TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Penjelasan Mata Juling: Jenis, Gejala, Penyebab, hingga Pengobatannya

Ditinjau secara medis
Sebuah tim profesional bersertifikat dan diakui di bidang kesehatan yang meninjau semua informasi yang berkaitan dengan kesehatan kehamilan dan kesehatan dan tumbuh kembang anak di theAsianparent. Tim ini terdiri dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter anak, spesialis penyakit menular, doula, konsultan laktasi, redaktur profesional, dan kontributor dengan lisensi khusus.
Pelajari Lebih Lanjut
oleh
dr. Gita Permatasari

Ditinjau secara medis oleh

dr. Gita Permatasari

dr. Gita Permatasari bertugas di RSPP sebagai Dokter Umum, Medical Check Up Examiner, dan Konsultan Laktasi. Ia juga menjadi Manajer Pelayanan Pasien yang berkoordinasi dengan dokter spesialis dan perawat terkait kondisi pasien, termasuk berkoordinasi dengan asuransi terkait penjaminan pasien. Sebelumnya, dr. Gita melayani pasien di Klinik Ajiwaras, Cilandak KKO.

Temui Dewan Peninjau kami
Bacaan 7 menit
Penjelasan Mata Juling: Jenis, Gejala, Penyebab, hingga Pengobatannya

Mata juling yang tidak diobati bisa menyebabkan komplikasi yang serius. Simak penjelasannya!

Mata juling membuat kondisi mata seseorang menjadi tidak selaras dan terlihat miring. Normalnya, bagian hitam pada mata bergerak selaras ketika melihat sebuah objek.

Akan tetapi, bagian hitam mata seseorang yang juling, tampak tidak serasi. Orang yang mengalami kondisi ini akan melihat ke arah yang berbeda kemudian masing-masing mata akan fokus pada objek yang berbeda. 

Pengertian Mata Juling

mata juling

Sumber: aoa.org

Mata juling atau dalam istilah medis disebut sebagai strabismus, membuat kondisi kedua mata tidak melihat tempat yang sama pada waktu yang sama. Biasanya terjadi pada orang yang memiliki kontrol otot mata yang buruk atau mengalami rabun jauh.

Seperti dikutip dari American Optometric Association, ada enam otot yang menempel pada setiap mata untuk mengontrol gerakannya. Otot menerima sinyal dari otak yang mengarahkan gerakan mereka.

Biasanya, mata bekerja bersama sehingga keduanya menunjuk ke tempat yang sama. Saat kontrol gerakan mata bermasalah, mata bisa masuk, keluar, naik atau turun. Dalam kasus lain, mata dapat berputar bergantian.

Beberapa mata bayi mungkin tampak tidak sejajar tetapi sebenarnya kedua bola matanya melihat pada objek yang sama. Kondisi ini disebut pseudostrabismus atau strabismus palsu yang disebabkan kulit ekstra yang menutupi sudut dalam mata. Biasanya, kondisi ini akan hilang seiring dengan pertumbuhannya. 

Artikel terkait: Penyakit Ain, Lahir dari Pandangan Mata dan Hati, Bagaimana Menyembuhkannya?

Jenis Mata Juling

mata juling

Sumber: freepik

Ada beberapa jenis strabismus yang bisa dialami oleh seseorang. Klasifikasi tersebut berdasarkan arah pergerakan mata dan juga kondisi mata yang mengalami gangguan ini. Berikut beberapa jenis strabismus: 

  • Esotropia intermittent: Jenis strabismus yang menyebabkan mata membelok ke dalam. Bisa terjadi karena mengalami stres atau aktivitas penglihatan dekat dalam waktu berkepanjangan.
  • Esotropia intermittent: Jenis  strabismus yang menyebabkan mata membelok ke luar. Jenis kelainan mata ini mungkin hanya terlihat selama situasi stres atau ketika orang tersebut lelah, sakit atau cemas.
  • Hipertropia: Kondisi mata yang berputar ke atas. 
  • Hipotropia: Kondisi mata yang berputar ke bawah. 
  • Esotropia akomodatif: Terjadi karena rabun jauh yang tidak terkoreksi. Orang yang rabun jauh memfokuskan ekstra keras untuk agar dapat melihat dengan jelas. Hal ini dapat menyebabkan mata menoleh ke dalam. 
  • Esotropia intermittent: Terjadi ketika seseorang tidak dapat mengkoordinasikan kedua mata secara bersamaan. Orang dengan eksotropia intermiten mungkin mengalami sakit kepala, kesulitan membaca dan ketegangan mata. 

Gejala Mata Juling 

Seseorang yang memiliki penyakit ini mungkin memiliki mata yang mengarah ke dalam atau ke luar atau fokus ke arah yang berbeda. Orang yang menderita strabismus mungkin mengalami gangguan penglihatan berikut: 

  • Penglihatan ganda
  • Penurunan persepsi penglihatan 
  • Kelelahan mata 
  • Sakit kepala
  • Mata yang terlihat tidak sejajar
  • Mata yang tidak bergerak bersama
  • Sering berkedip atau menyipitkan mata, terutama di bawah sinar matahari yang cerah
  • Memiringkan kepala untuk melihat sesuatu

Gejala tersebut mungkin konstan atau hanya muncul saat seseorang mengalami kelelahan atau tidak enak badan.

Artikel terkait: Tak Hanya karena Penyakit Kuning, Ini 5 Penyebab Mata Kuning dan Cara Mengobatinya

Penyebab Mata Juling

mata juling

Sumber: freepik

Strabismus umumnya terjadi karena kerusakan saraf atau ketika otot-otot di sekitar mata tidak bekerja bersama karena lemah atau faktor lain. Mengutip Cleveland Clinic, sebagian besar strabismus disebabkan oleh kelainan kontrol neuromuskular gerakan mata.

Strabismus kemungkinan besar bisa diturunkan. Berdasarkan data sekitar 30 persen anak-anak dengan strabismus memiliki anggota keluarga dengan masalah yang sama. Pada anak-anak penyebabnya tidak diketahui, tetapi pada bayi kondisi ini memang sering muncul pada tahun pertama kehidupan mereka. 

Kemudian kondisi yang muncul setelah mereka lebih dewasa biasanya disebabkan oleh gangguan fisik, seperti cedera mata, cerebral palsy, atau stroke. Bisa juga terjadi karena mengalami rabun jauh yang tidak teratasi dengan baik. 

Faktor Risiko Mata Juling

Anda lebih mungkin untuk mengembangkan mata juling jika Anda:

  • Memiliki anggota keluarga yang juling
  • Memiliki kelainan otak atau tumor otak
  • Pernah mengalami stroke atau cedera otak
  • Memiliki mata malas, rabun dekat, atau kehilangan penglihatan
  • Memiliki retina yang rusak
  • Menderita diabetes

Diagnosis dan Pengobatan Mata Juling

Penjelasan Mata Juling: Jenis, Gejala, Penyebab, hingga Pengobatannya

Sumber: freepik

Kondisi tersebut apabila tidak ditangani tentu akan menyebabkan masalah mata yang lebih parah lagi. Untuk mencegah kehilangan penglihatan diagnosis dan perawatan yang tepat tentu sangat penting. 

1. Diagnosis Mata Juling

Apabila mengalami tanda-tanda strabismus, sebaiknya segera menjalani pemeriksaan kepada dokter spesialis mata. Dokter biasanya akan memeriksa beberapa hal sebagai berikut: 

  • Riwayat pasien: Mulai dari riwayat keluarga, masalah kesehatan umum, hingga obat yang digunakan serta kemungkinan gejala lain.  
  • Ketajaman visual: Biasanya pasien akan diminta membaca huruf dari grafik mata, atau memeriksa kemampuan  visualnya. 
  • Refraksi, yakni memeriksa mata dengan serangkaian lensa korektif untuk mengukur bagaimana mereka memfokuskan cahaya. 
  • Tes keselarasan dan fokus.
  • Pemeriksaan setelah pelebaran pupil untuk menentukan kesehatan struktur mata bagian dalam.

2. Pengobatan Mata Juling

Setelah melakukan pemeriksaan dokter akan menawarkan sejumlah solusi perawatan untuk mengatasi kondisi tersebut. Pengobatan yang ditawarkan tentu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Beberapa di antaranya: 

  • Kacamata atau lensa kontak: Digunakan pada pasien dengan kelainan refraksi yang tidak dikoreksi. Dengan bantuan kacamata atau lensa kontak, mata membutuhkan lebih sedikit upaya pemfokusan penglihatan.
  • Lensa prisma: Lensa khusus yang dapat membelokkan cahaya yang masuk ke mata dan membantu mengurangi jumlah putaran yang dilakukan mata saat melihat objek.
  • Ortoptik (latihan mata): Terapi ini bisa dilakukan pada beberapa jenis strabismus, terutama insufisiensi konvergensi (suatu bentuk esotropia).
  • Obat-obatan: Tetes mata atau salep, selain itu ada suntikan toksin botulinum tipe A (seperti Botox) dapat melemahkan otot mata yang terlalu aktif. Patching: biasanya untuk mengobati amblyopia (mata malas), yakni dengan menggunakan penutup mata untuk melatih mata melihat dengan normal.
  • Operasi otot mata: Bisa dilakukan dengan mengubah panjang atau posisi otot mata sehingga mata sejajar dengan benar.

Pencegahan Mata Juling

Sayangnya, strabismus tidak dapat dicegah. Namun, komplikasi dapat dicegah jika kondisi tersebut terdeteksi sejak dini. Oleh sebab itu disarankan anak-anak harus menjalani skrining kesehatan mata sebelum usia 6 bulan dan bisa dilakukan kembali  antara usia 3-5 tahun.

Artikel terkait: Mata anak 2 tahun terlihat indah seperti karakter putri Disney, ternyata ini alasannya

Komplikasi Mata Juling Apabila Tidak Diobati 

Penjelasan Mata Juling: Jenis, Gejala, Penyebab, hingga Pengobatannya

Sumber: freepik

Kebanyakan orang mungkin meyakini bahwa strabismus pada anak-anak akan hilang atau sembuh dengan sendirinya. Strabismus palsu memang bisa hilang dengan sendirinya. Namun, tidak ada salahnya bila orang tua juga harus waspada. Sebab, bila kondisi ini tidak diatasi hal-hal berikut dapat terjadi:

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
  • Mata malas (ambliopia): Ketika mata melihat ke arah yang berbeda, otak menerima dua gambar. Untuk menghindari penglihatan ganda, otak mungkin mengabaikan gambar dari mata yang bergeser. Hal ini mengakibatkan perkembangan penglihatan yang buruk di mata.
  • Penglihatan kabur: Hal ini dapat memengaruhi kinerja di sekolah dan di tempat kerja, dan aktivitas sehari-hari lainnya.
  • Ketegangan mata.
  • Kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Penglihatan ganda.
  • Penglihatan 3 dimensi (3-D) yang buruk.
  • Menyebabkan rendah diri karena merasa malu dengan  penampilannya. 

Kapan Harus ke Dokter?

Strabismus biasanya muncul pada bayi dan anak kecil, dan paling sering pada saat anak berusia 3 tahun. Namun, anak-anak yang lebih besar dan juga orang dewasa dapat mengalami hal ini juga.

Kemunculan tiba-tiba strabismus, terutama dengan penglihatan ganda, pada anak yang lebih tua atau orang dewasa dapat mengindikasikan gangguan neurologis yang lebih serius. Oleh sebab itu, segera berkonsultasi dengan dokter mata apabila mengalami gejala strabismus. 

Itulah penjelasan lengkap terkait mata juling. Hal tersebut bukan kondisi mata biasa. Pengobatan dan perawatan yang tepat bisa memperbaikinya dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Semoga bermanfaat! 

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Strabismus (crossed eyes)
https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/strabismus?sso=y

What are crossed eyes?
https://www.healthline.com/health/crossed-eyes

Strabismus (Crossed Eyes)
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15065-strabismus-crossed-eyes

 

Baca juga :

Balita Ini Alami Penyakit Misterius, Mata dan Telinganya Mengeluarkan Darah

Main gadget terlalu lama, balita ini harus jalani operasi mata

Sindrom Sjogren, Salah Satu Penyakit Autoimun yang Sulit Terdiagnosis

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Faizah Pratama

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Penjelasan Mata Juling: Jenis, Gejala, Penyebab, hingga Pengobatannya
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti