7 Macam Aroma Vagina dan Maknanya; Kapan Wanita Harus Waspada?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Vagina memiliki aroma alami, dan perbedaan yang terjadi pada aroma vagina bergantung pada kondisi kesehatan Bunda. Simak penjelasannya berikut ini.

Vagina memiliki aroma alami yang diproduksi sendiri oleh tubuh wanita. Namun, banyak wanita yang tidak merasa nyaman dengan aroma vagina mereka, sehingga berusaha membuatnya harum dengan menggunakan produk kewanitaan.

Padahal, produk-produk seperti itu belum tentu aman dan malah bisa membahayakan kesehatan vagina. Selengkapnya: Hati-hati, Terlalu Sering Menggunakan Produk Kewanitaan Bisa Memicu Jamur dan Infeksi Vagina

Faktanya, aroma vagina bisa berubah-ubah dalam waktu yang berbeda di bulan yang sama. Tubuh Anda memiliki aroma khas, dan aroma vagina juga akan berubah-ubah saat Anda sedang menstruasi. Berkeringat, olahraga dan berhubungan intim tanpa pengaman juga bisa membuat vagina memiliki aroma tertentu, namun hanya sementara.

Akan tetapi, beberapa aroma vagina juga bisa dijadikan sebagai indikasi kesehatan wanita. Kadang vagina mengeluarkan bau tertentu disertai gatal, atau sakit saat kencing. Kadang pula, aroma vagina yang tidak sedap tidak disertai dengan gejala apapun.

Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengetahui berbagai jenis aroma vagina dan maknanya bagi kesehatan kita.

Berikut ini adalah 7 aroma vagina dan makna kesehatannya bagi tubuh wanita, seperti dilansir dari India Times.

1. Berbau apak seperti roti basi

Infeksi jamur biasanya hanya berupa gejala gatal-gatal, atau sakit saat kencing tanpa disertai bau apapun. Namun, ada pula kondisi di mana vagina Anda berbau apak seperti roti yang terlalu lama disimpan.

Artikel Terkait: Vagina Gatal, Waspadai Infeksi Jamur pada Vagina

Infeksi vagina selain jamur bisa menunjukkan gejala yang serupa, dengan mengenali baunya, Anda bisa membedakan jenis infeksinya dari bau tersebut. Bila vagina berbau seperti ragi, atau roti, maka bisa jadi Anda sedang terkena infeksi jamur.

2. Aroma busuk

Jika Anda sering menggunakan tampon, dan mendapati aroma vagina yang busuk, segeralah menemui dokter kandungan secepatnya. Bau busuk dipicu oleh tampon yang terjebak di dalam vagina dan tidak bisa dikeluarkan.

Hal ini sering terjadi, dan hanya OB/GYN yang bisa mengeluarkan tampon bekas dari dalam vagina Anda. Penggunaan tampon yang terlalu lama tidak diganti, juga berisiko terkena penyakit kronis seperti Toxic Shock Syndrome. Karena itu sebaiknya rajin-rajinlah mengganti tampon saat sedang haid.

Selengkapnya: Toxic Shock Syndrome, Infeksi Bakteri yang Menimbulkan Racun dalam Darah

3. Bau anyir seperti ikan

Jika vagina Anda mulai mengeluarkan bau anyir seperti ikan, hal ini bisa menjadi indikasi dari dua jenis infeksi vagina. Yakni bacterial vaginosis yang terjadi karena bakteri tumbuh secara berlebihan dan mengganggu keseimbangan pH di dalam vagina. Jika baunya semakin menguat setelah berhubungan seksual, maka kemungkinan besar Anda mengalami bacterial vaginosis.

Infeksi yang kedua disebut trichomoniasis. Ini adalah salah satu infeksi menular seksual namun bisa disembuhkan. Jika vagina Anda berbau anyir, disertai lendir berwarna kehijauan, dan rasa sakit saat buang air kecil, maka kemungkinan besar Anda mengalami trichomoniasis.

4. Aroma musk/kesturi

Aroma ini pada dasarnya adalah aroma vagina yang terkuat. Biasanya keluar saat Anda berkeringat banyak, atau mengenakan celana yang terlalu ketat, atau celana dari bahan sintesis.

Jika baunya sangat kuat hingga membuat Anda harus menutupinya, segeralah hubungi dokter. Karena bau yang terlalu kuat bisa menandakan vagina Anda terkena infeksi.

5. Vagina mengeluarkan bau seperti logam

Jika vagina Anda mengeluarkan aroma seperti ini, Anda tidak perlu khawatir. Vagina akan berbau seperti logam atau darah saat haid. Darah yang bercampur dengan bau alami vagina membuatnya mengeluarkan aroma logam.

6. Berbau seperti cairan pemutih

Vagina yang berbau seperti cairan pemutih, atau klorin adalah hal yang normal. Hal ini terjadi karena penggunaan kondom atau pelumas saat berhubungan intim.

7. Berbau manis atau aroma bawang putih

Aroma manis atau bau bawang putih pada vagina bergantung pada apa yang Anda makan. Jika Anda makan buah asam seperti jeruk atau nanas, maka aroma vagina akan berbau manis.

Sedangkan, jika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung bawang merah, bawang putih, atau brokoli. Maka kemungkinan besar akan timbul bau yang kurang sedap.

***

Dengan mengetahui perbedaan aroma vagina dan indikasi kesehatan yang menyertainya, Anda jadi tahu mana bau yang normal dan mana bau yang harus diwaspadai. Sehingga Anda bisa tahu lebih awal jika ada yang salah dengan kondisi tubuh.

Semoga bermanfaat, Bunda!

 

Baca juga:

Berbagai Bentuk Cairan Vagina dan Maknanya Bagi Kesehatan Bunda





Kesehatan