TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Post Infidelity Stress Disorder (PISD), Luka Psikis Akibat Perselingkuhan

Bacaan 4 menit
Mengenal Post Infidelity Stress Disorder (PISD), Luka Psikis Akibat Perselingkuhan

Perselingkuhan bisa menyebabkan seseorang mengalami PSID, kenali gejalanya berikut ini!

Saat mendapati pasangan selingkuh, seseorang mungkin akan mengalami gejolak perasaan yang tidak terjelaskan, seperti mati rasa, perasaan di luar kendali, hingga merasa gila. Hal tersebut merupakan bentuk dari Post Infidelity Stress Disorder (PISD), sebuah luka psikis akibat perselingkuhan. 

Perasaan semacam itu seringkali dialami oleh korban perselingkuhan sebagai reaksi atas situasi abnormal yang berbeda dari yang selama ini dirasakan. Oleh karenanya, perlu diketahui lebih dalam tentang penyebab, gejala, dan cara mengatasinya agar bisa melanjutkan hidup dengan perasaan yang lebih tenang. 

Apa Itu Post Infidelity Stress Disorder (PISD)? 

Mengenal Post Infidelity Stress Disorder (PISD), Luka Psikis Akibat Perselingkuhan

Sumber : unsplash

Perselingkuhan dalam hubungan tidak hanya menghancurkan fisik tetapi juga emosional korbannya. Mengutip Psychology Today, gejolak emosi setelah mengalami perselingkuhan. disebut sebagai Post-Infidelity Stress Disorder (PISD). 

Psikolog Dennis Ortman, penulis Transcending Post-Infidelity Stress Disorder, mengungkapkan PSID mirip dengan gangguan stres pasca-trauma atau Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Pertama, orang yang mengalami PTSD seringkali mengingat kembali hal-hal traumatis dalam hidupnya, seperti kecelakaan hingga pelecehan seksual yang pernah dialaminya. Demikian juga dalam PSID, orang yang mengalaminya akan terus mengingat pengkhianatan yang dilakukan pasangannya. Imbasnya, dia mungkin akan berpikir ulang untuk menjalin hubungan baru atau bertemu pasangan lain. 

Gejala PTSD yang kedua adalah mati rasa. Hal ini juga terlihat dalam PISD. Kemarahan atau  keterkejutan setelah menemukan perselingkuhan justru memunculkan rasa hampa atau bahkan tanpa emosi.

Selanjutnya orang yang mengalami PSID juga mungkin bisa mengalami insomnia, pola tidur menjadi tidak menentu dan sulit konsentrasi. Hal ini mungkin akan  mempengaruhi performa kerja dan kehidupan keluarga.

Artikel terkait : Mengatasi Stres Menurut Tipe Kepribadian

Gejala Gangguan Stres Pasca Perselingkuhan

Mengenal Post Infidelity Stress Disorder (PISD), Luka Psikis Akibat Perselingkuhan

Sumber : unsplash

PSID merupakan reaksi pascaperselingkuhan yang membuat orang enggan untuk memulai hubungan kembali.  Mengutip Perspective of Troy, gejala PSID sama seperti PTSD, yakni: 

1. Pikiran yang tidak diinginkan muncul secara tiba-tiba (Intrusi)

Tanda-tandanya kadang mengalami kilas balik pengalaman traumatis, mimpi, dan obsesi. Misalnya saat seseorang menonton TV atau mendengar lagu, tiba-tiba pikiran mengingat tentang rasa sakit pengkhianatan. Hal ini mungkin membuat penderitanya memegang tangan dengan kencang, napas, terobsesi, bahkan merasa di luar kendali. Menjadi gila bahkan tidak mengenali diri sendiri. 

2. Membatasi Diri 

PSID seringkali memunculkan Emotional Constriction atau penyempitan emosi yang menghambat pikiran, perasaan, dan aktivitas karena selalu mengingat pengkhianatan.  Bentuknya seperti mati rasa, penarikan diri dari orang lain dan tidak menunjukkan minat pada hubungan baru, penghindaran pada aktivitas normal atau yang biasa dilakukan.

3. Hyperarousal

post infidelity stress disorder

Sumber : unsplash

Hyperarousal merupakan sekelompok gejala yang dialami oleh penderita PTSD. Penderita PSID mungkin juga mengalami hal ini. Contohnya lekas marah, ledakan kemarahan, kesulitan tidur, kesulitan berkonsentrasi, dan perubahan pola makan.  Selain itu, mereka jadi paranoid dan waspada sebagai bentuk perlindungan diri karena takut perselingkuhan terulang kembali. 

Artikel terkait : Cara Menghilangkan Stres

Cara Mengatasi Post Infidelity Stress Disorder 

post infidelity stress disorder

Sumber : unsplash

Meminta bantuan ahli seperti psikolog menjadi cara terbaik untuk mengatasi PSID. Namun, beberapa cara berikut ini mungkin bisa membantu mengatasinya.

1. Menormalisasikan Pengalaman 

Saat ingin mengambil langkah baru untuk menerima kenyataan, pikiran obsesif mungkin muncul. Percayalah bahwa hal ini  merupakan reaksi normal terhadap trauma.  

2. Mengidentifikasi Pemicu Post Infidelity Stress Disorder

Cobalah untuk mengidentifikasi ‘pemicu’ PSID kemudian validasi pengalaman tersebut. Hal ini bisa membantu diri untuk bersiap menghadapi pemicu tersebut. 

3. Alihkan Pikiran Kepada Hal yang Lebih Positif 

Bayangkan pikiran sebagai sesuatu yang dapat dikontrol dengan remote control. Setiap kali pikiran dipenuhi kilasan tentang perselingkuhan, segera ganti kenangan yang positif. 

4. Alihkan Kemarahan ke Pikiran yang Lebih Tenang

Ketika pikiran dipenuhi emosi atau Kemarahan, cobalah pikirkan kembali apa tujuan di balik kemarahan tersebut. Renungkan dan pikirkan, apakah hal tersebut membantu mengatasi situasi. 

Artikel terkait : Stres Mengganggu? Lakukan 8 Cara Alami dan Mudah ini untuk Mengatasinya

5. Cobalah  Menenangkan Diri 

Alih-alih melawan ingatan menyakitkan cobalah untuk menghadapinya dengan menenangkan diri.  Caranya dengan mengambil pernapasan diafragma dalam, relaksasi otot progresif, olahraga, makan makanan seimbang, pijat, meditasi, doa, beribadah, atau hal lain yang bisa menyenangkan diri. 

6. Cari Dukungan, Jangan Mengisolasi Diri

Setelah dikhianati, mereka justru mengisolasi dan menarik diri dari orang lain karena berbagai alasan. Ini juga yang kerap dilakukan oleh orang yang mengalami PTSD. Menghadapinya sendiri tak akan membuat keadaan semakin membaik. Penting untuk mencari dukungan orang lain yang positif untuk membantu proses penyembuhan. Dukungan positif dapat membantu terlepas dari perasaan traumatis dan luka batin. 

Tentu saja yang paling tepat adalah dengan melakukan konseling dengan ahli. Mereka anak membantu penderita PSID menemukan cara untuk sembuh. 

Cerita mitra kami
5 cara menjaga daya tahan tubuh anak di musim pancaroba
5 cara menjaga daya tahan tubuh anak di musim pancaroba
Nebulizer, Cara Terbaik Ringankan Batuk Pilek Serta Gangguan Pernapasan pada Anak
Nebulizer, Cara Terbaik Ringankan Batuk Pilek Serta Gangguan Pernapasan pada Anak
Anak lebih sehat sarapan dengan sereal gandum utuh, menurut ahli gizi
Anak lebih sehat sarapan dengan sereal gandum utuh, menurut ahli gizi
Perhatikan 3 Hal yang Bikin Anak Gampang Sakit Saat Perubahan Cuaca
Perhatikan 3 Hal yang Bikin Anak Gampang Sakit Saat Perubahan Cuaca

Itulah penjelasan tentang PSID, semoga bermanfaat dan menambah wawasan! 

POST INFIDELITY STRESS DISORDER: CAUSES, SYMPTOMS AND TREATMENTS

https://www.perspectivesoftroy.com/2020/10/07/post-infidelity-stress-disorder-causes-symptoms-and-treatments/

Love Is War: Post Infidelity Stress Disorder

https://www.psychologytoday.com/us/blog/talking-about-trauma/201503/love-is-war-post-infidelity-stress-disorder

***

Baca juga :

Tips Mengatasi Stres Pada Anak

Sering Dianggap Remeh, Ini Cara Menghilangkan Stres!

Pemicu dan Cara Menghilangkan Stres Menurut Dr. Sonia Lupien

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Faizah Pratama

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Mengenal Post Infidelity Stress Disorder (PISD), Luka Psikis Akibat Perselingkuhan
Bagikan:
  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti