TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan Produk
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Penelitian: Risiko komplikasi meningkat di usia kehamilan lebih dari 37 minggu

Bacaan 4 menit
Penelitian: Risiko komplikasi meningkat di usia kehamilan lebih dari 37 minggu

Bayi yang lahir di usia kehamilan 37 hingga 41 minggu dianggap normal. Namun ternyata, usia kehamilan yang lebih lama pun dapat meningkatkan risiko kematian pada bayi. Simak penelitian selengkapnya dalam artikel ini, Bumil!

Selama ini, bayi yang lahir di rentang usia kehamilan 37 hingga 41 minggu dinilai normal. Namun, baru-baru ini sebuah penelitian menjelaskan hal yang berbeda. Sebuah studi menunjukkan, komplikasi kehamilan dan risiko kematian bayi baru lahir semakin meningkat ketika usia kandungan mencapai lebih dari 37 minggu.

Usia kehamilan 37 minggu lebih dapat berisiko meningkatkan kematian bayi baru lahir

Penelitian: Risiko komplikasi meningkat di usia kehamilan lebih dari 37 minggu

Penelitian mengenai risiko komplikasi, baik bagi ibu maupun bayi, pada usia kehamilan tua memang sudah dilakukan oleh banyak dokter. Namun, tingkat risiko kelahiran mati di luar usia lahir normal belum dilakukan.

Oleh karena itu, sebuah badan penelitian di London menginisiasi studi tentang hal tersebut. Mereka mencari tahu apakah ada kenaikan risiko komplikasi dan kematian baru lahir dengan bertambahnya usia kehamilan.

Tim peneliti pun memeriksa data dari 13 studi yang pernah diterbitkan sebelumnya, mencangkup 15 juta data kehamilan serta 17.830 kasus kematian bayi.

Secara keseluruhan, dari data tersebut, kehamilan yang terus berlanjut hingga 41 minggu atau lebih memiliki risiko kelahiran mati terbesar. Tak hanya itu, bayi yang lahir di usia kehamilan ini juga cenderung berisiko sulit bertahan hidup selama 28 hari pertama (masa neonatal).

Penelitian: Risiko komplikasi meningkat di usia kehamilan lebih dari 37 minggu

Artikel terkait: Sudah gawat janin, ibu ini ngotot tak mau operasi agar anak lahir di tanggal cantik

Hasil studi juga menyebutkan bahwa bayi yang lahir di usia 40 hingga 41 minggu, lebih berisiko mengalami komplikasi dan kematian sekitar 64 persen lebih tinggi dibandingkan denganusia  kehamilan 37 minggu. Selain itu, usia kehamilan 41 hingga 42 minggu bahkan memiliki risiko kematian neonatal sekitar 87 persen.

Penelitian tersebut juga tak luput dari faktor-faktor yang menyebabkan tingkat mortalitas bayi menurun seiring bertambahnya usia kehamilan. Hal ini selaras dengan apa yang diungkapkan oleh Shakila Thangaritinam, salah satu anggota peneliti dari studi tersebut.

Ia menjelaskan, fungsi plasenta diperkirakan akan melambat seiring usia kehamilan berlanjut hingga melampau batas waktu kelahiran.

“Faktor risiko itu juga memainkan peran dalam angka harapan hidup bayi baru lahir,” ungkap peneliti dari Universitas Queen Mary di London ini, seperti yang dilansir dari Channel News Asia.

Usia kehamilan 37 minggu

Berapakah usia kehamilan yang ideal untuk melahirkan?

Untuk negara Inggris, angka kehamilan yang terhitung sebagai kondisi gawat janin sebenarnya 40 minggu, terhitung dari hari datang bulan terkahir perempuan. Namun, karena minggu-minggu terakhir kehamilan juga penting bagi perkembangan bayi, maka American College of Obsteticians and Gynaecologist mengajukan kembali definisi lahir cukup bulan untuk bayi yang lebih tepat yakni:

  • 39 – 41 minggu = Lahir cukup bulan (Full term)
  • 37 – 38 minggu = Bayi lahir awal (Early Term)
  • 42 minggu ke atas = Masa akhir kehamilan, diperlukan induksi (Late Term)
  • 37 minggu ke bawah = Prematur

Secara umum, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan ibu hamil untuk melakukan induksi persalinan hanya jika kandungan sudah mencapai 42 minggu. Pasalnya, menginduksi kehamilan karena kandungan sudah lebih 37 minggu juga bukanlah hal yang tepat. Meski memang, membiarkan kehamilan berlanjut lebih lama juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian, serta komplikasi bagi kesehatan ibu maupun bayi.

Usia kehamilan 37 minggu

Artikel terkait: Cara mudah menghitung usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL)

Usia kehamilan di atas 37 minggu tidak selalu berisiko

Menanggapi hasil penelitian terkait, Dokter Aaron Caughey dari Oregon Health & Science University di Portland, Amerika Serikat, memberikan sedikit kritik. Ia setuju bahwa risiko kehamilan akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia kandungan.

Namun, untuk melihat seberapa besar angka harapan hidup bayi, juga harus melihat kondisi kesehatan ibu hamil. Jadi, tidak semua kondisi ibu hamil bisa diseragamkan.

Ia memaparkan, “Pada dasarnya, risiko memang meningkat setiap minggu berikutnya, bahkan akan naik lebih cepat ketika sudah melewati 41 minggu. Tapi kondisi setiap kehamilan, kan, berbeda. Jika memang tidak ada komplikasi kehamilan, sebaiknya memang menunggu untuk mempertimbangkan induksi hingga 39 minggu.”

Vicky Flenady, direktur Center of Research Excellence in Stillbirth di Universitas Queensland, Australia, memiliki pendapat sama dengan Aaron. Risiko dan komplikasi memang akan meningkat untuk beberapa kasus tertentu. Namun, sebenarnya kehamilan masih bisa dinilai aman meski berusia lebih dari 37 minggu.

Usia kehamilan 37 minggu

Artikel terkait: 5 Cara mempercepat pembukaan saat melahirkan tanpa induksi medis

“Idealnya, melahirkan cukup bulan itu ketika kandungan berusia 41 minggu. Hal ini agar bayi yang dilahirkan sudah berkembang, terutama bagian otak yang memang sedang bertumbuh secara cepat menjelang akhir kehamilan,” jelas Vicky.

Vicky juga mengimbau, agar setiap ibu tidak terburu-buru untuk melakukan induksi persalinan hanya karena hasil penelitian yang mengatakan usia kehamilan lama berisiko tinggi untuk bayi. Pengecekan secara berkala kepada dokter terkait harus tetap dilakukan, karena kondisi setiap kehamilan berbeda-beda.

“Memang, ada beberapa keadaan di mana ibu hamil perlu induksi atau operasi caesar sebelum HPL, misalnya untuk mencegah kematian bayi karena komplikasi. Namun, jangan sampai melakukan induksi ketika belum saatnya. Itu hanya akan mengakibatkan kelahiran dini yang tidak perlu, ” tutup Vicky.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

***

Penelitian: Risiko komplikasi meningkat di usia kehamilan lebih dari 37 minggu

 

Cerita mitra kami
Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
Bahaya Plasenta Akreta, Cek Cara Mengatasinya di Sini!
Bahaya Plasenta Akreta, Cek Cara Mengatasinya di Sini!
Keputihan Banyak Saat Hamil 5 Minggu 5 Hari: Normal atau Berbahaya?
Keputihan Banyak Saat Hamil 5 Minggu 5 Hari: Normal atau Berbahaya?
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah

Referensi: Channel News Asia

Baca juga:

Mencegah Kelahiran Prematur

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Penelitian: Risiko komplikasi meningkat di usia kehamilan lebih dari 37 minggu
Bagikan:
  • Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

    Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

  • Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

    Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

  • Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
    Cerita mitra kami

    Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun

  • Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

    Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

  • Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

    Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

  • Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
    Cerita mitra kami

    Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam
India flag
India

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceLittle ReiTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Info Iklan
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti