TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Thalassemia - Apakah Gejala dan Resikonya bagi Kehamilan Anda?

Bacaan 3 menit
Thalassemia - Apakah Gejala dan Resikonya bagi Kehamilan Anda?

‘Saya didiagnosa Thalassemia minor dan bayi saya meninggal karena Thalassemia mayor’. Simak kisah nyata pengalaman seorang ibu dan penjelasan berikut.

Saya pernah mendengar sepintas tentang Thalassemia. Betapa kagetnya saya mengetahui penyakit ini ada pada saya, bahkan dalam keluarga saya. Tepatnya, ketika saya hamil di mana hasil tes darah lengkap dan USG menunjukkan indikasi kelainan tersebut.

Dokter ahli fetomaternal (kehamilan beresiko) yang menangani saya membantu menjelaskan mengenai apa sebenarnya Thalassemia dan resikonya.

Apakah Thalassemia?

Thalassemia adalah suatu kelainan darah yang bersifat genetik atau keturunan. Ini diturunkan oleh orang tua yang menjadi pembawa sifat tersebut (carrier).

Ada dua jenis Thalassemia yaitu Thalassemia Alpha dan Beta, berdasarkan jenis rantai gen yang hilang atau berubah pada sel darah.  Seseorang dengan Thalassemia umumnya memiliki karakteristik anemia atau kurang darah.Dilihat dari beratnya kasus yang dialami seseorang, dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

1. Thalassemia minor

Gejala anemia pada seseorang dengan penyakit ini ringan, yang dibuktikan melalui pemeriksaan darah. Orang yang memiliki sifat ini dapat hidup secara normal.

2. Thalassemia mayor

Gejala dari seseorang yang memiliki sifat ini adalah anemia berat, wajah jaundice (kekuningan), berat badan kurang, mudah lelah. Dibutuhkan transfusi darah yang berkala dan teratur bagi mereka yang memiliki Thalassemia mayor dan usia hidupnya tidak terlalu panjang. Janin yang terdeteksi dengan sifat mayor memiliki resiko meninggal dalam kandungan atau saat lahir.

Tindakan pencegahan yang utama adalah dengan melakukan deteksi sejak dini. Pemeriksaan pranikah menjadi sangat penting untuk menghindari perkawinan dengan pasangan Thalassemia. Yang harus diwaspadai adalah bila kedua pasangan adalah pembawa sifat karena ada 50% kemungkinan anak mereka menjadi pembawa sifat minor, 25% penderita mayor atau 25% normal.

Kisah saya dengan Thalassemia pada janin

Saya dan suami melakukan pemeriksaan darah lengkap saat kehamilan setelah dokter melihat keganjilan pada bayi kami. Menurut hasil tes kami memiliki jumlah Hb dan MCV di bawah normal, namun kadar Ferritin (zat besi) normal. Dokter semakin yakin bahwa kami berdua adalah carrier Thalassemia minor.

Hasil USG di usia kandungan 24 minggu, janin kami menunjukkan gejala hydrops fetalis di mana ascites (cairan) mulai terlihat di jantung, paru-paru dan rongga perut; liver dan jantung membengkak. Plasenta menebal serta cairan ketuban agak berkurang saat itu.

Salah satu dokter mengatakan tak ada yang bisa kami lakukan dengan janin kami, karena kemungkinan untuk hidup sangatlah kecil.

Bila usia kehamilan di bawah 16 minggu, dapat dilakukan pemeriksaan pada janin melalui cairan ketuban (amniocentesis) yang dapat mengetahui bila bayi memiliki sifat Thalassemia atau tidak; dan bila ada, apa jenisnya. Orang tua dapat mengambil keputusan untuk melanjutkan kehamilan atau tidak terutama bila terindikasi Thalassemia mayor.

Saat itu saya dan suami berusaha untuk mencari second opinion dari dokter-dokter lain terutama dokter ahli fetomaternal. Kami kurang setuju dengan solusi dari dokter kami yang sebelumnya untuk melahirkan bayi kami di minggu yang ke-28 dan melakukan transfusi darah.

Akhirnya kami bertemu dengan seorang dokter yang bisa melakukan cordocentesis (transfusi darah ke tali pusat janin) untuk kasus bayi anemia.

Lanjutan kisah hingga kelahiran bayi saya dapat dibaca di artikel: Kisah Nyata: 7 Jam setelah lahir, bayiku meninggal karena Thalassemia

Selanjutnya, berapa persen orang di Indonesia adalah carrier penyakit ini?

Di Indonesia, kasus Thalassemia meningkat jumlahnya dengan perhitungan setiap 6-10 orang dari 100 orang Indonesia membawa sifat ini. Di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta ada bagian khusus untuk menangani pasien dengan kasus ini.

Memang kelainan ini terutama dengan sifat mayor belum ada obatnya, selain transfusi teratur, cangkok sumsum tulang belakang bisa menjadi pilihan. Namun ada beberapa kasus di mana anak dengan Thalassemia mayor mengalami pemulihan dengan menggunakan stem cell (sel punca). Semoga informasi ini dapat berguna.

Artikel kesehatan lainnya:

Bahaya asap rokok untuk janin anda

10 Tips untuk meningkatkan kualitas sperma

 

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Widya Pancadewi

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Thalassemia - Apakah Gejala dan Resikonya bagi Kehamilan Anda?
Bagikan:
  • Seks Saat Hamil, Aman atau Berbahaya? Ini Kata Ahli, Parents

    Seks Saat Hamil, Aman atau Berbahaya? Ini Kata Ahli, Parents

  • 3 Cara Membayar Fidyah bagi Ibu Hamil Sesuai Kaidah Islam, Catat Bun!

    3 Cara Membayar Fidyah bagi Ibu Hamil Sesuai Kaidah Islam, Catat Bun!

  • 23 Makanan yang Mengandung Asam Folat Tertinggi untuk Ibu Hamil

    23 Makanan yang Mengandung Asam Folat Tertinggi untuk Ibu Hamil

  • Seks Saat Hamil, Aman atau Berbahaya? Ini Kata Ahli, Parents

    Seks Saat Hamil, Aman atau Berbahaya? Ini Kata Ahli, Parents

  • 3 Cara Membayar Fidyah bagi Ibu Hamil Sesuai Kaidah Islam, Catat Bun!

    3 Cara Membayar Fidyah bagi Ibu Hamil Sesuai Kaidah Islam, Catat Bun!

  • 23 Makanan yang Mengandung Asam Folat Tertinggi untuk Ibu Hamil

    23 Makanan yang Mengandung Asam Folat Tertinggi untuk Ibu Hamil

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti