pelembap Alami jumlahnya lebih sedikit pada kulit bayi lebih dibanding pada kulit orang dewasa. NMF sendiri berperan untuk menjaga kelembapan kulit dengan menarik dan mengunci air di dalam lapisan kulit terluar, sehingga mempertahankan kelembapan dan kesehatan kulit. Jadi, NMF yang lebih sedikit ini pada kulit bayi ini membuat kulit si Kecil gampang melepas air dari kulit sehingga kulitnya mudah kering.
4. Produksi Sebum Lebih Rendah

Produksi sebum atau minyak pada kulit si Kecil yang masih bayi lebih rendah dari orang dewasa. Ketika produksi sebum kulit bayi rendah, kulitnya menjadi lebih rentan terhadap kekeringan karena kurangnya pelindung alami ini.
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.