Berisiko kematian janin, Bumil wajib ketahui gejala Mirror Syndrome

Berisiko kematian janin, Bumil wajib ketahui gejala Mirror Syndrome

Meskipun mirror syndrome termasuk kondisi yang langka, penting bagi ibu hamil mengenali gejala dan penyebabnya.

Sudah menjadi rahasia umum jika ibu hamil lebih rentan terserang beragam infeksi atau virus lantaran daya tahan tubuhnya yang menurun. Dari sekian banyak penyakit yang perlu diwaspadai adalah mirror syndrome.

Pernah mendengar sindrom ini? Memang, mirror syndrome ini jarang terdengar karena termasuk kondisi yang langka. Namun ketika dialami bumil, bisa sangat serius dan berpotensi mengancam jiwa janin ataupun sang ibu.

Mirror syndrome merupakan istilah lain untuk sindrom Ballantyne atau triple edema. Kondisi ini terjadi pada kehamilan saat janin memiliki kelebihan cairan yang tidak normal dan ibu hamil mengalami preeklamsia, suatu bentuk hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Komplikasi kehamilan seperti sindrom cermin jelas bisa membuat stres dan dianggap menakutkan, oleh karena itulah ibu hamil perlu mengenali lebih jauh sindrom yang satu ini.

Dengan mengenali gejala, tentu bisa memberikan informasi penyedia layanan kesehatan Anda adalah langkah pertama menuju diagnosis dan perawatan yang tepat.

Artikel terkait: Waspadai Preeklampsia Pada Kehamilan

Bagaimana gejala mirror syndrome?

Penting untuk memerhatikan gejala Mirror syndrome sesegera mungkin untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Terkadang gejalanya dapat tumpang tindih dengan kondisi lain, seperti preeklampsia, sehingga pemeriksaan profesional dan diagnosis sangat penting.

Gejala Mirror syndrome dapat meliputi:

  • signifikan, pembengkakan parah
  • tekanan darah tinggi
  • protein yang ditemukan dalam urin (mudah didiagnosis dengan tes urin oleh dokter)
  • kenaikan berat badan yang signifikan dan berlebihan dalam waktu singkat

Kadang-kadang Mirror syndrome bisa diketahui lewat tes darah melalui hemodilusi (suatu kondisi di mana ada lebih banyak plasma dalam darah dan jumlah sel darah merah yang lebih rendah). Ini terjadi karena kelebihan cairan yang menumpuk di dalam tubuh.

mirror syndrome

Penyebab mirror syndrome pada ibu hamil

Karena kelangkaannya, penyebab pasti sindrom ini masih belum diketahui dengan pasti. Namun, mirror syndrome biasanya disebabkan oleh sesuatu yang disebut hidrops janin.

Hidrops janin adalah suatu kondisi di mana cairan meninggalkan aliran darah dan menumpuk di jaringan janin. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal tergantung pada jenis hidrops janin, tetapi biasanya muncul dari komplikasi yang mengganggu kemampuan alami janin untuk mengatur cairan.

Jenis-jenis komplikasi yang menyebabkan hidrops janin dapat mencakup infeksi, sindrom genetik, masalah jantung, gangguan metabolisme, dan lain-lain.

Dalam beberapa kasus, jika seorang ibu hamil dengan janin kembar, sindrom transfusi kembar-ke-kembar atau twin to twin tranfusion syndrome dapat menyebabkan hidrops janin.

Pada akhirnya, komplikasi ini dapat menyebabkan preeklampsia pada ibu sebagai bagian dari mirror syndrome selain cairan di paru-paru.

Artikel terkait: Bisakah preeklampsia pada kehamilan dicegah? Ini penjelasan dokter kandungan

Diagnosa mirror syndrome

Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis mirror syndrome. Namun, hasil dari tes lain dapat membentuk diagnosis yang sesuai. Kelebihan cairan pada janin biasanya terlihat pada USG, dan preeklamsia dapat didiagnosis oleh dokter berdasarkan tekanan darah dan / atau protein dalam urin.

Tes-tes ini, bersama dengan gejala yang dilaporkan sendiri dan tanda-tanda lain yang mungkin diamati oleh dokter, merupakan cara untuk mendiagnosis mirror syndrome.

Pengobatan

Karena sindrom cermin sangat jarang, perawatan yang diperlukan dapat bervariasi tergantung pada situasi spesifik. Pengobatan seringkali tergantung pada penyebab hidrop janin dan keparahan preeklampsia.

Jika penyebabnya diketahui dan dapat diobati, mengobatinya dapat meringankan gejala sindrom cermin untuk ibu dan bayinya.

Dalam kasus lain, terutama jika preeklamsia serius, persalinan dapat diindikasikan dan kemudian gejala ibu akan hilang dalam hitungan hari.

Setelah bayi dilahirkan, staf unit perawatan intensif bayi baru lahir (NICU) akan menangani hidrops dan memberikan perawatan yang sesuai, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Meskipun tekesan kecil dan sepel, pastikan untuk menyebutkan gejala apa pun yang mungkin Anda miliki dan kepada dokter kandungan.

Gejala-gejalanya mungkin merupakan nyeri kehamilan yang normal. Namun, jika kondisinya ternyata memprihatinkan, lebih baik membicarakannya segera setelah Anda melihat tanda-tandanya.

Bicaralah dengan dokter tentang tanda dan gejala, dan setiap perubahan dalam gerakan dengan bayi Anda. Perawatan prenatal secara teratur juga akan dapat membantu memantau Anda untuk tanda-tanda preeklampsia dan pemantauan janin.

 

Referensi: Very well family, Baby med

Baca juga:

Mencegah preeklampsia pada kehamilan kedua, ini saran dokter kandungan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner