Rotavirus pada Anak, Haruskah Khawatir?

Rotavirus pada Anak, Haruskah Khawatir?

Infeksi Rotavirus pada bayi dan anak-anak perlu parents waspadai.

Amar, anak laki-laki dari Ibu Tasya yang berusia 2 tahun, saat ini sudah mengalami diare selama seminggu1, hingga berat badannya turun2. Selain diare, Amar juga beberapa kali muntah-muntah dan mengeluhkan rasa nyeri pada perutnya. 1

Awalnya, Ibu Tasya mengira bahwa Amar hanya mengalami diare biasa yang disebabkan masuk angin, karena diare Amar disertai demam. Namun setelah lebih dari tiga hari masih diare, Ibu Tasya merasa diare ini lebih parah dari biasanya.1

Ibu Tasya sudah mencoba mengganti susu dan makanan Amar untuk mengantisipasi kemungkinan diare karena alergi3, tapi ternyata diare Amar tidak juga berhenti. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata Amar terinfeksi Rotavirus.*

Apa itu Rotavirus?

Virus, bakteri, ataupun parasit, merupakan penyebab diare yang paling sering ditemukan.4 Rotavirus merupakan virus penyebab utama gastroenteritis non bakteri (infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan diare dan muntah) pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia, yang mengakibatkan lebih dari 215.000 kematian setiap tahunnya. 5,6 Penjelasan sederhana, Rotavirus adalah virus yang sangat menular yang menyebabkan diare.

Bagaimana penularan Rotavirus terjadi?

Tinja dari orang yang terinfeksi dapat tersebar ke lingkungan di sekitarnya, di mana melalui benda atau tangan yang terkontaminasi virus akan masuk ke dalam tubuh melalui mulut, inilah yang disebut sebagai penularan melalui jalur faecal-oral. Rotavirus dapat menginfeksi orang lain sejak penderita belum menunjukkan gejala sampai tiga hari setelah pulih.7

Bahayakah Rotavirus pada anak?

Rotavirus dapat menginfeksi orang dewasa maupun anak-anak. Namun, pada orang dewasa yang sehat, infeksi rotavirus hanya menyebabkan gejala ringan atau tidak ada gejala sama sekali.5 Sedangkan, pada anak- anak gejala yang ditimbulkan bervariasi, dari ringan sampai berat. Gejala yang ditimbulkan seperti diare, muntah-muntah, dan demam, dapat menjadi penyebab dehidrasi8 dan ini bisa sangat berbahaya bagi bayi dan anak-anak.9

Pada beberapa kasus, anak-anak yang mengalami mual dan muntah yang berkepanjangan akibat diare Rotavirus dan tidak tertangani di rumah dapat berisiko kehilangan cairan tubuh yang berat. Komplikasi lebih lanjut yang mungkin terjadi juga di antaranya kejang karena demam tinggi atau gangguan elektrolit, ensefalitis/meningitis, syok dan kemungkinan kematian. Dalam kasus diare Rotavirus jangka panjang, beberapa anak juga mengalami diare kronis dan gangguan malnutrisi. 8

Bagaimana melindungi anak dari Rotavirus?

Rotavirus yang berpindah ke jari-jari Parents ataupun Si Kecil pun dapat bertahan hidup selama 60 menit. Sedangkan pada permukaan benda yang terpapar, Rotavirus dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu atau lebih lama jika area tersebut tidak didesinfeksi. Oleh karena itu, untuk pencegahan infeksi Rotavirus dapat dilakukan dengan menghindari paparan dan penyebaran virus melalui makanan, minuman, dan benda lain yang tercemar, mencuci tangan, peningkatan pasokan air dan kualitas sanitasi, serta ASI dini dan eksklusif. 6,10,11

Meskipun kebersihan dibutuhkan dalam mencegah infeksi Rotavirus, namun sebuah penelitian juga menyatakan bahwa Rotavirus tahan terhadap kebanyakan sabun dan disinfektan6,  oleh karena itu WHO merekomendasikan bahwa penggunaan Vaksin Rotavirus harus menjadi bagian strategi dalam pencegahan penyakit diare.10

*Kisah ini merupakan kisah fiktif yang didasari gambaran umum dari gejala pasien terinfeksi rotavirus, dan tidak merujuk pada kejadian atau karakter nyata manapun.

Perhatian:

Pesan kesehatan ini disampaikan oleh GlaxoSmithKline Pharmaceuticals. Hanya sebagai informasi umum. Materi yang terkandung dalam artikel ini bukan merupakan saran medis. Konsultasikan langsung kepada dokter Anda untuk pertanyaan medis.

Referensi:

  1. WebMD. “Rotavirus”. (https://www.webmd.com/children/guide/what-is-rotavirus#1). Diakses November 2020.
  2. John Mersch, MD, FAAP. “Rotavirus Infection”.(https://www.emedicinehealth.com/rotavirus/article_em.htm#what_are_home_remedies_for_rotavirus). Diakses November 2020.
  3. Mayo Clinic. “Diarrhea”. (https://www.mayoclinic.org/symptoms/diarrhea/basics/causes/sym-20050926) Diakses November 2020.
  4. Badriul Hegar. “Bagaimana Menangani Diare pada Anak” (https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-menangani-diare-pada-anak) Diakses November 2020
  5. Mayo Clinic.“Rotavirus” (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rotavirus/symptoms-causes/syc-20351300). Diakses November 2020
  6. Junaid, et al. “Incidence of rotavirus infection in children with gastroenteritis attending Jos university teaching hospital, Nigeria”. Virology Journal. 2011. 8:233.
  7. CDC. Rotavirus: Transmission. (https://www.cdc.gov/rotavirus/about/transmission.html) Diakses November 2020
  8. Gualtiero Grilli, MD, PhD, et al. “Expert opinion on rotavirus vaccination in infancy”. ECDC Scientific Advice. 2017. page 5. (http://publications.europa.eu/resource/cellar/aedea432-f681-11e7-b8f5-01aa75ed71a1.0001.01/DOC_1). Diakses Juli 2020
  9. CDC. Rotavirus: Symptoms. (https://www.cdc.gov/rotavirus/about/symptoms.html). Diakses November 2020
  10. WHO. “Weekly epidemiological record”. WHO Position Paper. 2013. 5:55.
  11. Anderson, et al. “Rotavirus Infection in Adults”. The Lancet Infectious Disease. 2004. 4:91-99

 

Bisakah Si Kecil Terkena Hepatitis A?

GSK Indonesia
Menara Standard Chartered 35th floor.
Jl. Prof. Dr. Satrio No. 164. Jakarta 12930
Tel. (62-21) 2553 2350 Fax. (62-21) 2553 2360

NP-ID-RVX-ADVR-200004

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

cahya

app info
get app banner