Hukum muntah saat puasa menurut Islam, batalkah puasanya atau boleh lanjut?

Hukum muntah saat puasa menurut Islam, batalkah puasanya atau boleh lanjut?

Muntah saat puasa bisa saja membatalkan puasa, tapi ada juga yang diizinkan untuk lanjut puasa. Lantas, apa perbedaannya?

Ada berbagai faktor penyebab yang membuat seseorang muntah saat puasa. Misalnya, morning sickness pada ibu hamil, mabuk saat dalam perjalanan, ataupun kondisi penyakit tertentu yang akhirnya membuat seseorang muntah.

Ketika sedang puasa, apakah muntah bisa membatalkan ibadah puasa? Berikut ini pembahasannya.

Artikel terkait : Cara Bayar Fidyah: Berapa besaran fidyah dan kapan membayarnya?

Tak sengaja muntah saat puasa, bagaimana hukumnya?

muntah saat puasa

Dalil dari masalah ini adalah hadis dari sahabat Nabi, Abu Hurairah ra, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang muntah dengan sengaja hendaklah dia meng-qadha’ dan barangsiapa yang muntah tidak dengan sengaja, maka tidak ada qadha’ baginya,” ( Hadis riwayat Abu Dawud).

Dari hadis tersebut, diketahui bahwa apabila seseorang muntah dengan sengaja, maka puasanya batal, dan ia wajib mengqadha alias mengganti puasanya.

Sedangkan, jika tanpa disengaja seseorang muntah saat puasa, maka puasanya tidak batal. Ia dapat melanjutkan puasa hingga berbuka, tanpa perlu mengganti puasanya di lain hari.

Muntah yang seperti ini sering terjadi pada orang yang pusing dan mual karena travel sickness atau mabuk dalam perjalanan. Ada kalanya saat travel sickness, rasa mual muncul sehingga muntah tak dapat ditahan lagi.

muntah saat puasa

Jika seseorang merasa perutnya mual dan akan keluar sesuatu, pendapat para ulama adalah jangan ditahan, karena khawatir bila ditahan malah membahayakan kesehatan. Namun, jangan pula dipaksakan diri agar muntah, kesengajaan ini justru membatalkan puasa.

Ulama Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “bahwa jika seseorang sengaja muntah, puasanya batal. Namun jika ia dikuasai oleh muntahnya, puasanya tidak batal,” (Majmu’ Al-Fatawa, 25: 266)

Puasa tidak batal jika muntah menguasai diri, artinya keadaan alami sistem pencernaan yang memaksa diri untuk mengeluarkan muntah.

Ibu hamil muntah saat puasa, bagaimana hukum puasanya?

muntah saat puasa

Pada minggu pertama hingga bulan ketiga masa kehamilan, ibu hamil sering mengalami mual dan muntah. Beberapa dari mereka bahkan mengalaminya hingga waktu yang lebih lama.

Perubahan hormon diduga menjadi sebab mual yang kadang disertai muntah pada ibu hamil. Kondisi mual muntah ini sering juga disebut morning sickness, meskipun mual muntah yang dialami tak selalu terjadi di pagi hari.

Pertanyaannya, bagaimana hukum puasanya ketika ibu hamil muntah saat puasa?

Sama dengan penjelasan di awal, intinya bila tidak sengaja muntah, maka puasa tidak batal. Namun, bila disengaja dan dipaksa-paksakan diri untuk muntah, maka puasa batal dan harus diqadha.

Artikel terkait : Bagaimana hukum membayar puasa bagi ibu hamil dan menyusui?

Bagaimana jika muntah tertelan saat puasa?

Menurut para ulama Al-Lajnah Ad-Daimah (komisi fatwa Arab Saudi), puasa tidak batal jika muntah tertelan tanpa sengaja.

Para ulama Al-Lajnah Ad-Daimah menjawab bahwa jika ada yang sengaja muntah, puasanya batal. Namun jika ia dikuasai oleh muntahnya, puasanya tidak batal. Begitu pula puasa tidak batal ketika muntahnya tertelan tanpa sengaja. (Dari buku Fatawa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 38579).

Saat muntah sudah naik dari rongga perut terus sampai ke mulut, sebaiknya dikeluarkan saja. Puasanya tidak batal karena hal ini adalah reaksi alami tubuh, tanpa disengaja.

Tips menjalani puasa Ramadhan dan tetap sehat

Melansir dari laman Nutrition.org, berikut ini kiat-kiat menjalani puasa Ramadhan agar tubuh tetap sehat, sehingga mencegah reaksi tubuh untuk muntah. Adapun tipsnya yaitu:

  • Konsumsi air yang cukup, minimal 8 gelas sehari agar tubuh tetap terhidrasi. Cicil waktu minumnya selama buka puasa hingga sahur.
  • Banyak variasi makanan tergantung kultur dan budaya masing-masing daerah. Akan tetapi, pastikan Parents mengonsumsi makanan bernutrisi yang lengkap kandungan gizinya.
  • Sayur dan buah sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral untuk tubuh.
  • Makan lauk kaya protein dari daging, ikan, telur, protein dan kacang-kacangan.
  • Lebih banyak minum saat sahur, konsumsi makanan tinggi serat, dan makan karbohidrat kompleks agar kenyang lebih lama.
  • Tetap makan dengan komposisi diet seimbang, jangan berlebihan saat berbuka.
  • Penderita diabetes cendrung dehidrasi saat puasa. Sebelum memutuskan puasa, sebaiknya konsultasikan kesehatan dengan dokter Anda.

Demikian informasi tentang hukum muntah saat puasa. Semoga Parents tetap sehat dan lancar ibadah puasanya!

Referensi :  Dalamislam, Rumaysho, Nutrition.org.uk

Baca juga : 

Tidak puasa Ramadhan karena nifas, ini aturannya yang perlu Bunda ketahui!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner