Bumil, ini alasan mengapa mengajak ngobrol bayi dalam kandungan itu penting

Bumil, ini alasan mengapa mengajak ngobrol bayi dalam kandungan itu penting

Ada banyak manfaat yang bisa Bunda dan calon bayi dapatkan, apabila Anda mulai merajut hubungan sehat dengan bayi sejak dalam kandungan. Simak penjelasan selengkapnya di sini, yuk, Bumil!

Sudah tidak sabar mengajak ngobrol si kecil tapi dia masih di dalam kandungan? Berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan bayi tidak perlu menunggu ia lahir terlebih dulu, kok. Sebaliknya, masa kehamilan terutama pada trimester kedua merupakan saat yang tepat dalam membentuk ikatan batin antara ibu dan anak.

Komunikasi dan ikatan yang terbentuk selama masa kehamilan juga memiliki manfaat luar biasa. Tidak hanya mempererat hubungan ibu dan anak, komunikasi yang dirajut sejak dalam kandungan tersebut pun dinilai baik untuk kesehatan fisik dan mental bagi ibu maupun bayi.

ikatan batin ibu dan anak

Artikel terkait: Penelitian: Inilah alasan ikatan ibu dan anak perempuannya sangat kuat dan istimewa

Ikatan batin ibu dan anak: Beragam manfaat luar biasa dan waktu tepat melakukannya

Salah satu momen penting dalam kehamilan sebenarnya tidak terlepas karena Bunda suda bisa memulai hubungan baik dengan bayi.

Komunikasi yang dilakukan rutin pun akan mengurangi rasa stres pada bayi selama berada di dalam rahim. Pasalnya, dengan kehadiran suara Bunda, bayi menjadi lebih paham bahwa Anda akan selalu ada bersamanya. Hingga pada akhirnya, kegiatan tersebut pun akan menimbulkan rasa aman dan nyaman pada si kecil.

Adapun beberapa manfaat berkomunikasi dengan bayi sejak dalam kandungan lainnya, yaitu:

  • Menciptakan hubungan yang lebih baik dengan Bunda saat ia telah lahir hingga tumbuh dewasa
  • Menstimulasi kecerdasan spiritual dan emosional anak
  • Mengurangi risiko gangguan mental seperti depresi atau gangguan kecemasan pada anak ketika ia sudah lahir
  • Melatih kemampuan kognitif dan bahasa pada anak
  • Mengurangi risiko stres selama masa kehamilan dan pasca melahirkan

ikatan batin ibu dan anak

Artikel terkait: Benarkah bayi sudah bisa mendengar sejak dalam kandungan?

Dimulai sejak trimester kedua

Bayi sudah bisa mendengar suara yang ada di sekitarnya ketika ia berusia 14 minggu atau pada trimester kedua kehamilan. Selain sudah bisa mendengar, janin juga sudah memiliki kemampuan melihat karena aktivitas otak janin yang berkaitan dengan penglihatan dan pendengaran sudah mulai berfungsi ketika menginjak trimester dua kehamilan.

Penjelasan tersebut juga selaras dengan dr. Dewi Prabarini, SpOG dari Rumah Sakit Permata Depok. Ia memaparkan, janin bahkan sudah mampu berpikir, memiliki daya ingat, serta kemampuan untuk menyerap rasa cinta yang diberikan kepadanya secara emosional. Inilah mengapa trimester dua merupakan waktu yang tepat untuk Bunda lebih aktif merajut ikatan batin dan hubungan baik dengan bayi.

“Dia sudah bisa mengingat dan mengenali suara ibunya sejak masih dalam kandungan. Maka tidak heran, begitu bayi lahir dan mendengar suara ibunya, ia pun akan merasa tenang dan aman,” ujar dokter Dewi kepada theAsianparent.

Oleh karena itu, ketika memasuki trimester kedua, tidak ada salahnya Bunda melakukan beberapa stimulasi berikut ini untuk memulai hubungan yang sehat dengan si kecil:

  • Mengajak ngobrol bayi. Bunda bisa menceritakan tentang kegiatan sehari-hari, mengajaknya mengobrol tentang hal-hal positif, atau pun melibatkan suami untuk ikut serta berkomunikasi dengan bayi.
  • Menyanyikan ia lagu atau pun membacakan ayat-ayat suci kepadanya.
  • Membacakan ia dongeng dan cerita.
  • Memperdengarkan ia musik-musik lembut seperti musik klasik atau pun instrumen seperti piano.

ikatan batin ibu dan anak

Bonding perlu berlanjut setelah bayi lahir

Agar bisa memiliki hubungan baik dengan anak, tentunya tidak akan cukup dengan hanya mengajak bayi berkomunikasi ketika masih berada dalam kandungan. Seperti yang dipaparkan oleh Psikolog Klinis Dra. A. Kasandra Putranto bahwa, masa masa sebelum lahir (prenatal) dan setelah bayi dilahirkan hingga 28 hari (neonatal) adalah dua masa penting yang bisa membentuk kualitas kepribadian anak.

“Anak yang mendapat stimulasi di kedua masa tersebut, pasti akan tumbuh optimal dan memiliki banyak potensi dibandingkan dengan anak yang hanya mendapatkan satu stimulasi saja. Jadi harus dua-duanya,” ungkap Kasandra kepada theAsianparent.

Ia pun melanjutkan,”Kalau anak kurang stimulasi saat masa prenatal, dan ingin dimaksimalkan ketika masa neonatal, itu mungkin bisa membantu tapi tidak optimal. Karena bagaimana pun, stimulasi harus diberikan di kedua masa itu secara maksimal.”

ikatan batin ibu dan anak

Artikel terkait: Bumil, lakukan 5 stimulasi ini agar janin lebih aktif dalam kandungan

Maka dari itu, hubungan yang baik dengan anak juga perlu dilanjutkan setelah ia lahir. Bagaimana caranya? Jawabannya tentu dengan memberikan si kecil ASI eksklusif selama enam bulan pertama hingga si kecil berusia dua tahun.

Seperti halnya yang dijelaskan oleh dokter Dewi bahwa, “Bayi yang disusui oleh ibunya secara ekslusif cenderung tidak akan membangkang, bahkan tidak mungkin durhaka karena koneksi mereka terus berlanjut.”

Komunikasi dan hubungan baik dengan anak perlu dilakukan sejak masa kehamilan. Karena bagaimana pun, hubungan yang sehat antara ibu dan bayi sejak dalam kandungan akan membuat si kecil merasa aman untuk singgah di dunia. Tak lupa, hubungan baik yang berlanjut setelah ia dewasa juga akan membuat ia menjadi pribadi yang lebih sehat dan bahagia.

Namun, untuk memaksimalkan ikatan tersebut, Bunda juga perlu memerhatikan kesehatan fisik maupun mental selama kehamilan. Pasalnya, perasaan stres dan tertekan pada Bunda juga bisa dirasakan oleh janin, mengingat ia sudah mampu menyerap segala situasi yang dialami oleh Anda meski masih berada di dalam kandungan.

Oleh sebab itu, jangan ragu untuk meminta bantuan pada orang-orang terdekat maupun tenaga ahli ketika Bunda tengah merasa stres dan membutuhkan pertolongan mereka saat masa kehamilan, ya.

Karena bagaimana pun, buah hati akan merasa sangat bahagia jika seorang ibu yang melahirkannya juga memiliki rasa yang sama, bukan?

***

Bumil, ini alasan mengapa mengajak ngobrol bayi dalam kandungan itu penting

Referensi: Pregnancy Birth Baby, Fertility Center

Baca juga:

Manfaat probiotik untuk ibu hamil dan janin dalam kandungan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner