Radang usus buntu anak ditandai sakit perut, kapan harus khawatir?

Radang usus buntu anak ditandai sakit perut, kapan harus khawatir?

Radang usus buntu anak bisa berbahaya, ketahui gejalanya Parents!

Kerap terjadi pada si kecil, Parents sebaiknya mengetahui berbagai hal mengenai radang usus buntu pada anak. Terkadang gejalanya bisa samar, karena mirip dengan sakit perut biasa.

Kondisi ini rupanya masih rentan terjadi pada anak mulai dari usia 5-20 tahun. Yuk ketahui gejala dan penanganannya.

Radang usus buntu anak

usus buntu pada anak

Waspadai lah berbagai gejala radang usus buntu anak, dimulai dari nyeri pada perut

Menurut Mayo Clinic, apendisitis adalah kondisi peradangan pada usus buntu yang menyebabkan rasa sakit di perut kanan bawah, lokasi apendiks. Hingga saat ini fungsi usus buntu masih belum diketahui secara jelas, namun peradangan yang terjadi bisa cukup membahayakan.

Peradangan yang tak tertangani biasanya bisa bertambah buruk dan lebih meningkat hingga timbul komplikasi. Biasanya dokter akan melakukan pengangkatan melalui operasi untuk mencegah peradangan yang menyebar, atau biasa disebut appendectomy.

Artikel Terkait : 7 Makanan penyebab kanker usus yang jarang disadari, catat!

Gejala radang usus buntu anak

Biasanya gejala awal yang terjadi pada anak ialah demam disertai dengan nyeri di sekitaran perut. Bila sudah bertambah parah, rasa sakit bisa menjalar ke sisi kanan bawah perut.

Beberapa gejala lain yang harus diwaspadai yakni :

  • Rasa sakit yang datang dan pergi lalu menetap dan intens di sekitar pusar atau kanan bawah perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Diare dalam jumlah kecil namun disertai dengan lendir
  • Perut jadi membengkak
  • Rasa sakit ketika batuk, berjalan, atau gerakan lainnya
  • Perut terasa kembung

Kondisi ini akan lebih parah khususnya bila usus buntu sudah pecah yang ditandai dengan sakit yang parah di perut disertai demam tinggi sekitar 40 derajat celcius.

Kondisi ini bisa terjadi pada usus yang terinfeksi sekitar 48-72 jam setelah gejala awal dimulai. Bakteri bisa menyebar ke seluruh tubuh karena infeksi berupa nanah bisa menyebar ke seluruh bagian perut dan tubuh anak.

Penyebab radang usus buntu

radang usus buntu

Contoh ilustrasi usus buntu yang berada dalam kondisi normal atau sehat dengan usus buntu yang meradang

Utamanya, radang ini terjadi karena usus tersumbat sehingga bakteri tumbuh dan terjadi infeksi. Beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini antara lain :

  • Sesuatu yang keras seperti batu atau kotoran
  • Parasit dan infeksi lainnya
  • Pembengkakkan kelenjar getah bening di usus

Untuk mengetahui secara pasti kondisi ini, biasanya dokter melakukan beberapa pengujian sebelum diagnosis. Dokter akan melakukan beberpaa tes mulai dari pemeriksaan fisik, tes darah, tes urin, hingga CT scan.

Apakah usus buntuk bisa dicegah?

Radang usus buntu anak ditandai sakit perut, kapan harus khawatir?

Sayangnya, dokter mengungkapkan bahwa tidak ada cara untuk mencegah kondisi ini. Namun kondisi ini jarang terjadi pada anak yang sering mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur.

Jadi sebaiknya anak memang dibiasakan untuk mengonsumsi dua jenis pangan tersebut untuk menyehatkan pencernaannya.

Artikel Terkait : Sakit Perut pada Anak, Pertanda Apakah?

Diagnosis penyakit

Untuk memastikan kondisi ini, biasanya dokter akan melakukan beberapa jenis pemeriksaan diantaranya :

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik umumnya dilakukan dengan menelusuri lebih lanjut mengenai rasa sakit yang dirasakan. Dokter biasanya akan memeriksa dengan menekan secara perlahan area perut yang dicurigai dan dirasakan sakit.

Penderita radang usus buntu biasanya akan merasakan nyeri saat tekanan tersebut dilepaskan. Artinya radang pun memang biasanya sudah pasti terjadi. Selain itu dokter pun biasanya akan memeriksa kondisi rektum bagian bawah.

Tes urin

Dokter pun biasanya akan menganalisis urin si kecil untuk melihat lebih lanjut kondisi tubuhnya. Melalui urin, dokter akan memeriksa kemungkinan infeksi saluran kemih atau infeksi ginjal yang bisa menjadi penyebab lain dari rasa sakitnya.

CT Scan

Untuk lebih akurat biasanya dokter pun akan merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan berupa rontgen di area perut. Hal ini dilakukan untuk mengonfirmasi kemungkinan radang usus maupun penyebab lain yang mungkin terjadi.

Tes darah

Disamping berbagai tes di atas, pemeriksaan kondisi urin anak pun biasanya akan dilakukan. Dokter akan memeriksa sejumlah leukosit atau sel darah putih. Bila jumlahnya banyak, kemungkinan radang usus buntu bisa lebih tinggi.

Nah Parents, bila si kecil mengalami berbagai tanda di atas sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Referensi : kidshealth.org, Mayo Clinic

Baca Juga : 

Sakit Perut pada Anak, Pertanda Apakah?

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner