Waspadai gejala polio pada anak, ini aturan vaksin yang wajib diketahui

Waspadai gejala polio pada anak, ini aturan vaksin yang wajib diketahui

Polio pada anak bisa berakibat fatal bagi kelangsungan tumbuh kembangnya. Cegah dengan anjuran dosis vaksin berikut ini yuk!

Polio atau poliomyelitis merupakan suatu penyakit virus menular yang menyerang saraf hingga bisa menyebabkan kelumpuhan secara permanen, sulit bernafas, bahkan hingga menyebabkan kematian. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa pun dari segala usia, namun polio pada anak lebih sering ditemui dibandingkan pada orang dewasa.

Rentan terjadi di usia belia, sebaiknya Parents mewaspadai gejalanya serta melakukan pencegahan dengan melakukan vaksin.

Artikel terkait : Kenapa harus vaksin? Dokter Apin jelaskan pentingnya imunisasi untuk bayi

Penyebab polio pada anak yang perlu diwaspadai

Penyakit ini disebabkan karena virus yang ditularkan melalui kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi virus. Selain itu, penyebaran juga bisa terjadi melalui kontak makanan dan air.

Virus satu ini hidup di saluran tenggorokan dan usus. Seseorang yang menderita polio bisa menyebarkan virus ini selama berminggu-minggu karena terdapat dalam kotorannya. Virus ini akan lebih mudah menular pada orang yang belum pernah vaksin polio sebelumnya.

polio pada anak

Gejala polio pada anak

Seseorang yang menderita polio seringkali tidak menyadari karena gejala yang dirasakan samar atau mirip sakit ringan biasa. Namun seseorang yang sudah terkena virus walau tak menimbulkan gejala tetap bisa menularkannya pada orang lain.

Polio terbagi menjadi dua jenis yakni polio yang tidak menimbulkan kelumpuhan (nonparalisis) dan polio yang menimbulkan kelumpuhan (paralisis).

Pada polio nonparalisis ada berbagai gejala yang sebaiknya diwaspadai, diantaranya :

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Muntah
  • Kelelahan
  • Kaku atau nyeri punggung
  • Nyeri leher atau kekakuan
  • Kaku atau nyeri di lengan atau kaki
  • Kelemahan otot

polio pada anak

Pada polio paralisis, kondisi dan gejalanya mirip dengan kondisi polio nonparalisis.

Biasanya gejala awal kondisi ini ialah demam dan sakit kepala. Hanya saja dalam satu minggu biasanya muncul gejala-gejala seperti :

  • Hilangnya refleks
  • Nyeri atau kelemahan otot yang parah
  • Tungkai dan tangan terasa lemah

Komplikasi dari polio ini cukup serius mulai dari kecacatan, kelainan tungkai, hingga kelumpuhan sementara maupun permanen.

Sindrom pasca-polio

Post-polio syndrome adalah gejala-gejala melumpuhkan yang dialami berulang kali dan bisa memengaruhi selama bertahun-tahun. Beberapa gejala yang bisa dirasakan antara lain :

  • Kelemahan dan nyeri otot progresif atau persendian
  • Kelelahan
  • Pengecilan otot (atrofi)
  • Masalah pernapasan atau menelan
  • Gangguan pernapasan terkait tidur, seperti sleep apnea
  • Menurunnya toleransi pada suhu dingin

Artikel terkait:Tangan kanan mendadak lumpuh, bayi terserang penyakit langka mirip polio

Pentingnya vaksin Polio pada anak

polio pada anak

Cara untuk mencegah penyakit ini terjadi pada si kecil adalah dengan memberikan vaksin sesuai dengan jadwal. Ada dua jenis vaksin polio yang seringkali diberikan, yakni vaksin secara oral atau Oral Polio Vaccine (OPV) dan vaksin polio tidak aktif atau Inactivated Polio Vaccine (IPV).

Seperti namanya, OPV diberikan secara oral atau diteteskan ke mulut si kecil, sedangkan IPV disuntikkan ke lengan atau tungkai. OPV mengandung virus polio yang dilemahkan sedangkan IPV menggunakan virus yang memang tidak aktif lagi.

Artikel terkait : Pengalaman Melahirkan dari Seorang Ibu Penyandang Polio

Agar perlindungannya maksimal, vaksin sebaiknya diberikan sejak bayi lahir. Beberapa jadwal yang disarankan antara lain :

  • Saat bayi lahir
  • Ketika bayi berusia 2 bulan
  • Usia 3 bulan
  • Saat bayi berusia 4 bulan
  • Usia 18 tahun (vaksin polio booster)

Vaksin polio yang terlambat diberikan tak perlu diulang kembali dari awal ya Parents. Anda dapat tetap melanjutkan hingga dosisnya tepat.

Pasca vaksin

Seperti vaksin dan obat pada umumnya, vaksin polio juga berisiko memicu alergi pada si kecil, namun tak perlu khawatir, risiko lainnya kemungkinan kecil terjadi. Oleh karena itu disarankan untuk menunda pemberian vaksin polio bila kondisi si kecil sedang tidak fit.

Setelah vaksin, seringkali anak mengalami nyeri atau demam. Khusus vaksin IPV biasanya bintik merah bekas suntikan bisa terasa lebih nyeri. Bila ini terjadi Anda bisa konsultasikan dengan dokter, ya.

Nah Parents yuk cegah penyakit ini dengan melakukan vaksin dengan dosis dan waktu yang tepat.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Sumber : Mayo Clinic, Alodokter

Baca Juga :

Dikira hanya flu biasa, anak ini mengalami penyakit saraf akut mirip polio!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

nisya

Editor

Fitriyani

app info
get app banner