Penyebab dan gejala Tortikolis pada bayi, jangan disepelekan Parents!

Penyebab dan gejala Tortikolis pada bayi, jangan disepelekan Parents!

Tortikolis dapat disebabkan karena posisi janin di dalam kandungan, simak selengkapnya yuk, Parents!

“Lho, kok, kepala bayiku terlihat miring sebelah ya. Apakah normal dan tidak bahaya?” Pernahkah Parents mempertanyakan hal yang sama, saat kepala bayi terlihat lebih miring ke satu sisi? Hati-hati, mungkin saja bayi mengalami tortikolis. Apa itu tortikolis pada bayi?

Pada bayi baru lahir, tortikolis dapat terjadi karena posisi di dalam rahim atau setelah bayi melalui persalinan yang sulit. Hal ini disebut sebagai kondisi tortikolis bayi atau congenital muscular torticollis.

Kondisi ini bisa membuat kepala bayi terlihat miring atau ia kesulitan memutar lehernya. Tetapi kebanyakan bayi tidak merasakan sakit meskipun sulit menggerakkan kepalanya ke sisi tertentu. Itulah mengapa gejala tortikolis pada bayi sulit dikenali.

Apa sih penyebab tortikolis pada bayi?

Menurut Kidshealth, tortikolis relatif merupakan kondisi umum pada bayi baru lahir. Baik anak laki-laki dan perempuan sama-sama cenderung bisa mengembangkan kondisi ini dan dapat muncul saat lahir atau membutuhkan waktu hingga 3 bulan untuk berkembang.

Tidak ada yang tahu mengapa beberapa bayi mengalami tortikolis. Namun, kebanyakan dokter percaya kondisi ini terkait dengan kram janin di dalam rahim atau posisi abnormal (seperti berada di posisi sungsang, di mana bokong bayi menghadapi jalan lahir). Penggunaan forsep atau alat penyedot untuk melahirkan bayi saat melahirkan bisa mempengaruhinya.

Hal-hal ini memberi tekanan pada otot sternokleidomastoid bayi (SCM). Otot besar seperti tali ini berjalan di kedua sisi leher dari belakang telinga ke tulang selangka. Tekanan ekstra pada satu sisi SCM dapat menyebabkannya mengencang, sehingga menyulitkan bayi untuk memutar lehernya.

Beberapa bayi dengan tortikolis juga mengalami displasia perkembangan panggul, kondisi lain yang disebabkan oleh posisi abnormal dalam rahim atau persalinan yang sulit.

Tortikolispada bayi

Tanda & gejala tortikolis pada bayi

Bayi dengan tortikolis akan terlihat seperti kebanyakan bayi lain kecuali saat ia menggerakkan lehernya, atau saat ia berguling atau tengkurap. Seorang bayi dengan tortikolis mungkin akan terlihat seperti:

  • memiringkan kepala ke satu arah (ini bisa sulit untuk dilihat pada bayi yang sangat muda)
  • lebih suka melihat Anda dari satu bahu daripada berbalik untuk mengikuti Anda dengan matanya
  • jika disusui, mengalami kesulitan menyusui di satu sisi (atau lebih suka satu payudara saja)
  • sulit untuk berbalik ke arah Anda dan merasa frustrasi ketika tidak dapat memalingkan kepalanya sepenuhnya

Beberapa bayi dengan tortikolis mengalami kepala datar (plagiocephaly positional) pada satu atau kedua sisi dan berbaring pada satu sisi di sepanjang waktu. Beberapa mungkin mengembangkan benjolan leher kecil atau benjolan, yang mirip dengan “simpul” pada otot tegang. Tetapi kondisi ini cenderung hilang ketika tortikolis membaik.

Treatment mengobati tortikolis pada bayi

Jika bayi terdeteksi menderita tortikolis, dokter mungkin mengajari Parents beberapa latihan peregangan leher untuk berlatih di rumah. Ini membantu melonggarkan SCM yang ketat dan memperkuat yang lebih lemah di sisi yang berlawanan (yang telah melemah karena kurang digunakan). Latihan ini akan membantu meluruskan leher bayi.

Kadang-kadang, dokter merekomendasikan membawa bayi ke terapis fisik untuk perawatan lebih lanjut. Setelah perawatan dimulai, dokter dapat memeriksa bayi setiap 2 hingga 4 minggu untuk melihat apakah tortikolis membaik.

Meskipun bisa disembuhkan, perlu diingat bahwa tortikolis tidak bisa dianggap sepele. Karena bila tidak segera diobati, kondisi tortikolis akan lebih sulit disembuhkan dan bayi berisiko tumbuh besar dengan kepala yang miring sebelah. Dan semakin lama ditangani semakin memiliki risiko komplikasi jangka panjang.

Cara melatih bayi dengan tortikolis

Nah, untuk mengobati tortikolis bawaan sejak lahir, Parents bisa melatih bayi untuk meregangkan otot lehernya saat berusia di bawah 3 bulan. Parents dapat menempatkan mainan pada sisi di mana bayi memutar kepala ke sisi yang berlawanan, mintalah Si Kecil untuk melihat atau meraih mainan tersebut.

Biasanya, dokter akan mengajari Parents beberapa gerakan untuk melatih peregangan otot leher bayi. Gerakan-gerakan yang diberikan biasanya berguna untuk memanjangkan otot leher bayi yang menegang atau pendek, serta menguatkan otot leher pada sisi yang satunya.

Pada bayi yang masih sangat kecil, biasanya hanya dibutuhkan latihan selama 4—6 bulan untuk mengembalikan posisi kepala yang miring. Sedangkan, pada bayi yang sudah agak besar, yaitu di atas satu tahun, biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama dan prosesnya pun lebih sulit.

Beberapa cara lain yang dapat Parents lakukan:

  • Ketika bayi ingin makan, tawarkan botol atau payudara Anda dengan cara yang mendorong bayi untuk berpaling dari sisi yang disukainya.
  • Saat menidurkan bayi, posisikan dia menghadap dinding. Karena bayi lebih suka melihat keluar ke ruangan, bayi Anda akan secara aktif berpaling dari dinding dan ini akan meregangkan otot leher yang kencang. Ingat – selalu taruh bayi Anda tidur terlentang untuk membantu mencegah SIDS.
  • Saat bermain, tarik perhatian bayi Anda dengan mainan dan suara untuk membuatnya berputar ke dua arah.

Tapi ingat ya, Parents, sebelum melakukan latihan ini sendiri di rumah, konsultasikan kondisi bayi dengan dokter terlebih dahulu.

 

Referensi: Kidshealth, WebMD, Helodoc

Baca juga: 

5 Cara melatih bayi tengkurap, mudah dan menyenangkan!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner