TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Cegah postpartum depression di tengah pandemi Corona, bagaimana caranya?

Bacaan 5 menit
Cegah postpartum depression di tengah pandemi Corona, bagaimana caranya?

Pandemi Virus Corona membuat suasana menjadi kurang nyaman, khususnya untuk ibu yang baru melahirkan.

Postpartum depression atau depresi pasca melahirkan rentan terjadi karena kondisi mental ibu yang sedang beradaptasi dengan kehidupan baru. Apalagi, dalam situasi pandemi Virus Corona yang sedang melanda di seluruh dunia. Bagaimana cara mencegah postpartum depression dalam situasi seperti ini?

Ketidakpahaman akan situasi yang sedang berlangsung dan protokol untuk mengisolasi diri dari dunia luar menjadi tantangan baru. Biar bagaimana pun, manusia adalah makhluk sosial. Alhasil, jika kita tidak mendapatkan interaksi dengan individu lainnya secara regular, maka akan berdampak kepada kondisi mental.

Kondisi mental secara tidak langsung juga berpengaruh banyak kepada sistem imun kita. Apabila sistem imun melemah, maka risiko terinfeksi virus dari luar akan semakin besar.

Faktor yang mempengaruhi terjadinya postpartum depression selama wabah Virus Corona

Cegah postpartum depression di tengah pandemi Corona, bagaimana caranya?

Peralihan menuju kehidupan baru sebagai ibu adalah masa di mana perempuan merasa sangat rapuh. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami depresi selama masa hamil dan melahirkan dibandingkan masa-masa lainnya dalam kehidupan mereka.

Satu dari lima perempuan akan mengalami apa yang disebut dengan postpartum mood disorder, dan perempuan yang sudah mengalami depresi sebelumnya akan sangat mungkin untuk mengalami gejala-gejala tersebut sepanjang hidupnya.

Banyak faktor lain yang bisa berpengaruh kepada meningkatnya kemungkinan seorang ibu mengalami postpartum depression selama pandemi Virus Corona ini, seperti:

  • Peraturan untuk tetap diam di rumah
  • Bertanya-tanya kapan pandemi akan berakhir dan kapan hidup akan kembali normal
  • Khawatir virus akan menginfeksi bayi di dalam kandungan atau bayi yang baru dilahirkan
  • Takut diri sendiri atau keluarga terdekat terinfeksi virus
  • Bingung memikirkan hal-hal yang harus dilakukan setelah melahirkan
  • Hamil dan memiliki anak lainnya yang masih kecil dan harus diasuh, sehingga tidak punya banyak waktu untuk diri sendiri

Mengenali gejala perinatal anxiety atau kecemasan yang berlebih saat hamil

Cegah postpartum depression di tengah pandemi Corona, bagaimana caranya?

Untuk mencegah terjadinya postpartum depression, ibu dan keluarga terdekat perlu mengenali terlebih dahulu gejala-gejala awal kecemasan berlebih saat hamil. Gejala-gejala tersebut adalah:

  • Perubahan ritme tidur
  • Nafsu makan yang menurun atau bertambah dengan tidak wajar
  • Merasa letih berlebihan
  • Susah untuk berkonsentrasi
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya disukai
  • Mengkhawatirkan hal-hal yang biasanya tidak dikhawatirkan
  • Sering merasa sedih atau stress
  • Timbul perasaan ingin melukai diri sendiri atau orang lain (jika ini terjadi, segeralah minta bantuan kepada professional)

Jika mengalami beberapa gejala yang disebutkan di atas, keluarga perlu membawa ibu untuk berkonsultasi kepada psikiater dan melakukan terapi agar kondisi mental ibu stabil kembali. Jangan lupa, dukungan dari keluarga adalah hal yang juga sangat dibutuhkan oleh ibu.

Artikel terkait: Waspada gejala postpartum psychosis, keinginan untuk menyakiti bayi

5 Cara untuk mencegah terjadinya postpartum depression saat pandemi Corona

Selain terapi, ada beberapa cara mudah yang bisa dipraktikkan di rumah untuk membuat ibu baru yang stres merasa lebih baik, khususnya di tengah pandemi COVID-19 ini.

1. Sering memeluk dan mencium bayi

Menggendong dan mengelus-elus bayi diketahui dapat menurunkan risiko depresi pasca melahirkan. Ketika memeluk bayi, badan ibu akan mengeluarkan hormon okstosin. Hormon ini memiliki banyak manfaat seperti menenangkan pikiran, dan membuat ibu merasa lebih baik secara emosional.

2. Membatasi asupan berita dari media atau sosial media

Ibu dapat mencoba untuk tidak langsung menonton berita ketika baru bangun tidur atau sebelum tidur. Berita terkadang memakai diksi-diksi yang terlalu berlebihan sehingga dapat mengakibatkan kecemasan.

Batasi diri hanya membaca informasi dari sumber yang bisa dipercaya dan tidak melebih-lebihkan.

Cegah postpartum depression di tengah pandemi Corona, bagaimana caranya?

Artikel terkait: 3 Alasan mengapa ibu yang depresi pasca melahirkan gagal mencari pertolongan

3. Sadari bahwa merasa stress adalah normal

Cobalah untuk tidak merasa tertekan atau berpikir yang berat-berat. Merasa stress adalah normal dan hampir semua orang mengalaminya.

Akan tetapi, terlalu berlarut-larut memikirkan rasa stress tersebut adalah hal yang kurang baik. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara mengelola rasa stress tersebut.

4. Pastikan tidur cukup untuk mencegah postpartum depression

Mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas memang agak sulit untuk perempuan yang sedang hamil dan perempuan yang baru memiliki bayi. Bayi yang baru lahir cenderung bangun pada malam hari dan hal ini bisa menganggu pola tidur Parents.

Meskipun begitu, tidur adalah hal yang sangat penting. Tidak hanya untuk kesehatan fisik, tapi juga untuk kesehatan mental. Prioritaskan tidur, ketika bayi tidur, ibu bisa ikut tidur. Kerja sama dengan suami juga dibutuhkan agar kondisi ibu tidak drop.

5. Sibukkan diri dengan hal-hal lain

Kecemasan seringkali disebabkan oleh perasaan ‘tidak berhasil mengerjakan apa-apa’. Parents tidak perlu memaksakan diri untuk produktif sepanjang hari, akan tetapi mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kecil dapat membantu untuk kesehatan mental.

Ibu bisa mencoba sesekali menyibukkan diri dengan hal yang tidak berkaitan dengan bayi, seperti berkebun, mencoba memasak resep baru, atau mengatur ulang tata ruang rumah. Titipkan bayi kepada suami untuk menikmati waktu ‘me-time’ sejenak.

Meskipun peraturan melarang untuk keluar rumah, ibu bisa sekedar keluar ke halaman rumah untuk menghirup udara segar dan berjemur.

Penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di luar rumah dapat mencegah gejala-gejala depresi. Hal ini disebabkan oleh manfaat vitamin D yang kita dapatkan dari sinar matahari.

Menjaga keseimbangan mental dan mencoba untuk berkomunikasi dengan dunia luar dapat membuat ibu merasa tenang dan lebih bahagia. Semoga informasi di atas bisa membantu ya, Parents!

Sumber: Motherly

Baca juga:

Ayah Juga Bisa Alami Depresi Postpartum

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
Ingin Berpuasa Saat Hamil?  Ini Asupan Bernutrisi yang Penting untuk Dipenuhi (Lengkap dengan Menu Sahur dan Berbuka!)
Ingin Berpuasa Saat Hamil? Ini Asupan Bernutrisi yang Penting untuk Dipenuhi (Lengkap dengan Menu Sahur dan Berbuka!)

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Annisa Pertiwi

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Kehamilan
  • /
  • Cegah postpartum depression di tengah pandemi Corona, bagaimana caranya?
Bagikan:
  • Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

    Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

  • Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

    Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

  • Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

    Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

  • Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

    Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti