Anak terinfeksi virus TORCH, ibu ini ingatkan pentingnya vaksin MR

lead image

Pro kontra imunisasi MR kembali merebak. Seorang ibu yang anaknya terinfeksi virus TORCH mengingatkan para orangtua tentang pentingnya manfaat imunisasi MR.

Pro kontra imunisasi MR (Measles Rubella) kembali merebak.  Sangat disayangkan, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang meragukan manfaat imunisasi MR. Bahkan tidak sedikit yang menyebarkan data ataupun berita hoax yang menyesatkan.

Fakta ini tentu saja memprihatinkan. Bahkan Maya Anggraini, seorang ibu yang memiliki seorang anak istimewa sampai geram. Di akun Facebook miliknya,  ia menuliskan sebuah status yang mengingatkan para orangtua agar mengetahui pentingnya manfaat imunisasi MR. Ia berharap agar orangtua tidak perlu takut dan khawatir memberikan imunisasi MR.

Dengan memberikan vaksin untuk buah hatinya, maka bisa menghindari atau setidaknya mengurangi orangtua lainnya mengalami hal serupa dengannya. Anak-anak bisa lahir dan tumbuh sehat karena menerima manfaat imunisasi MR. 

“Demi anak-anak spesial di Indonesia, supaya nggak makin bertambah, dan orang-orang di sekeliling juga nggak menghujat atau nge-bully orangtua dan anaknya yang berkebutuhan khusus, saya mencoba untuk berbagi. Ini tujuan saya supaya yang lain mengerti betapa sulit hidup kami. Jadi jangan tambah dibuat makin sulit dengan tidak memberikan vaksin untuk anak-anak,” ujarnya pada theAsianparent Indonesia.

Berikut kutipan lengkapnya :

Suka sedih sama orang-orang yang suka ngajak debat dan bilang vaksin MR itu haram, buat apa vaksin, kan Allah sudah kasih vaksin alami. Anak-anakku sehat semua walaupun nggak divaksin. Ngasih vaksin yang belum ada label halal disamain dengan makan babi.

Yang bilang begitu pasti belum pernah ketemu langsung sama anak-anak korban virus rubella, atau nggak mau tahu kalau anak-anak itu jadi spesial karena rubella atau virus-virus jahat lainnya.

Allah kasih vaksin alami ke badan kita caranya gimana??? Ya dikasih virus ke badan kita lewat orang lain terus jadi penyakit, terus sembuh, terus baru jadi antibodi di badan. Kalau kita vaksin, nggak sampe jadi penyakit langsung jadi antibodi di badan.

Kalau sudah jadi penyakit yang sakit sih, nggak kenapa-kenapa karena bisa sembuh. Kalau yang sakit nularin ke IBU HAMIL itu yang BAHAYA BANGET karena bisa bikin anak yang dikandungnya diserang sama virus jahat itu yg bikin anaknya BUTA, TULI, BOCOR JANTUNG, DELAY, DOWN SINDROM, HIDROSEPALI, MIKROSEPALI, dan masih banyak lagi jenis penyakit yang bisa saja kena si janin.

Vaksin ini bukan buat anak-anak kalian supaya sehat, nggak buta, nggak tuli, nggak cacat, atau apalah, tapi buat anak-anak yang belum lahir supaya anak-anak dengan sindrom rubella bawaan nggak bertambah.

Nggak enak jadi orangtua yang anaknya kena virus-virus jahat waktu di kandungan. Kayak SAYA, di-bully orang, diremehin orang, dikata-katain dari belakang, padahal bantuin juga enggak.

Duit sudah abis puluhan bahkan ratusan juta biar anak bisa sama kayak anak normal lainnya, tiap minggu sekian hari ke rumah sakit buat terapi, buat kontrol, buat nebus obat, buat operasi, buat checkup, buat beli alat-alat kesehatan yang harganya selangit.

Mesti sabar ngadepin anak tercinta yang nggak bisa diajak komunikasi, mesti sabar ngadepin anak yang nggak bisa lihat, nggak bisa denger, nggak bisa bergerak kayak anak normal.

NGGAK ENAK JADI KAMI YANG PUNYA ANAK SPESIAL, JADI TOLONG KALAU NGGAK MAU VAKSIN, JANGAN NGAJAK-NGAJAK ORANG LAIN NGGAK VAKSIN. TERUS MENGANGGAP YANG VAKSIN ITU DOSA KAYAK MAKAN BABI.

Vaksin MR sudah dicek nnggak ada kandungan babinya. Belum ada sertifikat HALAL bukan berarti haramkan…

Pliiissss, deh, berpikir bijak. Allah kasih kita pikiran buat berpikir, yang haram pun jadi boleh kalau buat kesehatan dan darurat.

Maaf kalau saya jadi marah-marah di sini, karena saya nggak mau jumlah orangtua yang kayak saya ini bertambah.

Manfaat imunisasi MR

Ibu dari Balqis Ahza Mukhbita (2,5 tahun) menceritakan bahwa saat putrinya berusia 3 bulan, matanya tidak bisa merespon dengan baik.

“Jadi saya bawa ke dokter mata di Lampung, akhirnya dirujuk ke RSCM untuk pemeriksaan mata lebih lanjut dan hasilnya Ahza tidak diketahui bisa lihat atau tidak. Dokter pun menyarankan Ahza untuk cek TORCH dan cek lainnya.”

Bermula dari kondisi mata yang tidak bisa melihat, akhirnya diketahui bahwa selain ada gangguan di penglihatan, Ahza pun mengalami gangguan pendengaran.

“Ternyata anak saya tuli sangat berat 110dB (desibel), telinga kanan dan kiri dan harus pakai alat bantu dengar. Syukurnya, kondisi paru-paru dan jantung bagus, jadi saat ini kami fokus ke mata, telinga, sama tumbuh kembangnya.”

Dikatakan oleh Maya, saat ini tumbuh kembang Ahza memang jauh di bawah anak-anak normal seusianya. Pasalnya, ia masih belum mampu bicara, belum bisa merayap, merangkak, duduk apalagi berdiri dan berjalan, mendengar pun belum bisa terlalu respon. “Ahza pun sampai sekarang belum bisa dipastikan bisa melihat atau tidak,” ujarnya.

Telah melewati perjalanan jatuh dan bangun dalam membesarkan buah hatinya, Maya pun berharap agar apa yang ia alami tidak perlu dirasakan oleh orangtua lainnya.

Toh, apa yang dialami putrinya ini sebenarnya bisa dicegah dengan pemberian vaksin, karena ini memang salah satu manfaat imunisasi MR. Di mana manfaat imunisasi MR ini juga ditujukan untuk orang banyak, dan mecegah terjadinya wabah.

Lantas benarkah vaksin mengandung babi? Simak penjelasan dokter anak lewat video ini:

 

Baca juga:

Imunisasi MR tahap 2 serentak, ini pesan dokter untuk para orangtua

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.