Mengancam keselamatan janin, ini penyebab hydrops fetalis yang patut Bumil waspadai!

Mengancam keselamatan janin, ini penyebab hydrops fetalis yang patut Bumil waspadai!

Meski jarang terjadi, hydrops fetalis adalah ancaman serius bagi janin dan bayi baru lahir. Untuk itu, kenali penyebab hydrops fetalis dan gejalanya.

Tahukah Parents bahwa 1 dari 1000 janin dalam kandungan mengalami hydrops fetalis? Lantas, apa saja penyebab dan gejala hydrops fetalis? Bagaimana cara menanganinya?

Hydrops fetalis adalah kondisi serius yang mengancam jiwa janin, akibat penumpukan cairan di jaringan sekitar paru-paru, jantung, perut, atau di bawah kulit. Biasanya merupakan komplikasi dari kondisi medis lain yang memengaruhi cara tubuh mengelola cairan.

Jika bayi dalam kandungan Bunda mengalaminya, kemungkinan besar dokter akan menyarankan untuk mengakhiri kehamilan (kuret) atau melakukan induksi dini karena akan membahayakan keselamatan ibu dan bayi. Kalaupun bayi itu berhasil dilahirkan, dia akan membutuhkan transfusi darah dan perawatan lain untuk menghilangkan kelebihan cairan.

Sayangnya, meski sudah mendapat perawatan, lebih dari separuh bayi dengan hidrops fetalis akan meninggal tak lama setelah dilahirkan.

Penyebab hydrops fetalis 

ini perkembangan janin kehamilan_4-bulan

Berdasarkan penyebabnya, hydrops fetalis terbagi menjadi dua jenis. Meski demikian, dalam beberapa kasus, penyebabnya tidak diketahui.

1. Non-imun

Jenis ini merupakan yang paling umum. Terjadi ketika ada kondisi atau penyakit lain yang mengganggu kemampuan bayi untuk mengatur cairan tubuh, misalnya :

  • Anemia berat, termasuk thalasemia
  • Perdarahan janin (perdarahan)
  • Cacat jantung atau paru pada bayi
  • Kelainan genetik dan metabolisme, termasuk sindrom turner dan penyakit gaucher
  • Infeksi virus dan bakteri, seperti penyakit chagas, parvovirus B19, cytomegalovirus (CMV), toksoplasmosis, sifilis, dan herpes
  • Malformasi vaskular
  • Tumor

Artikel terkait: Cystic Fibrosis, Kelainan Bawaan yang Mengganggu Saluran Pernapasan Bayi

2. Imun

Biasanya terjadi ketika jenis darah ibu dan janin tidak kompatibel satu sama lain. Ini dikenal sebagai ketidakcocokan Rhesus (Rh). Sistem kekebalan ibu kemudian dapat menyerang dan menghancurkan sel darah merah bayi. Kasus ketidakcocokan Rh yang parah dapat menyebabkan hydrops fetalis.

Kondisi jenis ini jauh lebih jarang terjadi sejak penemuan obat yang dikenal sebagai Rh immunoglobulin (RhoGAM). Obat ini diberikan kepada wanita hamil dengan risiko ketidakcocokan Rh untuk mencegah komplikasi.

Kenali apa saja gejalanya

Mengancam keselamatan janin, ini penyebab hydrops fetalis yang patut Bumil waspadai!

Jika janin mengalami hydrops fetalis, ibu hamil dapat mengalami gejala-gejala berikut :

  • Kelebihan cairan ketuban (polyhydramnios)
  • Plasenta tebal atau besar secara tidak normal
  • Janin mungkin juga memiliki limpa, jantung, atau hati yang membesar, dan jantung atau paru-paru yang tergenang cairan. Kondisi ini dapat diamati dengan pemeriksaan USG.

Jika bayi dengan hydrops fetalis berhasil lahir, kemungkinan memiliki gejala berikut :

  • Kulit pucat
  • Memar
  • Pembengkakan parah (edema), terutama pada perut
  • Hati dan limpa membesar
  • Sulit bernapas
  • Penyakit kuning yang parah

Bagaimana mendiagnosisnya?

pertanyaan saat konsultasi dokter kandungan

Pada umumnya, dokter mendiagnosis hydrops fetalis ketika melakukan USG selama pemeriksaan kehamilan rutin. Gelombang suara frekuensi tinggi yang digunakan dalam USG dapat membantu menangkap gambar langsung dari bagian dalam tubuh. USG juga digunakan untuk memeriksa gerak janin dan mendeteksi komplikasi kehamilan lainnya.

Tes diagnostik lain dapat dilakukan untuk membantu menentukan keparahan atau penyebab hydrops fetalis tersebut, termasuk :

  • Pengambilan sampel darah janin
  • Amniosentesis, merupakan penarikan cairan ketuban untuk pengujian lebih lanjut
  • Ekokardiografi janin, mencari cacat struktural jantung

Artikel terkait: Kenali plasenta perkreta, kelainan plasenta paling bahaya bagi ibu hamil dan janin

Bagaimana cara merawat bayi dengan hydrops fetalis?

penyebab hydrops fetalis

Kondisi ini biasanya tidak dapat diobati selama kehamilan. Terkadang, dokter akan memberikan transfusi darah bayi (transfusi darah janin intrauterin) untuk membantu meningkatkan kemungkinan bertahan hidup sampai kelahiran.

Akan tetapi, dalam kebanyakan kasus, dokter harus menginduksi bayi secara dini untuk memberi bayi kesempatan bertahan hidup. Ini dapat dilakukan dengan obat-obatan induksi atau dengan operasi caesar darurat. Sebelumnya dokter akan mendiskusikan opsi-opsi ini dengan orangtua bayi.

Jika bayi berhasil dilahirkan dengan selamat, akan membutuhkan perawatan sebagai berikut :

  • Menggunakan jarum untuk menghilangkan kelebihan cairan dari ruang di sekitar paru-paru, jantung, atau perut (thoracentesis)
  • Alat bantu pernapasan, seperti mesin pernapasan (ventilator)
  • Obat untuk mengendalikan gagal jantung
  • Obat untuk membantu ginjal mengurangi kelebihan cairan

Untuk hydrops fetalis imun, bayi dapat menerima transfusi langsung sel darah merah yang cocok dengan golongan darahnya. Jika hydrops fetalis disebabkan oleh kondisi lain yang mendasarinya, bayi juga akan menerima perawatan untuk kondisi itu. Misalnya, antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi sifilis.

Ibu dengan bayi hydrops fetalis berisiko mengalami kondisi lain yang dikenal sebagai sindrom cermin. Sindrom cermin dapat menyebabkan hipertensi yang mengancam jiwa (tekanan darah tinggi) atau kejang. Jika Bunda mengidap sindrom cermin, maka harus segera melahirkan atau mengakhiri kehamilan.

Bagaimana harapan hidup bayi dengan hydrops fetalis?

penyebab hydrops fetalis

Bahkan dengan pengobatan, tingkat kelangsungan hidup bayi rendah. Hanya sekitar 20% bayi yang didiagnosis dengan hydrops fetalis ketika dalam kandungan akan bertahan hidup sampai dilahirkan, dan dari bayi-bayi itu, hanya setengah yang akan bertahan hidup setelah dilahirkan.

Risiko kematian tertinggi untuk bayi yang didiagnosis sangat dini (kurang dari 24 minggu setelah hamil) atau yang memiliki kelainan struktural, seperti cacat jantung struktural.

Bayi yang lahir dengan hydrops fetalis mungkin juga memiliki paru-paru yang kurang berkembang dan berisiko lebih tinggi untuk :

  • Gagal jantung
  • Kerusakan otak
  • Hipoglikemia
  • Kejang

Demikian informasi tentang penyebab hydrops fetalis, gejala, dan cara menanganinya. Semoga bermanfaat, Bun.

Sumber : Healthline

Baca juga : 

Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner