Waspada jika napas bayi seperti ini, kenali gejalanya!

lead image

Gejala susah bernafas yang dialami bayi seringkali mengindikasikan risiko penyakit serius. Bunda harus berhati-hati jika si kecil menunjukkan hal ini!

Beberapa gejala kesehatan yang kerap dialami anak memang seringkali membuat Bunda khawatir. Mulai dari demam, hingga susah bernafas. Gejala susah bernafas pada bayi adalah indikator kesehatan yang paling dicemaskan, mengingat beberapa risiko penyakit bisa terjadi, seperti bronkiolitis, dan penyakit serius lainnya.

Itulah sebabnya sebagai orangtua, Bunda  tidak boleh mengabaikan gejala sesak atau susah bernafas pada bayi, yang bisa mengindikasikan kemungkinan komplikasi.

Susah bernafas pada bayi seringkali menunjukkan gejala flu yang tidak terdeteksi

Charlie O’Brien, seorang ibu, blogger, sekaligus penyiar dari Inggris mengunggah sebuah video untuk  memperingatkan para orangtua bagaimana mendeteksi gejala flu yang berisiko pada bayi.

Meskipun telah diunggah tahun lalu, video tersebut masih tetap populer karena besar manfaatnya bagi para orangtua bayi yang baru lahir.

Saat itu, bayinya, Luna yang berusia 4 minggu mengalami susah bernafas. Menurut Charlie sang ibu, Luna bernapas lebih cepat dari biasanya dan lubang hidungnya sedikit melebar.

Ketika ia membuka pakaian bayinya, jelas ada sesuatu yang salah. Si bayi kecil Luna menarik napasnya lebih cepat, jauh lebih cepat dari pernapasan normal.

Melihat hal itu, Charlie menyadari ada sesuatu yang salah pada Luna dan membawa bayinya ke dokter. Di sana, ia diberitahu bahwa bayi kecilnya menunjukkan gejala masalah pernapasan yang serius.

Simak video berikut saat sang bayi menunjukkan cara bernapas yang aneh:

 

Menurut Dr Kristin Dean, Associate Medical Director dari Doctor on Demand, cara aneh Luna bernapas disebut retraksi.

“Retraksi terjadi ketika seorang bayi harus melatih otot-otot iga atau lehernya untuk bernapas, yang merupakan tanda bahwa seorang bayi harus bekerja lebih keras daripada biasanya untuk bernapas,” ungkap Dr. Dean.

Awal mula bayi susah bernafas

sulit bernafas 2 Waspada jika napas bayi seperti ini, kenali gejalanya!

Dua hari yang lalu sebelum video itu diambil, Charlie mencurigai bahwa Luna sedang sakit ketika mereka sedang menjalani sebuah pemotretan. Ia merekam video tersebut agar bisa ditunjukkan pada dokter apa yang dialami bayi kecilnya untuk diagnosis yang tepat.

Sang ibu yang khawatir dengan keadaan bayinya, akhirnya membawa Luna ke rumah sakit. “Saya khawatir dengan penyakit Bronchiolitis, karena anak kami sebelumnya pernah memilikinya,” ungkap Charlie. Saat itu, ia menunggu beberapa jam sampai tim medis akhirnya memastikan gejala Luna membaik.  

Pada hari ia merekam video viral itu, Charie memang menyadari bahwa Luna sangat tenang dan tidak aktif sepanjang hari. Lalu ketika ia melepas onesie yang dipakai anaknya, dia menyadari ada sesuatu yang salah.

Ia mengenang kejadian itu:

“Saya sedang mengamatinya tidur di sebelah saya dan menyadari ada hal aneh. Saya pun membuka kancing pakaian bayi saya dan ini yang saya lihat.

Gerakan tulang rusuknya sangat berat saat bernapas. Ini adalah tanda bahwa Anda perlu membawa bayi atau anak Anda ke rumah sakit.

Dia menderita bronchiolitis dan kadar oksigennya sangat rendah. Untungnya, setelah satu malam menggunakan oksigen, kondisi dan pemulihannya sangat baik. ”

Bronchiolitis terjadi ketika virus pernapasan syncytial menginfeksi saluran udara. Penyakit ini disertai dengan gejala ringan yang mirip dengan flu pada orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua. Namun, pada bayi bronchiolitis bisa membahayakan dan berpotensi mengancam jiwa.

Respiratory syncytial virus (RSV) adalah kuman biasa yang tersebar di lingkungan kita, melalui partikel udara ketika seseorang batuk atau bersin. Virus ini juga bisa menyebar ketika Anda menyentuh pasien yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi olehnya.

Artikel terkait: Napas Bayi Bunyi grok-grok, Normalkah?

Para ahli memuji tindakan Charlie, kuncinya adalah tetap tenang

Jika bayi Anda mengalami kondisi ini, Dr. Dean menyarankan agar para orangtua segera berkonsultasi dengan profesional medis.

“Retraksi dapat terjadi antara tulang rusuk, di bawah tulang dada atau di daerah sekitar tulang leher seperti yang terlihat dalam video tersebut,” Dr. Dean mengingatkan.

Diana Spalding, seorang perawat pediatrik juga setuju dengan hal ini. Dia menyarankan agar orangtua tetap tenang jika mereka melihat anak mengalami susah bernafas seperti retraksi.

Disarankan, untuk segera menelepon nomor darurat jika bayi mengalami mengi, napas terengah-engah, atau mengalami retraksi yang parah.

Selain tidak panik, Diana mengatakan bahwa penting untuk mendengarkan intuisi diri Anda sendiri. “Orangtua memiliki intuisi yang dalam tentang anak-anak mereka, dan saya selalu mendorong mereka untuk bertindak berdasarkan intuisi tersebut.”

Sejak video diunggah, orangtua lainnya juga bisa belajar dari pengalaman Charlie. Mereka menghubungi Charlie dan mengatakan bahwa mereka mempercayai naluri mereka sebagai ibu dan langsung mencari bantuan medis ketika bayi mereka menunjukkan gejala serupa.

“Saya sangat senang membagikan video jika itu membantu keluarga lain,” ungkap Charlie.

 

Bunda, sebaiknya konsultasikan dengan medis jika Anda menemukan sesuatu yang tidak normal dengan si kecil. Terutama saat anak susah bernafas.

Jangan takut untuk mempercayai naluri Anda ya, Bun!

 

Dilansir dari artikel Kevin Wijaya Oey di theAsianparent Singapura
Baca juga: 

Ini 4 gejala pada bayi baru lahir yang tak perlu bikin Anda panik