Penderita PCOS bisa hamil kalau rajin olahraga? Ini penjelasan dokter kandungan

Penderita PCOS bisa hamil kalau rajin olahraga? Ini penjelasan dokter kandungan

Benarkah ada jenis olahraga tertentu yang disanrankan untuk penderita PCOS?

“Kalau kamu memang belum hamil-hamil juga, coba deh rutin olahraga. Soalnya ada olahraga untuk penderita PCOS yang bisa bantu mempercepat kehamilan, lho!”

Pernah mendengar saran ini? Pandangan yang mengatakan bahwa dengan rajin melakukan olahraga, perempuan yang mengalami PCOS atau sindrom ovarium polikistik akan lebih cepat mengandung.

Benarkah?

Sebelum membahasnya lebih lanjut, perlu diketahui lebih dulu bahwa PCOS atau Polycystic Ovarian Syndrome merupakan salah satu masalah masalah yang kerap menghambat perempuan untuk bisa mengandung.

Baca juga : Program hamil untuk PCOS, ini 4 saran dokter yang perlu Anda perhatikan

sindrom ovarium polikistik (PCOS)

sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Kondisi PCOS ini sendiri bisa terjadi karena ketidakseimbangan hormon di mana perempuan lebih banyak memproduksi hormon androgen (hormon pada laki-laki) secara berlebihan. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan banyak perubahan pada diri perempuan.

Kadar hormon ini memang paling bertanggung jawab atas sifat-sifat maskulin dan fungsi reproduksi tertentu. Umumnya akan ditandai dengan pertumbuhan rambut di beberapa bagian tubuh yang tidak diinginkan, tidak teraturnya siklus menstruasi, atau wajah yang lebih berminyak.

Meskipun perjalanan perempuan yang mengalami PCOS memiliki tantangan yang lebih besar, namun bukan berarti tidak bisa mengandung. Toh, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar program hamil untuk PCOS berhasil. Salah satunya tentu saja terkait dengan menjalankan pola hidup sehat, dengan  melakukan olahraga yang rutin.

Olahraga untuk penderita PCOS, apa yang paling disarankan?

olahraga untuk penderita pcos

Dalam hal ini dr. Ivander Utama SpOG mengatakan:

“Olahraga tentu saja penting, tapi perlu diingat bahwa olahraga ini sebenarnya tidak meningkatkan peluang kehamilan,” ujarnya seperti yang dikutip dari laman YouTube-nya.

Dokter kandungan yang praktik di RSIA Bunda, Jakarta ini menambahkan, “Artinya, orang yang rajin olahraga tentu saja badannya sehat, tapi kalau setelah satu tahun kemudian dia belum hamil juga tentunya diharuskan tetap pergi melakukan pemerikasaan. Pasalnya,  peluang kehamilan pasangan yang setelah satu tahun menikah, tetap 3 sampai 4% per masa subur.”

Oleh karena dr. Ivander menegaskan bahwa perlu ditekankan bahwa olahraga di sini memang bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu secara holistik. Dengan begitu, harapannya sebelum hamil tubuh sang ibu sehat, indeks masa subur baik, tidak diabetes, menstruasi juga teratur, termasuk tidak mengalami sindrom metabolik.

“Jadi semuanya sehat,” tegasnya.

“Tapi ingat, olahraga ekstrim juga bisa berdampak buruk pada kesuburan. Contohnya, tadinya nggak pernah olahraga kemudian mulai rajin olahraga, setiap hari lari 2 sampai 3 kilo, sampai ke rumah sudah nggak bisa ngapa-ngapain lagi. Badan dan kaki pegel. Ini nggak membantu meningkatkan kesuburan.”

Hal ini juga berlaku pada perempuan yang mengalami PCOS. Meskipun olahraga untuk penderita PCOS memang disarankan, tapi tentu saja tidak bisa dilakukan secara berlebihan.

Baca juga : Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), Penyakit yang Menyebabkan Wanita Sulit Hamil

Pola hidup sehat bisa membantu tingkatkan peluang kehamilan pada penderita PCOS

olahraga untuk penderita diabetes

Menurut dr. Ivander di sini yang paling penting adalah bagaimana menjalankan pola hidup sehat, di mana olahraga ini tidak cukup dilakukan selama sebulan atau dua bulan saja. Melainkan butuh waktu atau proses.

“Olahraga angkat berat juga berdampak buruk pada kesuburan perempuan. Ini akan menimbulkan masalah, ini bukan hanya berlaku bagi perempuan yang mengalami PCOS,” tegasnya lagi.

Oleh karena itulah, dr Ivander mengingatkan bahwa yang paling penting adalah menjalankan pola hidup sehat. Sementara olahraga untuk penderita PCOS bisa melakukan olahraga cardio.

“Misalnya sepeda statis, sepeda santai, joging, renang juga sangat baik. Tapi tetap, olahraga ini tentu saja tetap perlu dibatasi. Jangan berlebihan juga.”

“Problemnya, bagi orang yang sebelumnya nggak pernah olahraga tentu akan merasa berat bila melakukan olahraga selama 30 menit. Jadi memang perlu perlahan. Butuh proses belajar, atau membiasakan diri dulu.  Semua harus dimulai pelan-pelan, dari mulai yang ringan dulu dan disesuaikan dengan kemampuan,” pungkasnya.

Nah, sekarang sudah tahu, ya, Bun, pentingnya olahraga. Tapi ingat, jangan berlebihan dan lakukan sesuai kemampuan tubuh Anda.

Semoga informasi ini bermanfaat.

***

Penderita PCOS bisa hamil kalau rajin olahraga? Ini penjelasan dokter kandungan

Baca juga :

Rentan diabetes dan sulit hamil, penderita PCOS perlu taati 4 aturan makan ini!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner