TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

3 Jenis Gangguan Mental yang Rentan Dialami Penyintas COVID-19, Cek Faktanya!

Bacaan 4 menit
3 Jenis Gangguan Mental yang Rentan Dialami Penyintas COVID-19, Cek Faktanya!

Riset terbaru ungkap beberapa jenis gangguan mental yang rentan dialami penyintas COVID-19, seperti apa faktanya?

Di tengah perjuangan banyak negara di dunia, tak bisa ditampik pandemi COVID-19 masih ada di antara kehidupan manusia. Bahkan, penemuan terbaru menyebutkan bukti bahwa besar kemungkinan penyintas COVID-19 alami gangguan mental kendati sudah sembuh dari virus ini.

Penyintas COVID-19 Alami Gangguan Mental

Merujuk pada data dari Worldometers, hingga Minggu (25/4/2021) pagi, kasus COVID-19 telah menginjak 147.041.550 (147 juta) kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124.689.264 (124 juta) pasien telah sembuh, dan 3.112.314 orang meninggal dunia.

Dari akumulasi kasus yang tercatat di seluruh dunia, sampai sekarang Amerika Serikat masih berada di puncak teratas negara dengan kasus terbanyak. Terbaru, India juga mengalami tsunami COVID-19 karena mencatat kasus harian terbanyak.

Baru-baru ini, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Psychiatry mengungkap bahwa 1 dari 5 penyintas COVID-19 berisiko besar terkena penyakit gangguan mental. Hal ini dibuktikan dengan 20% orang yang terinfeksi didiagnosis mengalami gangguan kejiwaan dalam kurun waktu 90 hari.

Mengutip laman Reuters, riset mengungkapkan pula bahwa masalah gangguan mental yang paling banyak dialami setelah pasien sembuh antara lain kecemasan, depresi, dan insomnia. Tim peneliti yang berasal dari Universitas Oxford tersebut juga menemukan risiko demensia dan gangguan otak juga meningkat pada penyintas COVID-19.

Penyintas COVID-19 Alami Gangguan Mental

Artikel terkait: Takut Tertular COVID-19, Anak Ini Menelantarkan Ibu yang Positif Corona di Pinggir Jalan

“Orang-orang khawatir bahwa mereka yang sembuh dari COVID-19 berisiko lebih besar mengalami masalah kesehatan mental. Dan temuan kami menunjukkan kemungkinan itu,” demikian penuturan Paul Harrison, seorang profesor psikiatri yang terlibat dalam studi.

Harrison mengatakan dokter dan ilmuwan di seluruh dunia harus segera menyelidiki penyebabnya dan mengidentifikasi perawatan baru untuk penyakit mental usai terinfeksi virus asal Wuhan, Tiongkok ini.

“Pelayanan kesehatan harus siap memberikan perawatan,” tambahnya. Studi tersebut menganalisis catatan kesehatan elektronik dari 69 juta orang di Amerika Serikat, termasuk lebih dari 62 ribu kasus COVID-19. Tak menutup kemungkinan, temuan ini akan sama hasilnya dengan korban COVID-19 di seluruh dunia.

Lebih lanjut, tiga bulan setelah seseorang terkonfirmasi positif COVID-19 menemukan bahwa orang dengan penyakit mental yang sudah ada sebelumnya 65 persen lebih mungkin didiagnosis COVID-19 daripada mereka yang tidak.

Lantas, seperti apa gangguan mental yang dapat dialami oleh para penyintas COVID-19?

1. Neurologi

Penyintas COVID-19 Alami Gangguan Mental

Selain berdampak pada kondisi fisik, COVID-19 turut memengaruhi gangguan mental kendati pasien telah dinyatakan sembuh. Para peneliti dari Oxford University dan pusat data sains dan kesehatan TriNetX, menyebutkan bahwa 6 bulan setelah dinyatakan positif, 1 dari 8 pasien berpotensi mengalami gangguan kejiwaan atau neurologi.

Neurologi adalah gangguan yang terjadi pada otak, sumsum tulang belakang, dan sistem saraf secara keseluruhan. Hal ini dibuktikan setelah mengumpulkan data catatan kesehatan elektronik untuk mengevaluasi 236.379 pasien di Amerika Serikat (AS).

Penelitian ini memperhitungkan faktor-faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, ras, kondisi fisik dan mental, serta faktor sosial-ekonomi. Hasilnya, 33,6 persen penyintas mengalami kondisi neurologis atau psikiatris pasca COVID setelah enam bulan berlalu.

“Untuk diagnosis seperti stroke atau pendarahan intrakranial, risikonya cenderung menurun cukup drastis dalam enam bulan… tetapi untuk beberapa diagnosis neurologis dan psikiatri kami tidak memiliki jawaban tentang kapan itu akan berhenti,” ungkap kepala riset departemen psikiatri Universitas Oxford, Dr Max Taquet.

Artikel terkait: Kategori Pasien COVID-19 yang Boleh dan Tidak Diperbolehkan Puasa, Ini Penjelasannya

2. Depresi dan Insomnia

Hal serupa juga ditemukan oleh para peneliti di Universitas Oxford dan Pusat Penelitian Biomedis Kesehatan Oxford NIHR.

Mereka mengambil data rekam medis elektronik dari 69 juta orang di AS dan menunjukkan bahwa orang yang selamat dari virus corona dapat meningkatkan risiko terkena gangguan kejiwaan.

Dari hasil riset ini, peneliti menyatakan 1 dari 5 pasien didiagnosis mengalami kecemasan, depresi, atau insomnia untuk pertama kali dalam waktu 3 bulan setelah dinyatakan positif.

3. Sindrom Guillain-Barré

Penyintas COVID-19 Alami Gangguan Mental

Lebih lanjut, seorang psikiater sekaligus dosen klinis di Rumah Sakit King College, Dr Tim Nicholson menyatakan bahwa ada informasi yang perlu diperhatikan dalam mengamati gangguan mental dan komplikasi neurologis.

Catatan tersebut misalnya, kurangnya informasi relevan seperti kepadatan penduduk (lingkungan perumahan), jumlah keluarga, pekerjaan, dan status imigrasi.

“Saya pikir secara khusus hal ini meningkatkan beberapa gangguan, terutama demensia dan psikosis … dan mendorong beberapa gangguan lebih jauh ke bawah daftar potensi penting, termasuk sindrom Guillain-Barré,” ungkap Nicholson, melansir The Guardian.

Bagi yang belum tahu, Sindrom Guillain-Barré ialah penyakit autoimun langka yang mengganggu sistem pergerakan tubuh. Ia menyatakan bahwa penemuan ini akan membantu mengarahkan para peneliti ke arah komplikasi neurologis dan psikiatrik yang memerlukan studi lebih lanjut dengan lebih cermat dan akurat.

Semoga informasi perihal penyintas COVID-19 dan risikonya ini bisa menjadi motivasi kita semua untuk senantiasa menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:

Penyintas COVID-19 Bisa Langsung Divaksin? Cek Faktanya!

Cerita mitra kami
Abis Mudik Bawa Keluarga Baru? Waspadai Penularan Kutu Rambut pada Anak
Abis Mudik Bawa Keluarga Baru? Waspadai Penularan Kutu Rambut pada Anak
Ingin jalankan bisnis bersama pasangan, ketahui 5 tips sukses ini
Ingin jalankan bisnis bersama pasangan, ketahui 5 tips sukses ini
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Dampak Konsumsi Gula Berlebihan untuk Kesehatan Anak
Dampak Konsumsi Gula Berlebihan untuk Kesehatan Anak

4 Fakta Soal Isu Obat Molnupiravir Bisa Sembuhkan COVID-19, Cek di Sini!

Cahaya Matahari Melemahkan Covid-19, Fakta atau Hoax? Cek di Sini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Cek Fakta
  • /
  • 3 Jenis Gangguan Mental yang Rentan Dialami Penyintas COVID-19, Cek Faktanya!
Bagikan:
  • 5 Fakta Menarik Pink Moon, Bulan Purnama Terbesar Hingga Bulan Paskah

    5 Fakta Menarik Pink Moon, Bulan Purnama Terbesar Hingga Bulan Paskah

  • 10 Mitos dan Fakta Seputar Sindrom Down, Jangan Sampai Salah!

    10 Mitos dan Fakta Seputar Sindrom Down, Jangan Sampai Salah!

  • Sejarah Kartu Pos di Dunia, Diciptakan Demi Alasan Efisiensi

    Sejarah Kartu Pos di Dunia, Diciptakan Demi Alasan Efisiensi

  • 5 Fakta Menarik Pink Moon, Bulan Purnama Terbesar Hingga Bulan Paskah

    5 Fakta Menarik Pink Moon, Bulan Purnama Terbesar Hingga Bulan Paskah

  • 10 Mitos dan Fakta Seputar Sindrom Down, Jangan Sampai Salah!

    10 Mitos dan Fakta Seputar Sindrom Down, Jangan Sampai Salah!

  • Sejarah Kartu Pos di Dunia, Diciptakan Demi Alasan Efisiensi

    Sejarah Kartu Pos di Dunia, Diciptakan Demi Alasan Efisiensi

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti