TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Perlukah Obat Penurun Panas Diberikan Setelah Anak Vaksin?

Bacaan 4 menit
Perlukah Obat Penurun Panas Diberikan Setelah Anak Vaksin?

Anak demam setelah mendapatkan vaksinasi atau imunisasi sering membuat risau para orangtua. Namun jangan terburu-buru memberikan obat penurun panas ya, Parents.

Demam ringan setelah vaksinasi atau imunisasi adalah hal yang umum pada anak-anak. Ini tidak berarti anak Anda memiliki masalah serius.

Sebuah penelitian menemukan bahwa pemberian obat penurun panas untuk mencegah demam setelah anak vaksin malah akan membuat vaksin yang diberikan bekerja kurang efektif.

Namun, pemberian parasetamol atau ibuprofen dapat dilakukan jika anak dalam kondisi tertentu.

Kapan harus memberikan obat penurun panas saat anak demam karena vaksin?

Jika setelah vaksin anak demam di atas suhu 38.5°C, Parents bisa berikan parasetamol atau ibuprofen untuk membantu meringankan rasa tidak nyaman yang dirasakan anak.

Perlu diingat, parasetamol atau ibuprofen memang bisa menurunkan suhu tubuh anak, tetapi tujuannya bukan untuk mengembalikan ke suhu tubuh normal. Karena demam fungsinya membantu sistem kekebalan tubuh yang sedang bekerja.

Selain itu, berikan obat penurun panas tersebut dengan dosis yang tepat, sesuai saran dokter atau apoteker. Jangan memberikan lebih dari dosis maksimum yang direkomendasikan.

Jika demam tetap tinggi setelah 2 hari, segera bawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

 

Referensi: Nps.org, BabyCenter.

Baca juga:

Bagaimana Jika Pemberian Imunisasi Dasar Terlambat ?

Vaksin adalah salah satu cara untuk melindungi diri dari penyakit yang mungkin saja diakibatkan oleh lingkungan sekitar. Pemberian vaksin juga akan melindungi si kecil dari banyaknya penyakit yang berabahya. Vaksin sendiri adalah salah satu obat yang terbuat dari bibit penyakit yang telah dilemahkan dan tidak menimbulkan penyakit. Terbuat dari bibit penyakit, vaksin diberikan untuk merangsang kekebalan tubuh. Mari simak ulasan selengkapnya berikut.

Pemberian Obat Penurun Panas Setelah Pemberian Vaksin

Deman ringan setelah vaksinasi adalah hal yang umum pada anak anak. Hal ini bukanlah masalah yang serius sehingga Anda bisa tetap tenang mendapati si kecil memiliki suhu badan yang panas. Sebuah penelitian menemukan jika Anda memberikan obat pereda panas setelah anak vaksinasi justru akan membuat vaksin yang diberikan bekerja kurang efektif. Namun pemberian prasetamol atau ibuprofen bisa dilakukan jika anak dalam kondisi tertentu.

ini Perlukah Obat Penurun Panas Diberikan Setelah Anak Vaksin

Perlu diingat bahwa Anda akan membutuhkan beberapa keadaan yang memungkinkan untuk memberikan vaksin pada anak jika suhu anak diatas 38,5 celcius. Anda bisa memberikan parasetamol atau ibuprofen untuk membantu meringankan rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh si kecil. Namun perlu diingat jika fungsi dari pemberian parasetamol dan ibuprofen ini untuk membantu menurunkan suhu tubuh anak.

Sehingga anak akan memiliki suhu yang normal seperti awal. Fungsi pemberian vaksin sendiri adalah untuk membantu sistem kekebalan tubuh yang sedang bekerja. Selain itu Anda juga meberikan obat penurun panas dengan dosis yang tepat, sesuai dengan saran dokter atau apoteker. Jangan memberikan lebih dari dosis maksimum yang direkomendasikan karena akan berdampak buruk bagi anak.

Apabila demam masih terasa selama dua hari pemberian obat penurun panas, Anda bisa langsung membawa anak ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Sehingga anak akan terhindar dari beragam penyakit yang mungkin saja akan dialami karena demam yang tinggi tersebut.

ini Kapan-Anak-Perlu-Mendapatkan-Vaksin-Cacar

Manfaat Pemberian Vaksin Untuk Anak

Ada beberapa manfaat yang diperoleh oleh tubuh saat menggunakna vaksin untuk tubuh. Salah satunya adalah mencegah penyebaran penyakit. Bukan hanya untuk melindungi seseorang dari penyakit, pemberian vaksin juga mampu mencegah terjadinya penyebaran penyakit. Misalnya saja difteri yang dapat menular melalui percikan air ludah, batuk dan bersih.

Pemberian vaksin juga diyakini juga dapat melindungi resiko cacat dan kematian. Jika seorang ibu hamil terkena virus rubella atau campak, maka besar kemungkinan potensi janin di kandunganya terjangkit penyakit yang sama. Untuk itulah kehadiran vaksin yang masuk dalam tubuh ibu ini berfungsi untuk melindungi janin dari risiko cacar dan kematian virus rubella.

ini imunisasi Perlukah Obat Penurun Panas Diberikan Setelah Anak Vaksin

Sudah banyak orang tahu jika vaksin sangat bagus untuk membaut daya tahan tubuh lebih kuat. Pemberian vaksin ini juga sekaligus meningkatkan anti bodi tubuh seseorang. Hal ini tentu sangat berguna untuk fungsi kesehatan Anda dan tidak cepat terjangkit penyakit. Bisa dibayangkan jika anti bodi yang lemah ini juga akan membuat tubuh gampang terkena penyakit. Tak tanggung tanggung penyakit yang tersebar akan berdampak untuk waktu yang pajang.

Itulah beberapa pembahasan mengenai vaksin yang baik untuk kesehatan si kecil. Anda bisa memberikan vaksin untuk si kecil agar anak memiliki tubuh yang kuat dan daya tahan tubuh yang bagus. Selalu lindungi pula anak dari lingkungan yang kotor sehingga ia akan terhindar dari beragam penyakit yang mungkin saja menyerang si kecil. Dengan begitu si kecil akan tumbuh menjadi anak yang kuat dan memiliki kekebalan tubuh yang bagus. Yuk segera berikan vaksin anak!

Cerita mitra kami
5 Fakta Vaksin Demam Berdarah yang Wajib Diketahui Orang Tua, Terutama No.3
5 Fakta Vaksin Demam Berdarah yang Wajib Diketahui Orang Tua, Terutama No.3
Semua yang Ingin Parents Ketahui tentang Vaksin Rotavirus
Semua yang Ingin Parents Ketahui tentang Vaksin Rotavirus
Parents Perlu Tahu! Ini 8 Serba Serbi Pekan Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022
Parents Perlu Tahu! Ini 8 Serba Serbi Pekan Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022
Vaksinasi di Saat Pandemi, Ini yang Harus Parents Ketahui
Vaksinasi di Saat Pandemi, Ini yang Harus Parents Ketahui

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Putri Fitria

  • Halaman Depan
  • /
  • Vaksinasi
  • /
  • Perlukah Obat Penurun Panas Diberikan Setelah Anak Vaksin?
Bagikan:
  • Vaksin PCV untuk Bayi dan Anak: Dosis dan Jadwal Terbaru

    Vaksin PCV untuk Bayi dan Anak: Dosis dan Jadwal Terbaru

  • Jadwal Vaksinasi Bayi Lengkap Terbaru Menurut Anjuran IDAI 

    Jadwal Vaksinasi Bayi Lengkap Terbaru Menurut Anjuran IDAI 

  • Vaksin Polio Tetes (OPV): Dosis, Jadwal Pemberian, Efek Samping, dan Bedanya dengan IPV

    Vaksin Polio Tetes (OPV): Dosis, Jadwal Pemberian, Efek Samping, dan Bedanya dengan IPV

  • Vaksin PCV untuk Bayi dan Anak: Dosis dan Jadwal Terbaru

    Vaksin PCV untuk Bayi dan Anak: Dosis dan Jadwal Terbaru

  • Jadwal Vaksinasi Bayi Lengkap Terbaru Menurut Anjuran IDAI 

    Jadwal Vaksinasi Bayi Lengkap Terbaru Menurut Anjuran IDAI 

  • Vaksin Polio Tetes (OPV): Dosis, Jadwal Pemberian, Efek Samping, dan Bedanya dengan IPV

    Vaksin Polio Tetes (OPV): Dosis, Jadwal Pemberian, Efek Samping, dan Bedanya dengan IPV

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti