TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk / Daftar
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Anak juga bisa alami depresi, kenali gejalanya dan cara tepat menghadapinya

Bacaan 4 menit
Anak juga bisa alami depresi, kenali gejalanya dan cara tepat menghadapinya

Mengetahui gejalanya bisa membantu Parents menyembuhkan kondisi depresi pada anak.

Siapa bilang depresi hanya menimpa orang dewasa, bahkan anak-anak usia TK pun bisa mengalaminya. Namun, sayangnya kondisi anak depresi masih sering tidak disadari. Dan hanya dianggap sebagai kenakalan anak-anak biasa, hingga penangannya pun seringkali tidak tepat.

Sebelumnya, pakar tumbuh kembang anak percaya, bahwa anak usia TK atau usia PAUD emosionalnya belum berkembang dengan sempurna. Sehingga tidak mungkin bisa mengalami depresi, atau mampu mengungkapkan apa yang ia rasakan.

Meskipun kondisi anak depresi tidak umum terjadi, namun bukan berarti hal ini langka. Apalagi jika sejak usia dini anak sudah dicekoki dengan berbagai tekanan pelajaran dan kurang waktu bermain. Hal ini bisa menyumbang stres yang akhirnya membuat anak depresi.

anak depresi

Meskipun data menunjukkan bahwa anak yang lebih besar dan remaja depresi memiliki angka lebih besar. Namun, para pakar meyakini bahwa 1-3% anak usia TK atau PAUD mengalami kondisi depresi. Memahami bahwa anak bisa alami depresi memudahkan orangtua membantu menyembuhkannya.

Artikel terkait: Tips Mengatasi Stres Pada Anak

Kondisi anak depresi sering disalahpahami

Dr. Barry Garfinkel, seorang psikiatri anak dan remaja di Minneapolis mengatakan, “Anak depresi di usia pra sekolah memang langka, sehingga sering disalahpahmi sebagai masalah perilaku.”

Menurut Barry, salah satu gejala anak depresi yang bisa diperhatikan oleh orangtua adalah:

  • Terjadi perubahan yang signifikan dalam perilaku anak
  • Anak cenderung menarik diri
  • Anak menjadi acuh tak acuh atau apatis
  • Suasana hati anak berubah menjadi lebih buruk

Barry juga menambahkan, anak yang mengalami situasi hari buruk adalah hal normal. Anak-anak yang mengalami kesedihan secra normal, akan segera kembali ceria dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari. Namun, jika anak depresi, kesedihannya akan bertahan hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Artikel terkait: Anak sering minta jajan, benarkah ini tanda anak sedang stres?

Gejala anak depresi yang harus diwaspadai

anak depresi

Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan bahwa anak mengalami depresi. Orangtua bisa mencermati hal ini untuk bisa segera memberinya bantuan.

  • Anak tidak tertarik lagi melakukan kegiatan favoritnya
  • Anak terlihat lesu dan bosan
  • Menarik diri dari pergaulan, tak tertarik untuk bermain bersama teman
  • Anak lebih mudah marah dan cepat tersinggung
  • Pola tidur berubah drastis
  • Bakat anak menjadi menurun
  • Enggan pergi ke sekolah atau tempat penitipan anak
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mengeluh sakit perut atau sakit di bagian tubuh lain yang diakibatkan oleh stres
  • Anak punya pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau perilaku yang menunjukkan dia tak peduli dengan dirinya sendiri
  • Anak merasa tak berdaya
  • Menangis lebih sering, dan memperlihatkan emosi sedih sepanjang waktu
  • Anak sering termenung, tidak fokus dan menarik diri

“Tanda anak mengalami depresi di usia dini tidak hanya sekedar nakal atau tantrum. Gejala yang paling jelas terlihat adalah, jika anak awalnya periang, ceria dan aktif tiba-tiba terlihat lesu dan tak semangat menjalani hari,” papar Barry Garfinkel.

Barry menyarankan orangtua untuk lebih cermat dalam memerhatikan perilaku anaknya. Dan mintalah masukan dari guru di sekolah atau penjaga di tempat penitipan anak. Maupun tetangga dan orangtua teman anak yang sering berinteraksi dengan buah hati kita. Untuk mengetahui bagaimana perilaku anak sehari-hari.

Kemudian, jika memang terbukti anak mengalami depresi, mintalah bantuan pakar kesehatan mental anak. Seperti psikiatri atau psikolog.

anak depresi 2

Faktor risiko yang bisa membuat anak mengalami depresi

Selain suasana di sekolah atau stres karena pelajaran yang terlalu banyak. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak mengalami depresi di usia dini. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Kehilangan orang yang disayangi (perceraian orangtua, atau ada anggota keluarga yang meninggal)
  • Stres di dalam keluarga (pindah rumah, anggota keluarga sakit parah, atau orangtua kehilangan pekerjaan)
  • Anak memiliki gangguan kecemasan, kesulitan belajar, kesulitan mengontrol emosi dan perilaku atau ADHD.
  • Orangtua memiliki riwayat depresi atau masalah kesehatan mental lainnya.

Faktor risiko di atas tidak menjadi penentu, namun bisa jadi pemicu anak alami depresi di usia dini. Jika anak memiliki faktor risiko dan gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, sangat penting agar orangtua segera memberinya penanganan yang tepat. Penanganan dini bisa mempercepat kesembuhan anak dari depresi.

“Kurangnya penanganan yang tepat bisa memicu kesulitan dalam diri anak dalam masalah akademik dan pergaulan, terutama ketika dia sudah mulai masuk sekolah,” kata Barry Garfinkel.

Salah satu jenis perawatan yang bisa dilakukan untuk depresi pada anak adalah konseling keluarga dan terapi individu. Karena anak-anak tidak disarankan untuk mengonsumsi terlalu banyak obat-obatan.

Anak-anak biasanya merespon dengan baik sesi konseling, sehingga tidak diperlukan obat medis dalam penanganan depresinya. Obat hanya digunakan sebagai langkah terakhir jika anak yang depresi tidak merespon konseling atau jenis perawatan lainnya.

Depresi pada anak memang masalah serius yang tidak bisa dianggap sepele, namun kabar baiknya itu bisa disembuhkan. Penanganan dini adalah kunci untuk membuat depresi anak tidak berlarut dan segera sembuh.

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Babble

Baca juga:

Parents, Kenali Perbedaan Antara Stres dengan Penyakit Mental Gangguan Kecemasan Pada Anak ini

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Anak juga bisa alami depresi, kenali gejalanya dan cara tepat menghadapinya
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti