Hasil Penelitian : Remaja Masa Kini Lebih Baik Dari Remaja Masa Lalu

Hasil Penelitian : Remaja Masa Kini Lebih Baik Dari Remaja Masa Lalu

Ada banyak sisi kehidupan remaja masa kini yang ternyata lebih baik daripada kita, para remaja masa lalu.

Kehidupan remaja masa kini tidak selalu negatif

Saat mendengar kata ‘remaja masa kini’ saya yakin kepala Anda dipenuhi dengan hal-hal negatif semacam perilaku seks bebas dan mabuk-mabukan. Tidak salah sih, tapi juga tidak benar.

Parents, berprasangka buruk adalah perbuatan yang sia-sia. Batin kita terasa gelap karena dugaan negatif yang belum tentu terjadi. Apalagi jika kita berprasangka buruk pada anak kita sendiri. Nggak enak kan?

Masih banyak seluk-beluk kehidupan remaja masa kini yang belum kita ketahui. Remaja masa kini tidak melulu identik dengan kebiasaan negatif. Ada kemungkinan mereka memiliki sikap dan kebiasaan yang lebih baik dari orangtua mereka.

Sebuah survei di AS mengungkap fakta menarik bahwa jumlah remaja Amerika yang merokok, minum minuman beralkohol atau terlibat seks bebas semakin menurun setiap tahun.

Survei ini bertajuk Youth Risk Behaviour Surveillance Survey dan dilakukan pemerintah AS sejak tahun 1991 kepada 10 ribu siswa SMA.

Remaja masa kini tidak merokok dan mabuk-mabukan

20 tahun lalu 30,5% remaja AS merokok, kini hanya 15,7% remaja yang melakukannya. Demikian juga dengan alkohol.

20 tahun lalu ada 80,4% remaja AS yang mengaku pernah mencicipi alkohol. Saat ini angka itu menurun menjadi 66,2% saja.

Remaja masa kini juga tidak terlalu berminat dengan seks bebas. Ini dibuktikan dengan menurunnya jumlah remaja yang melakukan seks bebas, dari 54,1% di tahun 1991 menjadi 46,8% di tahun 2013.

Jumlah remaja pengguna narkoba juga mengalami penurunan, meski angkanya tidak terlalu signifikan. Pada 1998 40% remaja AS mengaku mereka pernah menghisap ganja. Saat ini jumlahnya menurun menjadi 40%.

Bagaimana dengan remaja Indonesia?

Tampaknya hasil survei di atas belum berlaku untuk para remaja kita. Menurut data Bareskrim, 49% penderita HIV/AIDS adalah kaum muda dan 40% dari mereka tertular melalui hubungan intim.

Berdasarkan data Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, siswa SMP dan SMA di Jakarta yang menggunakan narkoba meningkat dari 4,532 orang di tahun 2011 menjadi 4,834 orang di tahun 2012.

Selain itu, Indonesia juga masuk dalam daftar negara dengan jumlah pernikahan dini tertinggi di dunia.

Remaja kita membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyadari hal-hal yang ‘keren’ seperti merokok, seks bebas, narkoba dan alkohol sudah tidak lagi ‘keren’ bagi sebagian remaja di luar sana.

Remaja AS masa kini menjauhi rokok, alkohol dan narkoba bukan hanya karena itu dilarang. Mereka menjauhinya karena harga minuman beralkohol dan rokok di sana dijual sangat mahal, bisa menguras uang saku mereka.

Remaja AS rata-rata terbiasa bekerja part time di musim liburan atau setelah pulang sekolah. Mereka bisa menghasilkan uang sendiri, dan amat berhati-hati untuk membelanjakannya.

Hal-hal seperti rokok, narkoba dan alkohol bisa membuat hasil kerja keras mereka jadi sia-sia.

Kita pun perlu menempatkan anak remaja kita sebagai orang dewasa. Sedikit demi sedikit kita biarkan mereka berjalan sendiri agar mereka bisa menumbuhkan sendiri sikap tanggung jawab.

Ajak mereka menghasilkan uang dengan cara yang sederhana, misalnya berjualan kue atau suvenir di sekolah. Bisa juga kegiatan lain yang membuat mereka bisa menghasilkan dan merasakan kepuasan menghasilkan sesuatu dari tangannya sendiri.

Mari kita berikan apa yang mereka inginkan, yaitu pengakuan kita terhadap kemampuan mereka.

Baca juga : ‘Siapa Aku?’ – Memahami Perkembangan Emosi Remaja

Referensi : Vox, Bareskrim, Kompas

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner