TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

5 Fakta RA Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan yang Meninggal di Usia Muda

Bacaan 5 menit
5 Fakta RA Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan yang Meninggal di Usia Muda

Ternyata ini fakta menakjubkan RA Kartini, pejuang emansipasi wanita, seperti apa?

GENERATOR NAMA BAYI

Generator Nama Bayi, gunakan tools generator ini untuk menambah inspirasi Anda dalam mencari nama yang cocok untuk si buah hati.

Jenis Kelamin

Preferensi Nama Depan

Preferensi Nama Belakang

Parents, setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Sudahkah Anda mengetahui fakta seputar sosok Kartini?

Seperti telah diketahui, Raden Ajeng Kartini merupakan seorang pahlawan nasional yang berjuang membela hak kaum perempuan.

Melalui pemikirannya dalam bentuk tulisan, Kartini membahas isu seputar kaum perempuan agar dapat memperoleh kebebasan serta kesamaan hak dengan laki-laki dalam mengenyam pendidikan.

RA Kartini lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879 yang berasal dari keluarga kelas priyayi Jawa. Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat merupakan seorang Bupati Jepara. Sedangkan ibunya M.A Ngasirah, berasal dari keluarga dengan nilai agama nan kental.

Kendati sudah tiada, sosoknya sebagai pelopor emansipasi perempuan terus dikenang hingga saat ini. Tak diketahui banyak orang, berikut sekelumit fakta menarik tentang Kartini!

Artikel Terkait: Inspiratif! Ini 6 Sifat Teladan Kartini yang Bisa Diajarkan pada Si Kecil

Fakta Tentang Sosok Kartini

Daftar isi

  • 1. Menentang Feodalisme
  • 2. Fasih Berbahasa Belanda
  • 3. Menolak Mencium Kaki Suami
  • 4. Mendirikan Sekolah Kartini
  • 5. Meninggal di Usia Muda

1. Menentang Feodalisme

Fakta Tentang Sosok Kartini

Faktanya, Kartini mewarisi darah biru dari sang ayah yang merupakan Bupati Jepara.

Sementara ibunya Ngasirah hanyalah garwa ampil (selir) karena berasal dari rakyat biasa, bukan keturunan ningrat.

Karena aturan feodal yang kental, ia diwajibkan memanggil ibunya sendiri “Yu” dari kata “Mbakyu” (kakak perempuan), sedangkan ibunya memanggil dirinya “Ndoro” (panggilan untuk bangsawan Jawa).

Ngasirah harus berlaku sopan-santun terhadap anaknya sendiri, bahkan jika lewat di hadapan Kartini ibunya sendiri harus berjalan membungkuk.

Tak ingin terbelenggu, Kartini perlahan membebaskan diri dari adat dan menularkannya dimulai dari lingkungan rumah.

Kartini melarang adik-adiknya berjalan jongkok, menyembah, menunduk dan bersuara pelan ketika berbicara dengannya. Ia pun membebaskan adiknya untuk memanggilnya dengan nama saja.

Bahkan, Kartini juga menolak penyematan Raden Adjeng di depan namanya. Bukan tanpa alasan, ia akan dipisahkan dari sang ibu jika mengenakan atribut tersebut.

Artikel terkait: 7 Fakta Perawat RS Siloam Dianiaya Keluarga Pasien hingga Luka-luka

2. Fasih Berbahasa Belanda

5 Fakta RA Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan yang Meninggal di Usia Muda

Karena Kartini perempuan, ia pun sulit menerima pendidikan formal pada masanya. Keharusan menyelesaikan pendidikan formal kemudian datang dari sang ayah, karena setelah Kartini selesai pendidikan sekolah dasar, Kartini akan dipingit.

Memasuki usia 12 tahun, Kartini bersekolah di Europese Lagere School (ELS). Di sekolah inilah Kartini mulai belajar Bahasa Belanda.

Sekolah ini membuat Kartini tertarik dengan pemikiran perempuan Belanda yang sangat maju.

Dari sinilah timbul niat untuk memajukan perempuan pribumi yang kala itu berada di status sosial rendah.

Semasa sekolah, Kartini rajin membaca buku dan ragam surat kabar berbahasa Belanda. Kebiasaan ini membuat Kartini mahir bahasa Belanda.

5 Fakta RA Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan yang Meninggal di Usia Muda

Sumber: Instagram @sandy_el_de_weiss

Kemampuan berbahasa Belanda dimanfaatkan Kartini untuk berkirim surat dengan koresponden di Belanda.

Surat berisi sejumlah pemikiran hingga kondisi perempuan di Indonesia yang amat terkekang. 

Selain feodal Jawa yang amat ia tentang, Kartini turut menyuarakan kaum perempuan yang sangat sulit mendapat pendidikan.

Kartini mengusulkan agar perempuan bisa meraih pendidikan hingga kejuruan.

Cara menulis yang indah dan progresif membuat suara Kartini akhirnya sampai ke telinga pejabat dan bangsawan Belanda.

Berkat kefasihan dan tata bahasa yang indah, sejumlah orang Belanda bahkan ragu surat yang dialamatkan kepada sahabat pena murni ditulis oleh Kartini. Namun setelah diteliti, itu memang asli tulisan Kartini sendiri.

Artikel terkait: Sering Diburu Saat Ramadan, Ini 10 Fakta Kurma Ajwa

3. Menolak Mencium Kaki Suami

Fakta Tentang Sosok Kartini

Sejak kecil, tak disangka Kartini ternyata sudah hidup di pusaran kepedihan poligami.

Dia menyaksikan ibunya sendiri yang menjadi korban poligami ayahnya.

Cerita mitra kami
Baby HUKI Ajak Bunda Pintar Playdate bersama Nikita Willy dan Issa, Bagikan Tips Bonding Sehat dengan si Kecil
Baby HUKI Ajak Bunda Pintar Playdate bersama Nikita Willy dan Issa, Bagikan Tips Bonding Sehat dengan si Kecil
Cerita Lucu Kuncir Rambut Sarwendah dan Si Bungsu Thania Bikin Netizen Terhibur
Cerita Lucu Kuncir Rambut Sarwendah dan Si Bungsu Thania Bikin Netizen Terhibur
3 Alasan Penting Beli Rumah Idaman untuk Keluarga harus Jadi Prioritas
3 Alasan Penting Beli Rumah Idaman untuk Keluarga harus Jadi Prioritas
Jadi Orangtua Baru, Ini 5 Tips Parenting Positif Ala Irish Bella
Jadi Orangtua Baru, Ini 5 Tips Parenting Positif Ala Irish Bella

Ketika sang ayah akan menjabat sebagai bupati, syarat yang harus dilakukan adalah menikah dengan darah biru yakni putri dari Raja Madura.

Ngasirah yang bukan permaisuri hanya boleh tinggal di bagian belakang istana atau rumah. Sayangnya, ketika usianya menginjak 24 tahun dirinya harus merasakan kepedihan yang sama.

Kartini terpaksa bersedia dinikahi bangsawan yaitu Bupati Rembang Raden Adipati Djojo Adiningrat yang kala itu memiliki dua orang selir.

5 Fakta RA Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan yang Meninggal di Usia Muda

Sumber: Instagram @sandy_el_de_weiss

Setelah melewati pertimbangan yang sangat matang dan menelisik calon suaminya, Kartini akhirnya bersedia dimadu. Ditambah dengan kondisi kesehatan ayahnya yang semakin memburuk setelah terkena serangan jantung.

Namun, sebelum menikah Kartini mengajukan sejumlah syarat. Ia ingin diperbolehkan mendirikan sekolah untuk anak perempuan, diperbolehkan mengajar, dan menggapai cita-citanya menjunjung harkat dan martabat perempuan.

Selain itu, Kartini juga menolak ritual cium kaki suami yang merupakan kelaziman dalam upacara pernikahan feodal Jawa.

4. Mendirikan Sekolah Kartini

Fakta Tentang Sosok Kartini

Perjuangan Kartini tidak berhenti setelah dirinya menikah dengan Raden Adipati Djojo Adiningrat. Kendati bukan satu-satunya, ia sedikit beruntung karena suaminya sangat mendukung cita-citanya akan pendidikan perempuan.

Inilah awal mula didirikannya Sekolah Kartini atau disebut Kartini School, yaitu sekolah khusus perempuan milik Yayasan van Deventer.

Sekolah itu didirikan sebagai bentuk kekaguman Conrad Theodore van Deventer, seorang tokoh politik etis yang juga seorang ahli Hukum Belanda terhadap sosok Kartini.

Sekolah tersebut pertama kali didirikan di Semarang pada 1912.

5 Fakta RA Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan yang Meninggal di Usia Muda

Sumber: Instagram @balikpapansosialita

Cabang Sekolah Kartini lalu merambah kota besar di Pulau Jawa antara lain Surabaya, Yogyakarta, Madiun, Malang, Cirebon, Bogor, dan beberapa daerah lainnya.

Uang pendirian Sekolah Kartini dihasilkan dari penjualan buku kumpulan surat-suratnya yang diterbitkan teman-temannya di seantero Belanda.

Buku yang berisi kumpulan surat itu diberi nama Door Duisternis Tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang).

Buku itu meraih sukses besar di kalangan publik Belanda lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu, Inggris, Indonesia, Sunda, dan Jawa.

Artikel terkait: Rayakan Hari Kartini, Tonton 6 Film Bertema Kartini dan Emansipasi Wanita Ini, Yuk!

5. Meninggal di Usia Muda

5 Fakta RA Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan yang Meninggal di Usia Muda

Sayangnya, perjuangan Kartini harus usai begitu cepat. Kartini meninggal di usia yang terbilang sangat muda, yakni 25 tahun. Ia meninggal beberapa hari setelah melahirkan.

Dari hasil pernikahannya dengan Raden Adipati Djojo Adiningrat, Kartini dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Soesalit Djojoadhiningrat pada 13 September 1904.

Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. Kendati sudah meninggal, api perjuangan Kartini masih terasa dan berlanjut sampai sekarang.

Artikel Terkait: Kisah RA Kartini, Meninggal Setelah Melahirkan karena Preeklampsia

Demikian fakta tentang sosok Kartini, semoga informasi ini menginspirasi Anda untuk mencapai cita-cita setinggi mungkin.

***

Baca Juga:

6 Fakta Yuyun Sukawati Jadi Korban KDRT, Dicekik dan Dipukul Sampai Babak Belur

Ini 5 Fakta Pangeran Philip Suami Ratu Elizabeth II

5 Fakta Meninggalnya Adiguna Sutowo, Pengusaha Sekaligus Mertua Dian Sastro

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Hiburan
  • /
  • 5 Fakta RA Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan yang Meninggal di Usia Muda
Bagikan:
  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

    15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

  • 30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

    30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

    15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

  • 30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

    30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti