Sebelum Memutuskan Aborsi, Tonton Dulu Video Prosedur Aborsi Ini

Sebelum Memutuskan Aborsi, Tonton Dulu Video Prosedur Aborsi Ini

Video prosedur aborsi ini menunjukkan bagaimana janin dikeluarkan dari dalam rahim.

Mantan penggugur kandungan, Dr. Anthony Levatino, menerangkan tentang prosedur aborsi paling umum yang dilakukan pada trimester kedua kehamilan.

Ketika usia kehamilan 13-24 minggu, janin sudah cukup besar sehingga proses aborsi akan lebih kompleks. Janin tidak bisa masuk ke dalam alat kateter hisap tanpa organ-organ tubuhnya dipisahkan terlebih dahulu dengan alat penjepit, agar bisa dikeluarkan dari rahim.

Meski aborsi bisa dilakukan secara medis, namun bagi perempuan, prosedur ini berdampak risiko sifnifikan atau komplikasi serius seperti:
– Kebocoran rahim
– Luka pada serviks
– Infeksi
– Pendarahan

Aborsi juga dapat mengakibatkan perempuan tidak bisa atau sulit untuk hamil lagi, bahkan berisiko kematian saat dilakukan.

Karena itulah, Dr. Anthony, yang sudah melakukan aborsi lebih dari 12000 kali ini tidak menyarankan ibu hamil melakukan aborsi. Baik untuk alasan kesehatan maupun moral.

Artikel terkait: Keguguran di usia 14 minggu, Ibu ini berpesan agar jangan lakukan aborsi

“Pada suatu ketika, saat melihat jasad janin di hadapan saya, saya menyadari bahwa membunuh janin di kandungan dalam tahap trimester apapun adalah salah,” katanya.

Lihat selengkapnya di sini (peringatan: video ini mengandung unsur kekerasan. Mohon disikapi dengan bijak):

Penting untuk diketahui pada dasarnya setiap orang dilarang melakukan aborsi, seperti yang diatur dalam Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (“UU Kesehatan”).

Namun, aturan tersebut memberikan pengecualian berdasarkan [Pasal 75 ayat (2) UU Kesehatan]*:

  • Indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan; atau
  • Kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan.

*Sumber: hukumonline.com

Baca juga: 

Apa Yang Sebaiknya Kita Katakan Pada Ibu Yang Mengalami Keguguran?

Janin yang tumbuh di dalam rahim, ada kalanya tidak diinginkan oleh calon orangtuanya. Terkadang terlalu berisiko, jika janin dalam kandungan tetap dipertahankan. Oleh karena itu, ada beberapa orangtua yang memilih untuk melakukan aborsi. Padahal meskipun secara medis, tindakan aborsi tersebut memiliki risiko untuk perempuan. Pada ulasan ini, mantan penggugur kandungan menerangkan prosedur untuk menggugurkan kandungan. Yuk simak ulasannya disini.

Risiko Perempuan Melakukan Aborsi

Meskipun proses aborsi dilakukan secara medis, tetap saja hal tersebut memiliki risiko yang signifikan terhadap perempuan. Bahkan dengan melakukan prosedur aborsi, dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kebocoran rahim, luka pada serviks, infeksi, dan juga pendarahan. Selain itu, aborsi juga bisa menyebabkan perempuan tidak bisa atau sulit untuk hamil lagi. Bahkan prosedur tersebut berisiko terjadi kematian pada saat dilakukan.

ini prosedur aborsi bahaya obat aborsi tanpa dokter

Aborsi Untuk Janin Masa Kehamilan Trimester Dua

Pada umumnya, orangtua akan melakukan aborsi pada saat masih awal kehamilan atau pada saat bayi berbentuk embrio. Namun, tidak banyak pula yang melakukan tindakan aborsi pada saat janin di dalam kandungan telah memasuki masa kehamilan 13 hingga 24 minggu. Padahal pada trimester dua tersebut, janin sudah memiliki bentuk yang cukup besar. Sehingga proses aborsi akan terjadi lebih kompleks.

prosedur aborsi Pretty pregnant woman is resting on sofa

Hal tersebut terjadi dikarenakan, janin yang tidak bisa masuk ke dalam alat kateter hisap tanpa organ organ tubuh bayi dipisahkan terlebih dahulu dengan alat penjepit. Agar janin tersebut bisa dikeluarkan dari rahim. Seperti yang diketahui, jika janin pada trimester kedua sudah mulai berkembang dan organ tubuhnya sudah hampir berbentuk sempurna. Bahkan tulang pada bayi juga sudah terbentuk pada masa kehamilan ini.

Video Prosedur Untuk Aborsi

Seorang mantan penggugur kandungan, dr. Anthony yang telah membantu perempuan melakukan aborsi lebih dari 12000 kali tidak menyarankan ibu hamil untuk aborsi. Baik itu untuk alasan kesehatan ataupun untuk alasan apapun. Dokter Anthony juga menjelaskan bagaimana prosedur untuk mengeluarkan bayi tersebut dari rahim pada proses aborsi. Dalam video tersebut, dokter Anthony juga menjelaskan beberapa peralatan yang biasanya digunakan untuk proses aborsi.

mau tau prosedur aborsi Doctor

Pada video tersebut juga dijelaskan bagaimana dokter mengeluarkan janin yang ukurannya besar, dari dalam kandungan. Dengan menggunakan sebuah alat penjepit, dokter akan mengeluarkan bayi tersebut dengan memisahkan organ organ bayi satu persatu hingga bayi tersebut dapat dikeluarkan. Untuk lebih mengetahui prosedur aborsi tersebut, ada baiknya jika melihat video pada ulasan ini.

Melakukan proses aborsi pada janin dalam kandungan baik itu pada masa kehamilan apapun, sangat tidak dianjurkan. Bahkan risiko yang didapatkan dari aborsi, bisa menyebabkan kematian pada perempuan yang melakukan prosedur tersebut. Apalagi sudah dibuat peraturan larangan aborsi, yang ditetapkan pemerintah dalam pasal 75 ayat (1) Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Semoga artikel ini dapat menjadi tambahan informasi untuk Anda.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner