TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Busui Harus Waspada! Sariawan pada Vagina Bisa Pengaruhi ASI

Bacaan 3 menit
Busui Harus Waspada! Sariawan pada Vagina Bisa Pengaruhi ASI

Sariawan vagina biasa terjadi pada ibu karena stres atau hormon selama kehamilan. Tak hanya membuat gatal vagina, tapi juga berpengaruh saat menyusui.

Sariawan vagina atau kandidiasis disebabkan oleh bakteri seperti jamur yang disebut Candida. Perkembangbiakan jamur patogenik ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kehamilan.

Selama masa kehamilan dan produksi ASI, hormon di dalam tubuh Bunda mengalami gangguan dan butuh waktu lama untuk pulih. Gangguan hormon inilah yang memicu perkembangbiakan Candida hingga menyebabkan sariawan vagina.

Lalu, apa saja gejala dan cara mengatasinya?

Penyebab dan Gejala Sariawan Vagina saat Menyusui

sariawan-vagina-saat-menyusui

Melansir dari laman Motherhow, berikut ini adalah penyebab terjadinya sariawan vagina.

  • Situasi yang membuat stres
  • Obat-obatan tertentu (biasanya antibiotik)
  • Pola makan yang tidak sehat
  • Kurang menjaga kebersihan
  • Pakain dalam berbahan sintetis
  • Sabun kewanitaan yang mengandung parfum dan bahan pengawet
  • Sumbatan darah di area panggul (diakibatkan oleh kurang olahraga saat hamil dan kurang melakukan hubungan intim)

Sariawan vagina tidak hanya membuat ibu menyusui tidak nyaman di area genital, tapi juga memengaruhi puting. Jika Bunda mengalami sariawan vagina, maka akan terasa sakit saat menyusui atau setelahnya.

Sariawan vagina juga bisa menyebabkan puting retak, berikut adalah gejalanya:

  • Sakit saat menyusui
  • Puting berwarna pink cerah, gatal, dan sakit
  • Sakit di bagian bahu dan tulang belikat
  • Muncul infeksi jamur di kuku atau di sudut bibir

Artikel terkait: Payudara sakit selama menyusui, 6 penyebab dan cara mengatasinya

Cara mengatasi sariawan vagina selama menyusui

Sariawan vagina

Penyakit ini sebenarnya bisa diatasi dengan obat dari dokter, namun karena ibu menyusui tidak bisa sembarangan minum obat, maka penanganannya pun harus lebih hati-hati. Dokter akan memberikan perawatan yang sesuai setelah melakukan pemeriksaan vaginal smear.

Dokter biasanya akan memberikan salep untuk meringankan gejalanya. Jangan lupa konsultasi dengan ahli kandungan untuk mendapatkan saran medis yang tepat dan tidak berbahaya bagi bayi.

Penyakit ini jika tidak dirawat bisa bertambah parah karena akan memicu inflamasi dan berdampak buruk pada kesehatan bayi di kemudian hari. Jamur penyebab infeksi juga bisa menular ke bayi dan menyebabkan masalah kesehatan serius pada bayi.

Artikel terkait: 7 Macam Aroma Vagina dan Maknanya, Kapan Perempuan Harus Waspada?

Pencegahan Sariawan Vagina Selama Menyusui

sariawan-vagina-saat-menyusui

Pencegahan penyakit ini bisa dilakukan sebelum promil. Ibu yang ingin hamil harus melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah ada bakteri vagina yang mungkin bisa memicu timbulnya penyakit ini.

Pola makan yang sehat juga bisa mencegah timbulnya penyakit ini. Hindari makanan tinggi karbohidrat dan gula.

Jangan makan berlebihan. Bila terlanjur mengalami penyakit ini, lakukan hal-hal berikut:

  • Jangan berhenti menyusui. Jika payudara terasa sakit saat menyusui, Bunda bisa memerah ASI dan memberikannya pada bayi dengan botol.
  • Menjaga kebersihan. Cucilah tangan sebelum menyusui dan setelah mengganti popok bayi.
  • Minum teh hijau dan produk olahan susu mengandung lactobacillus dan bifidobacteria 
  • Jangan memakai celana dalam berbahan sintetis atau celana yang terlalu ketat
  • Jangan menggunakan bantalan dada. Jika benar-benar harus menggunakannya, gantilah breast pads sesering mungkin agar payudara bisa bernapas.

Artikel terkait: Wajib coba! 5 Cara mengencangkan otot vagina setelah melahirkan

Sariawan vagina saat menyusui adalah kondisi yang sangat tidak nyaman bagi ibu, biasanya disebabkan oleh gangguan hormon selama kehamilan. Konsultasikan cara terbaik mengobati penyakit ini dengan dokter agar pengobatan yang Anda lakukan tidak berdampak buruk pada bayi.

Semoga bermanfaat.

****

Baca juga:

Laser Vagina Pasca Melahirkan, Benarkah Bisa Mengencangkan Miss V?

6 Kebiasaan buruk yang menganggu kesehatan vagina, wanita wajib baca!

6 Tanda Vagina Sehat, Para Bunda Wajib Tahu!

 

 

 

Cerita mitra kami
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Menyusui
  • /
  • Busui Harus Waspada! Sariawan pada Vagina Bisa Pengaruhi ASI
Bagikan:
  • 6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

    6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

  • Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

    Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

  • 10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

    10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

  • 6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

    6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

  • Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

    Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

  • 10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

    10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti