TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sama Sekali Tak Bisa Gerak Saat Tidur, Benarkah Anda Sedang Ketindihan Setan?

Bacaan 5 menit
Sama Sekali Tak Bisa Gerak Saat Tidur, Benarkah Anda Sedang Ketindihan Setan?

Tubuh serasa lumpuh saat terbangun dari tidur? Itu bukan ketindihan setan, Bunda, tapi sleep paralysis yang dari sisi medis bisa dijelaskan secara ilmiah.

“Dok, saya mimpi buruk ketindihan setan. Bagaimana cara mengusir setannya, ya, Dok?”

Pertanyaan ini kerap diterima dr. Santi Yuliani, SpKJ, yang praktik di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang.

Menurut dr. Santi, tidak ada istilah yang namanya ‘ketindihan setan’. Peristiwa yang dikira ‘ketindihan setan’ itu ternyata terjadi karena masalah biologis dan bisa dijelaskan secara ilmiah.

Berikut ini penjelasan dr. Santi mengenai ‘ketindihan setan’ dari sisi penjelasan seorang psikiater, seperti dilansir dari IGTV-nya @santi_psychiatrist berjudul Kenapa Aku Mimpi Buruk.

Merasa Lumpuh Saat Tidur, Benarkah Anda Sedang Ketindihan Setan?  

Sama Sekali Tak Bisa Gerak Saat Tidur, Benarkah Anda Sedang Ketindihan Setan?

Istilah yang benar dari ketindihan setan adalah sleep paralysis.

Dalam ilmu kedokteran, kondisi ini dijelaskan dr. Santi sebagai, “Jadi kita seakan-akan terbangun, sadar, tapi kita tidak bisa mengendalikan badan kita. Otot kayaknya lumpuh, bahkan kita kadang napas nggak bisa. Ada beberapa klien saya yang melaporkan, ‘Dok saya bisa keluar dari badan saya dan saya bisa ngelihat diri saya ada di situ, tapi saya mau masuk lagi enggak bisa atau saya mau tolong enggak bisa.'”

Sleep paralysis adalah kondisi kelumpuhan tidur, di mana seseorang merasa sadar tetapi tidak dapat menggerakkan tubuhnya.

Tiap-tiap orang setidaknya pernah mengalami kelumpuhan tidur satu atau dua kali dalam hidupnya. Dan ini tidak terkait dengan masalah kejiwaan.

Artikel terkait: Pandemic dreams atau mimpi buruk yang dipicu corona, bagaimana cara mengatasinya?

Bagaimana Sleep Paralysis Terjadi?

Sama Sekali Tak Bisa Gerak Saat Tidur, Benarkah Anda Sedang Ketindihan Setan?

Saat tubuh tertidur, dua neuron kecil bernama GABA dan Glycine bekerja membunuh atau melumpuhkan otot-otot tubuh.

Ini yang membuat pada saat seseorang tertidur yang dalam, otot-ototnya benar-benar rileks dan bisa tidur dengan nyenyak sekali.

Akan tetapi, dalam kondisi tidur enak, mungkin saja ada gangguan-gangguan seperti suara keras yang membuat seseorang terbangun atau pikiran alam bawah sadarnya memunculkan kegelisahan dan bermimpi.

Ternyata saat tubuh terbangun dengan cepat, GABA dan Glycine tidak bisa dengan cepat membangunkan otot secepat mata terjaga.

“Bangunnya perlahan-lahan, tidak bisa cepat. Jadi GABA dan Glycine butuh beberapa saat untuk mengembalikan ke posisi persiapan bangun,” kata dr. Santi.

Di sinilah masalahnya. Adanya ketidaksinkronan kecepatan tadi memunculkan kondisi seakan-akan seseorang tidak bisa mengendalikan tubuhnya padahal ia sudah bangun.

“Kalau cemas, maka kita akan terbangun tanpa sebab. Kalau kita mengalami gangguan mood seperti depresi, kemungkinannya kita mengalami sleep paralysis tadi. Jadi, ini bukan kerasukan atau ketindihan, ya,” terang dr. Santi

Lalu, Mengapa Disebut Ketindihan Setan?

ketindihan setan

Selama berabad-abad, kelumpuhan tidur telah dijelaskan dalam banyak cara dan sering dikaitkan dengan kehadiran roh jahat, seperti ‘ketindihan setan’ oleh masyarakat Indonesia.

Atau wanita tua di film Romeo and Juliet karya Shakespeare, atau penculik alien. Hampir setiap budaya dan negara memiliki ceritanya sendiri.

Istilah-istilah ini datang dari masa lalu, di mana masyarakat belum memiliki pengetahuan yang baik mengenai sleep paralysis. Hal ini kemudian disampaikan turun temurun hingga menjadi sebuah kebenaran.

“Ya, balik lagi ke zaman dahulu kala, di mana ilmu pengetahuan masih terbatas, di saat orang-orang belum bisa menjelaskan Gaba dan Glycine. Belum bisa menjelaskan irama sirkandian, belum bisa menjelaskan REM. Maka penjelasan yang paling mudah adalah penjelasan-penjelasan tahayul. Itu mengapa banyak orang yang memercayai itu sampai saat ini,” papar dr. Santi.

Artikel terkait: 9 Arti Mimpi Suami Selingkuh Berdasarkan Primbon Jawa dan Islam

Dua Jenis Sleep Paralysis

ketindihan setan

Dengan merunut kapan kejadian sleep paralysis, biasanya baru akan dikenali jenis dari sleep paralysis yang dialami, yaitu:

  • Hipnagogik (hypnagogic) atau predormital: kelumpuhan tidur yang terjadi saat tubuh masih dalam kondisi tidur. Biasanya Anda tidak sadar sedang ‘ketindihan’.

    Cerita mitra kami
    Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
    Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
    Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
    Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
    Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
    Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
    Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
    Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
  • Hipnopompok atau postdormital: kelumpuhan tidur yang terjadi saat tubuh sudah terbangun. Selama tidur, tubuh berganti-ganti antara REM dan NREM (non-rapid eye movement) di mana siklusnya berlangsung sekitar 90 menit. Tidur NREM terjadi lebih dulu dan memakan waktu hingga 75% dari waktu tidur secara keseluruhan. Selama tidur NREM, tubuh rileks dan memulihkan dirinya sendiri. Di akhir NREM, tidur bergeser ke REM, di mana mata bergerak cepat dan mimpi terjadi, tetapi seluruh tubuh tetap sangat rileks, otot-otot sedang “dimatikan”. Saat Anda tersadar sebelum siklus REM selesai, Anda akan menyadari tubuh tidak dapat bergerak atau berbicara.

Artikel terkait: 7 Tanda masalah tidur pada anak yang sering tidak disadari orangtua

Cara Menghindari ‘Ketindihan Setan’

Sama Sekali Tak Bisa Gerak Saat Tidur, Benarkah Anda Sedang Ketindihan Setan?

WebMD menyebutkan, 4 hingga 10 orang pasti pernah mengalami kelumpuhan tidur.

Kondisi ini biasanya sering mulai terjadi di usia remaja. Ini bukan genetik dan bisa terjadi jika dipicu oleh beberapa hal, seperti:

  • Kurang tidur
  • Jadwal tidur yang berubah
  • Kondisi mental seperti stres atau gangguan bipolar
  • Tidur telentang
  • Masalah tidur lainnya seperti narkolepsi atau kram kaki di malam hari
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti ADHD
  • Penyalahgunaan zat

Para peneliti mengatakan, kelumpuhan tidur tidak butuh pengobatan khusus.

Untuk mengatasinya dan dapat menikmati tidur nyenyak, Anda cukup memperbaiki kebiasaan tidur dengan tidur 6-8 jam setiap malam, serta manajemen hati alias menghindari stres.

Namun, jika Anda terus merasa cemas dan lelah sepanjang malam/hari karena sleep paralysis, konsultasikanlah ke dokter. 

***

Nah, sekarang Parents sudah tahu, kan, kalau tidak ada istilah ‘ketindihan setan’ saat tidur? Ternyata, kondisi sleep paralysis benar-benar bisa dijelaskan secara ilmiah.

Baca juga:

5 Cara Mengatasi Masalah Susah Tidur pada Anak Disabilitas, Cek Parents

Mimpi Buruk atau Teror Malam?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ester Sondang

Diedit oleh:

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Sama Sekali Tak Bisa Gerak Saat Tidur, Benarkah Anda Sedang Ketindihan Setan?
Bagikan:
  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti