Susah Mengenali Wajah Orang Lain? Hati-hati Terkena Penyakit Langka Ini

Susah Mengenali Wajah Orang Lain? Hati-hati Terkena Penyakit Langka Ini

Prosopagnosia membuat penderitanya tidak bisa membedakan wajah orang lain, apa saja gejala yang harus diwaspadai dari penyakit langka ini?

Tidak mengingat wajah orang baru dikenal merupakan sesuatu yang wajar. Namun, jika kerap kesulitan mengingat atau bahkan membedakan wajah dari orang-orang terdekat yang sering ditemui, kondisi ini perlu diwaspadai. Pasalnya, bisa saja hal tersebut merupakan salah satu gejala dari penyakit yang disebut prosopagnosia.

Artikel terkait: Sering melamun sampai lupa waktu? Hati-hati terkena kondisi kejiwaan ini!

Mengenal Prospopagnosia, Penyakit Kebutaan Wajah Langka dan Gejalanya

Susah Mengenali Wajah Orang Lain? Hati-hati Terkena Penyakit Langka Ini

Prosopagnosia atau yang kerap disebut dengan buta wajah merupakan penyakit langka yang berkaitan dengan adanya kelainan saraf. Istilah prosopagnosia diambil dari Bahasa Yunani. Terdiri dari kata ‘Prosop’ yang memiliki arti wajah dan ‘agnosia’, yakni sebuah ketidaktahuan.

Selaras dengan nama yang diambil, penderita prosopagnosia biasanya tidak bisa mengenali dan membedakan wajah orang-orang terdekat atau yang sering mereka temui. Dalam beberapa kasus, pengidap penyakit ini juga kerap kesulitan mengenali wajahnya sendiri bahkan ketika mereka sedang bercermin.

Susah Mengenali Wajah Orang Lain? Hati-hati Terkena Penyakit Langka Ini

Umumnya, kondisi kebutaan wajah ini akan menyerang seseorang sejak lahir yang kemudian bisa menimbulkan dampak signifikan bagi keseharian penderitanya. Pasalnya, seseorang yang mengalami buta wajah kebanyakan tidak dapat mengenali anggota keluarga, teman dekat, atau bahkan pasangannya.

Beberapa dari mereka mungkin saja memiliki strategi atau cara lain untuk mengenal orang selain dari segi wajahnya. Misalnya, dengan mempelajari bagaimana seseorang berjalan, berpakaian, atau pun mencoba mengenali dengan suara. Meski demikian, tidak dapat dipungkiri juga jika strategi ini tidak selamanya berhasil bagi setiap pasien buta wajah.

Penyebab Prosopagnosia 

Prosopagnosia

Berdasarkan penyebabnya, kebutaan wajah ini dibagi menjadi dua jenis, yakni:

  • Developmental Prosopagnosia

Merupakan kondisi kebutaan wajah yang terjadi tanpa adanya trauma pada otak. Melansir laman Hello Sehat, penderita prosopagnosia ini biasanya sudah tidak memiliki kemampuan untuk mengenali wajah sejak lahir. Kondisi penyakit ini lebih sering dikaitkan dengan kelainan genetik yang diturunkan oleh anggota keluarga.

  • Acquired Prosopagnosia

Berbeda dari jenis sebelumnya, kebutaan wajah ini disebabakan oleh adanya trauma pada otak. Terjadi akibat rusaknya bagian girus fusiformis, area otak yang mengatur memori untuk mengingat wajah.

Meski begitu, perlu diingat bahwa orang yang mengalami kondisi ini umumnya masih memiliki ingatan yang baik terhadap peristiwa yang ia alami. Hanya saja, ia menjadi kesulitan membedakan atau mengingat wajah seseorang yang dilihatnya. Kondisi ini berbeda dengan gangguan saraf seperti hilang ingatan atau amnesia.

Artikel terkait: Sering Taruh Dompet di Saku Celana? Waspada Saraf Rusak Akibat Hip Pocket Syndrome

Apa Dampak yang Ditimbulkan?

Susah Mengenali Wajah Orang Lain? Hati-hati Terkena Penyakit Langka Ini

Bukan hanya kesulitan mengenali wajah orang-orang terdekat, penyakit langka yang satu ini juga cenderung menimbulkan dampak pada kesehatan penderita, terutama dari segi psikologisnya. Melansir National Health Service America, berikut merupakan beberapa dampak yang ditimbulkan dari penyakit prosopagnosia:

  • Meningkatkan risiko gangguan kecemasan sosial.
  • Membuat penderitanya takut berinteraksi dengan orang lain.
  • Kesulitan membangun hubungan sosial atau bahkan membangun karier.
  • Kesulitan memenuhi kebutuhan hiburan seperti menikmati film atau program televisi, karena pasien cenderung kesulitan membedakan karakter yang ia lihat.
  • Meningkatkan risiko depresi bagi para penderitanya.

Gejala yang Harus Diwaspadai 

Prosopagnosia

Gejala utama yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah ketidakmampuan mengenali wajah orang lain. Kemampuan mengenali wajah seseorang yang berkurang selepas kecelakaan atau mengalami trauma otak, maka bisa menjadi salah satu gejala dari berkembangnya penyakit ini.

Untuk developmental prosopagnosia atau kebutaan wajah tanpa adanya cedera atau trauma otak, biasanya penyakit ini berkembang ketika penderita masih anak-anak.

Melansir laman SehatQ, jika penyakit langka ini terjadi ketika masih anak-anak, biasanya akan menunjukkan gejala atau tanda-tanda sebagai berikut:

  • Tidak mengenali atau membedakan secara jelas orang-orang yang berada di sekitar mereka. Seperti apa wajah ayah, ibu, saudara, atau pun teman-temannya.
  • Kerap kali salah mengira orang asing sebagai orangtua mereka.
  • Memiliki kepercayaan diri yang kurang apabila harus berbaur di sebuah lingkungan baru, seperti di sekolah.
  • Tidak pernah menyapa terlebih dahulu. Seseorang harus melambaikan tangan atau menghampirinya terlebih dulu. Seperti ketika dijemput di sekolah, anak yang mengalami buta wajah akan menunggu hingga sang penjemputnya menghampiri ia terlebih dahulu. Jika tidak, ia akan terus menunggu karena tidak mampu atau kesulitan mengenali wajah orang terdekat di tengah keramaian.
  • Tidak ingin berpisah dengan orangtua saat bepergian ke tempat umum dan ramai.
  • Menarik diri dari interaksi sosial, terutama dalam bentuk kelompok.
  • Kesulitan mengikuti alur cerita saat menonton film atau acara TV.
  • Sulit bergaul dengan orang lain.
  • Kerap menunjukkan gejala cemas dan depresi.

Apa yang Perlu Dilakukan Jika Mengalami Gejala?

Susah Mengenali Wajah Orang Lain? Hati-hati Terkena Penyakit Langka Ini

Saat Anda atau pun Si Kecil menunjukkan gejala penyakit langka ini, maka jangan ragu untuk segera periksakan diri ke dokter ahli saraf. Terlebih, jika kesulitan mengenali seseorang berkembang selepas mengalami trauma seperti kecelakaan.

Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan awal seperti tes mengenali dan membedakan wajah orang. Misalnya, mencari perbedaan dari gambar-gambar tokoh terkenal. Tidak hanya itu, beberapa tes khusus terkait penyakit ini seperti Benton Facial Recognition Tes (BFRT), dan Warrington Recognition Memory of Faces (WRMF) juga biasanya diberikan.

Artikel terkait: 5 Pertolongan Pertama Saat Anak Demam, Parents Wajib Tahu!

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Prosopagnosia

Melansir laman Hello Sehat, hingga saat ini, belum ada terapi atau obat yang dapat menyembuhkan kondisi prosopagnosia. Bahkan para peneliti masih melakukan beberapa studi untuk mengetahui penyebab pasti dari kondisi tersebut.

Biasanya, pasien yang mengalami kondisi ini diberikan saran untuk mengenali seseorang dengan menggunakan alternatif selain membedakan wajah. Seperti membedekan orang-orang di sekitar berdasarkan ciri-ciri khusus yang spesifik seperti cara berjalan, cara berpakaian, model rambut, kebiasaan berbicara, higga membedakan proporsi tubuh dari segi tinggi dan berat badan.

Selain itu, para ahli juga menyarankan agar pasien prosopagnosia juga diberikan dukungan psikologis dari orang-orang terdekat. Pasalnya, ketidakmampuan mengenali wajah seseorang membuat penderita penyakit langka ini menjadi lebih mudah cemas dan depresi akibat kondisi yang dialaminya.

Maka, jika ada anggota keluarga atau kerabat yang mengalami prosopagnosia, upayakan untuk tidak menghakimi karena ia tidak bisa mengenali wajah Anda setiap kali bertemu. Sebaliknya, bantulah ia secara sabar agar bisa mengenali Anda atau pun orang-orang terdekat di sekitarnya. Semoga bermanfaat!

***

Baca juga:

Sering melamun sampai lupa waktu? Hati-hati terkena kondisi kejiwaan ini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner