TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sering Dialami Anak, Waspada Infeksi Bakteri yang Sebabkan Mastoiditis

Bacaan 4 menit
Sering Dialami Anak, Waspada Infeksi Bakteri yang Sebabkan Mastoiditis

Mastoiditis adalah infeksi bakteri serius pada tonjolan tulang mastoid di belakang telinga. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak.

Mastoid merupakan bagian dari tulang temporal (pelipis) tengkorak yang terdiri dari rongga udara dan bertekstur lunak.

Fungsi rongga udara antara lain untuk melindungi struktur halus telinga, mengatur tekanan udara di dalam telinga, dan melindungi tulang temporal dari cedera. Ketika sel mastoid terinfeksi atau meradang, misalnya akibat infeksi telinga tengah (otitis media) yang tidak diobati, muncullah mastoiditis.

Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak. Meski tampak mengkhawatirkan, kondisi ini dapat disembuhkan dengan cepat dan tidak menimbulkan komplikasi lanjutan selama didiagnosis dan diobati secara tepat.

Sesuai perjalanan penyakitnya, mastoiditis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Akut, yang terjadi secara tiba-tiba dan berkembang cepat
  • Kronis, yang terjadi dalam waktu lama dan berkembang perlahan

Gejala Mastoiditis

Mastoiditis

Gejala mastoiditis sesungguhnya mirip dengan infeksi telinga, yaitu:

  • Keluar cairan dari telinga yang bersifat terus-menerus.
  • Telinga terasa sakit atau nyeri.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Daun telinga bengkak.
  • Telinga terdorong ke depan akibat pembengkakan di belakang telinga. 
  • Gangguan pendengaran pada telinga yang terinfeksi.

Anak-anak mungkin kesulitan untuk menggambarkan gejala yang mereka alami. Namun, Anda dapat mencurigai si Kecil mengalami mastoiditis jika suasana hatinya mudah berubah, mudah marah, rewel, serta sering memukul sisi kepala dan menarik telinga.

Rata-rata, gejala mastoiditis muncul setelah infeksi telinga berulang dan parah. Sebaiknya segera ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorok (THT) dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah mulai timbul gejala infeksi telinga, seperti tekanan atau nyeri pada telinga dan demam. Semakin cepat diobati, semakin besar peluang untuk sembuh dan terhindar dari komplikasi.

Penyebab Mastoiditis

Mastoiditis

Mastoiditis merupakan komplikasi tersering dari infeksi telinga tengah (otitis media). Hal ini disebabkan bakteri dari telinga tengah dapat menyebar ke sel-sel udara tulang mastoid sehingga memicu infeksi atau peradangan.

Pada kasus yang jarang, mastoiditis dipicu oleh pertumbuhan sel-sel kulit abnormal (kolesteatoma) yang menyumbat telinga dan memicu perkembangbiakan bakteri.

Faktor risiko utama dari mastoiditis, yaitu berusia kurang dari dua tahun, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan mengalami otitis media akut berulang.

Diagnosis Mastoiditis

Mastoiditis

Pemeriksaan dimulai dengan pertanyaan mengenai gejala dialami. Kemudian, dokter akan memeriksa bagian dalam telinga menggunakan alat berupa corong dengan kaca pembesar yang dilengkapi lampu. Alat ini disebut dengan otoskop.

Untuk mengonfirmasi temuan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan darah untuk melihat profil sel darah putih.
  • Foto rontgen kepala.
  • Pemeriksaan telinga dan kepala dengan CT scan atau Magnetic Resonance Imaging (MRI).
  • Kultur cairan telinga untuk mendeteksi keberadaan bakteri.

Bila mastoiditis terkonfirmasi, dokter akan melakukan pungsi lumbal untuk menentukan apakah infeksi menyebar di tulang belakang dan selaput otak. 

Pengobatan yang Bisa Dilakukan 

Sering Dialami Anak, Waspada Infeksi Bakteri yang Sebabkan Mastoiditis

Mastoiditis merupakan infeksi serius yang harus segera diobati dengan pemberian antibiotik. Obat harus diminum sampai habis, meski gejala telah menghilang.

Bila antibiotik tidak dihabiskan, infeksi rentan berulang kembali dan muncul kemungkinan resistensi antibiotik. Bila sudah demikian, kuman akan lebih sulit diobati di kemudian hari. Pada individu yang menjalani rawat inap di rumah sakit, antibiotik diberikan melalui selang infus.

Operasi atau pembedahan mungkin diperlukan bila pengobatan antibiotik dan perawatan lainnya tidak bekerja optimal. Ada dua jenis pembedahan yang sering dilakukan, yakni:

  • Miringotomi, yakni prosedur untuk mengeluarkan cairan yang terperangkap di telinga tengah.
  • Mastoidektomi, yakni prosedur pengangkatan tulang mastoid yang terinfeksi.

Setelah operasi, seseorang perlu beristirahat dari aktivitas sehari-hari setidaknya 7 sampai 10 hari. Selama masa pemulihan ini, pastikan telinga tetap bersih dan kering. Sebaiknya gunakan kapas telinga untuk mengeluarkan cairan.

Komplikasi yang Bisa Muncul 

Meski sebagian besar individu dengan mastoiditis tidak mengalami komplikasi serius, infeksi dapat kembali bila pengobatan tidak dilakukan dengan cepat dan tepat. Komplikasi dari mastoiditis yang berat dan tidak diobati, yaitu:

  • Gangguan pendengaran.
  • Gumpalan darah.
  • Abses otak.
  • Meningitis.
  • Kerusakan saraf wajah.
  • Infeksi serius di jaringan sekitar telinga.
  • Masalah pada telinga bagian dalam.
  • Infeksi di seluruh tubuh atau sepsis.

Tentu Anda tidak ingin sampai mengalami mastoiditis dan komplikasinya. Oleh sebab itu, sesegera mungkin obati infeksi telinga yang dialami agar mastoiditis tidak terjadi. Pengobatan dini diperlukan untuk mencegah kerusakan permanen akibat mastoiditis dan mengurangi risiko komplikasi.

Baca Juga:

Ketoasidosis Diabetik: Penyebab, Gejala, Faktor Resiko, Diagnosis dan Pengobatan

Salah Kaprah, 10 Mitos Migrain yang Masih Dipercaya Sebagian Masyarakat

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Myasthenia Gravis, Jenis Autoimun Langka yang Sebabkan Otot Lemah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

dr. Fiona Amelia, MPH

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Sering Dialami Anak, Waspada Infeksi Bakteri yang Sebabkan Mastoiditis
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Author Image

dr. Fiona Amelia, MPH

Medical Writer dengan pengalaman di dunia kesehatan digital selama 5 tahun terakhir. Dokter sekaligus ibu dari 2 putra ini memiliki passion yang kuat di dalam dunia parenting serta edukasi seputar kesehatan ibu dan anak. Menyukai travelling dan olahraga, khususnya bulutangkis dan bersepeda. Untuk kontak, email di [email protected] atau DM Instagram @amelifio.
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti