Mengapa Membacakan Buku untuk Bayi Sangat Penting?

Awal kehidupan seorang manusia adalah saat terbaik untuk belajar. Anda dapat memulainya dengan membacakan buku untuk bayi Anda.

Mulailah membacakan buku untuk bayi baik untuk menumbuhkan minat bacanya di masa yang akan datang

Mulailah membacakan buku untuk bayi baik untuk menumbuhkan minat bacanya di masa yang akan datang

Si kecil sudah mulai mengoceh dan mengeluarkan suara-suara menggemaskan. Ini artinya dia sudah bisa menirukan suara Anda, dan ini adalah saat terbaik jika Anda ingin mulai membacakan dongeng pengantar tidur atau buku untuk bayi Anda.

Bila Anda sudah mulai membacakan buku untuk bayi sejak ia berada dalam kandungan, maka sesuatu yang menakjubkan akan terjadi ketika saat ini, ketika bayi Anda sudah lahir dan Anda membacakan buku cerita untuknya.

Membacakan buku untuk bayi akan membuatnya mengingat suara Anda

Penelitian menunjukkan detak jantung janin menjadi teratur ketika ibunya berbicara, dan ini artinya ia merasa tenang ketika mendengar suara ibunya.

Ketika bayi telah lahir, ia akan memberikan respon terhadap cerita yang pernah dibacakan sang ibu waktu ia masih berada dalam perut, daripada cerita baru dari buku untuk bayi lainnya.

Meski tidak ada bukti ilmiah bahwa bayi akan memahami apa yang Anda bicarakan, membacakan buku untuk bayi adalah interaksi sosial awal antara Anda dengannya. Suara Anda adalah stimulan penting agar ia terikat pada Anda.

Baca juga : 5 Cara Menstimulasi Janin

Jadi, sangat penting untuk membacakan buku untuk bayi dengan suara keras, terutama jika bayi Anda masih berada dalam kandungan. Meski awalnya Anda mungkin akan merasa seperti orang gila karena ngomong sendiri.

Tips membacakan buku untuk bayi

1.Pilih sebuah buku yang Anda perkirakan akan menjadi kesukaannya

Bagaimana caranya? Letakkan beberapa buku bergambar di depannya dan perhatikan buku mana yang ia pilih. Jika ia cenderung memilih sebuah buku dibandingkan lainnya, maka buku itulah yang Anda bacakan untuknya.

Saya pernah mencoba trik ini waktu si bungsu saya, Hita, masih berumur 8-9 bulan. Dan buku yang dipilihnya waktu itu adalah buku serial Winnie The Pooh dan komik Donal Bebek. Hita sekarang sudah berumur 8 tahun dan tak mau ketinggalan komik Donal Bebek terbaru.

Baca juga : Manfaat Dongeng yang Luar Biasa

2. Buku yang bergambar dan berwarna

Buku untuk bayi berbeda dengan buku pada umumnya. Biasanya buku untuk bayi terbuat dari kertas yang lebih tebal agar tahan terhadap tumpahan susu dan gigitannya, atau soft book yang terbuat dari kain. Pastikan buku untuk bayi selalu bersih karena ia pasti tergoda untuk memasukkannya dalam mulutnya.

3. Tidak perlu membaca dari halaman pertama

Anda dapat langsung membacakan halaman yang menjadi favoritnya, atau halaman yang paling sering ia lihat dengan antusias dibandingkan halaman lainnya pada buku untuk bayi (lagipula ia belum paham isi ceritanya kan?).

Ubah suara Anda seperti karakter dalam buku agar ia senang dan tertarik. Seperti ‘meong, meong’ untuk menirukan karakter kucing, atau ‘guk,guk’ untuk menirukan karakter anjing.

4. Penekanan pada cerita

Anda tak harus membaca secara persis semua yang ada pada buku untuk bayi. Anda dapat berhenti sejenak dan mengajaknya bicara sambil menujukkan bagian-bagian penting pada gambar dalam buku untuk bayi.

Misalnya, Anda sedang membacakan cerita tentang si Kancil, maka Anda dapat berhenti sebentar dan berkata, ‘Si Kancil suka makan apa ya? Ooo, suka makan timun dia. Trus timunnya mana ya? Lhaa, ini dia timunnya ..’

Membacakan buku untuk bayi berdampak positif pada minat bacanya ketika ia sudah besar. Anak akan suka membaca tanpa Anda bersusah payah menyuruhnya membaca.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Kapankah Saat yang Tepat Mengajar Anak Membaca?

Mainan Bayi 0-6 Bulan Harus Edukatif?