Mengawasi Akun Facebook Remaja,Perlu atau Tidak?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Fenomena Facebook saat ini memang sudah menurun akibat bermunculannya situs jejaring sosial sejenis. Meski demikian Anda sebaiknya terus meningkatkan pengawasan terhadap aktifitas anak remaja Anda saat menggunakannya.

Gunakan Facebook untuk mengawasi tingkah laku anak remaja Anda.

Gunakan Facebook untuk mengawasi tingkah laku anak remaja Anda.

Suatu hari, seorang sahabat menelepon saya di tengah malam untuk mencurahkan kegalauannya akibat ulah putri remajanya yang baru berusia 13 tahun. Secara tak sengaja sahabat saya melihat foto setengah bugil si anak remaja, Cindy, dalam ponselnya. Ketika sahabat saya menginterogasi Cindy mengenai foto yang kurang pantas itu, Cindy mengatakan bahwa yang ia melakukan hal yang biasa saja, yang juga dilakukan oleh teman-teman karibnya di sekolah. Sahabat saya bercerita sambil menangis, karena ia telah banyak mendengar masalah yang dipicu oleh pergaulan  yang tidak sehat dalam Facebook. dan khawatir anak gadisnya akan mengalami masalah yang sama.

Sahabat saya mengakui putrinya banyak menghabiskan waktu untuk aktifitas jejaring sosial, dan ia tak pernah mengetahui apa saja yang dilakukan Cindy saat menyibukkan diri dengan kegiatan onlinenya.

Serangan teknologi siber membuahkan tantangan yang menghasilkan perubahan dalam kehidupan untuk semua orang tua. Dampaknya terhadap perubahan pemikiran seseorang dapat diketahui melalui kebiasaan dan sikap generasi muda di seluruh dunia dewasa ini. Channel News Asia menuliskan headline "Remaja Singapura telah Terbiasa dengan Hubungan Seks", sebuah artikel yang secara umum menyatakan bahwa para remaja beranggapan bahwa berhubungan seks dengan seseorang merupakan sesuatu yang 'keren'.

Carol Balhetchet, pimpinan layanan generasi muda pada Komunitas Anak Singapura mengatakan, media sosial semacam Facebook pun turut berperan dalam menyampaikan pesan bahwa kebebasan dalam hal seksualitas adalah sesuatu yang keren dan berusaha menjadikan pemahaman ini sebagai suatu paham yang dianut secara bersama-sama.

Lalu bagaimanakah sikap kita sebagai orang tua dalam menghadapi masalah ini? Haruskah kita mengabaikan hak anak atas privasi dengan memata-matai apapun yang mereka lakukan, baik secara online maupun offline, demi mencegah hal-hal buruk yang dapat terjadi di masa depan? Atau bereaksi ekstrem dengan menutup sama sekali akses mereka ke Facebook?

Temukan ulasannya di halaman berikut ini :

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Pra Sekolah Praremaja Usia Sekolah