Tak Hanya untuk Ibu, Mengusap Perut Saat Hamil Ternyata Memiliki Manfaat untuk Bayi

Tak Hanya untuk Ibu, Mengusap Perut Saat Hamil Ternyata Memiliki Manfaat untuk Bayi

Ternyata, ada banyak manfaat saat ibu mengelus perut ketika hamil, terutama untuk perkembangan janin.

Tahukah Ibu, ternyata gerakan mengelus perut saat hamil tak hanya memiliki manfaat positif bagi calon Ibu, tetapi juga untuk sang bayi?

Saat hamil, tangan Ibu seolah tak bisa lepas dari perut. Apalagi semakin bertambah usia kehamilan Ibu, semakin besar perut, biasanya membuat Ibu makin sering mengelus perutnya. Bagi ibu, sentuhan dan usapan pada perut dirasa dapat menimbulkan efek menenangkan. Selain itu, ini juga menjadi salah satu cara ibu untuk berkomunikasi dengan anak dalam kandungan. Namun, tahukah Ibu kalau gerakan mengusap atau mengelus perut tak hanya memiliki manfaat positif bagi calon ibu, tetapi juga bagi sang bayi?

Manfaat Mengelus Perut Ibu Hamil

 

Memasuki usia kehamilan 8 minggu, janin yang ada di dalam perut sudah sensitif terhadap sentuhan Ibu. Jadi, saat Ibu mengusap atau mengelus perut, bayi dalam kandungan sebenarnya sudah mulai bisa merasakan sentuhan yang diberikan.  Jika bagi Ibu, mengelus perut merupakan salah satu cara “berkomunikasi” dan merasa semakin dekat dengan janin, ternyata untuk sang janin pun mengelus perut memiliki manfaat positif. Yuk, simak apa saja manfaat mengusap atau mengelus perut bagi bayi saat Ibu sedang hamil.

1. Memberikan Stimulasi untuk Bayi Agar Mereka Aktif Bergerak Selama dalam Kandungan

Sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Universitas Dundee, Skotlandia, menemukan bahwa bayi lebih aktif bergerak ketika Ibu mereka mengelus perut dibandingkan jika ketika Ibu mereka tidak melakukan apa-apa.

Artikel terkait: Bayi bergerak aktif dalam kandungan menandakan otaknya berkembang

2. Membangun Ikatan Kuat dengan Bayi

Semakin sering Ibu berinteraksi dengan bayi, baik itu lewat sentuhan berupa usapan di perut, mengajaknya bicara, atau bahkan menyanyi, bayi akan semakin mudah mengenali Ibu saat ia lahir nanti. Hal ini tentu dapat mempererat ikatan (bonding) antara Ibu dengan bayi.

3. Membuat Bayi Merasa Nyaman

Indra yang pertama berkembang pada janin adalah indra peraba. Di usia kehamilan memasuki 8 minggu, janin sudah bisa merasakan sentuhan Ibu. Jadi, jika nanti sang bayi rewel di dalam perut, Ibu bisa mencoba menenangkannya dengan mengusap-usap perut. 

Artikel terkait: Gerakan Bayi Dalam Kandungan Prediksikan Perilaku Bayi Kelak

4. Menstimulasi Perkembangan Otak

Sejak dalam kandungan pun, bayi membutuhkan stimulasi untuk mengoptimalkan perkembangan otaknya. Untuk itulah, Ibu perlu memberikan stimulasi, salah satunya dalam bentuk sentuhan, untuk merangsang perkembangan otak janin.

Dokter anak sekaligus ahli neurologi, dr. Herbowo Soetomenggolo, SpA(K), mengatakan “Otak anak sudah mulai terbentuk sejak awal kehamilan, begitu pula dengan kulit yang ternyata sudah terbentuk dan berfungsi di usia kehamilan 8 minggu. Untuk dapat berkembang dengan baik, otak tidak hanya membutuhkan makanan, tetapi juga stimulasi. Stimulasi paling dini pada bayi dalam kandungan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan rangsangan pada kulit bayi yaitu dengan cara menyentuh kulit perut ibu. Sentuhan lembut terbukti sebagai stimulasi yang berharga untuk perkembangan otak bayi. Pada beberapa penelitian, stimulasi sentuhan dianggap seimbang, bahkan lebih baik, dibanding memberikan stimulasi berupa lagu atau suara kepada bayi di dalam kandungan.”

Tak Hanya untuk Ibu, Mengusap Perut Saat Hamil Ternyata Memiliki Manfaat untuk Bayi

Hal yang Perlu Dilakukan Saat Mengusap Perut

 

Agar Ibu dan bayi dalam kandungan sama-sama mendapatkan manfaat positif dari gerakan mengusap perut, maka kegiatan mengusap perut ini sebaiknya dilakukan dengan langkah yang tepat. Beberapa hal yang bisa Ibu lakukan saat mengusap perut yaitu:

1. Gunakan Usapan Lembut

Hindari mengusap-usap area perut dengan tekanan yang terlalu keras dan kuat. Ibu bisa mengusap perut menggunakan gerakan yang lembut dan perlahan. Buatlah gerakan kecil membentuk huruf O atau C menggunakan telapak tangan saat Ibu mengusap perut. Dr Herbowo SpAk menambahkan “Sejak usia janin memasuki 27-30 minggu, ia  juga sudah mulai belajar mengenai nyeri. Oleh karena itu, pastikan untuk menyentuh dengan lembut alih-alih memberikan sentuhan yang keras karena justru dapat merangsang nyeri pada janin.”

2. Atur Pernapasan

Sambil mengusap perut, aturlah pernapasan Ibu. Tarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan agar Ibu menjadi semakin rileks. Ibu juga bisa membayangkan bagaimana rasanya menggendong bayi tercinta sambil mengusap perut untuk menghadirkan pikiran positif.

Artikel terkait: Prenatal Yoga Membantu Ibu Hamil Bugar

3. Jika Perlu, Tambahkan Krim

Sambil mengusap perut, untuk menambahkan sentuhan yang lembut, gunakan NIVEA Creme. NIVEA Creme merupakan pelembap serbaguna yang cocok bagi Ibu dan seluruh anggota keluarga. Teruji secara dermatologis, formula di dalamnya mampu menutrisi kulit dan menjaga kelembapan kulit Ibu setiap hari.

#SentuhanIbu yang lembut saat mengusap perut memberikan banyak manfaat positif bagi Ibu sekaligus bayi yang ada di dalam perut. Jadi, tak perlu ragu untuk sering-sering mengusap perut selama masa kehamilan, ya.

 

Baca juga: 

Sentuhan Ibu, Pulihkan Trauma Ibu dan Anak Korban Gempa di Lombok

Anak spesial, juga butuh sentuhan spesial dari sang ibu

Bumil, ini alasan mengapa mengajak ngobrol bayi dalam kandungan itu penting

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

cahya

app info
get app banner