TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Intermittent Explosive Disorder, Ledakan Amarah yang Bisa Picu Konflik

Bacaan 4 menit
Mengenal Intermittent Explosive Disorder, Ledakan Amarah yang Bisa Picu Konflik

Ketika kemarahannya menjadi berlebihan, pastikan Anda tahu apa yang harus dilakukan!

Permasalahan utama yang dihadapi Parents dengan pasangan yang cenderung memiliki intermittent explosive disorder adalah ledakan amarah. Gangguan kontrol emosi ini tentu bisa membuat hubungan Anda terasa melelahkan dan sangat tidak mudah.

Dalam posisi ini, nasihat untuk bersabar saja rasanya tidak cukup. Karena, selain pasangan mudah terpicu kemarahan, sikapnya ketika emosi juga menjadi tidak mudah dihadapi.

Namun memilih untuk diam dan menerima bisa membuat kita juga semakin tertekan. Apalagi pasangan dengan intermittent explosive disorder biasanya memiliki ledakan amarah yang berbeda dari orang normal.

Secara psikologis, dampak intermittent explosive disorder adalah kita jadi merasa bersalah karena merasa selalu membuatnya emosi. Sementara itu, jika hal ini terus dibiarkan bisa jadi pasangan akan berlaku semakin manipulatif. Sadari ini bukan masalah Anda dan mulai lakukan langkah berikut untuk menghadapinya.

Intermittent explosive disorder adalah

Intermittent explosive disorder adalah ganguan emosi ang bisa berpengaruh pada hubungan Anda dengan pasangan.

Hal yang Dilakukan Ketika Menghadapi Ledakan Amarah

Dikutip dari Psychology Today, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika menghadapi ledakan amarah dari pengidap intermittent explosive disorder.

1. Intermittent Explosive Disorder adalah Masalahnya, Bukan Diri Anda

Temperamental adalah salah satu indikasi pasangan Anda memiliki intermittent explosive disorder. Menghadapi ledakan amarahnya, sadari bahwa hal ini bukanlah kesalahan diri Anda. Walaupun Anda memang berbuat kesalahan tidak berarti Anda pantas mendapatkan amarah se-ekstrem ini. 

Hadapi kemarahannya tanpa membuat Anda menyalahkan diri sendiri adalah kunci utama. Hal ini karena penderita intermittent explosive disorder memang cenderung memojokkan lawan bicaranya. Ketika mengungkapkan emosi tanpa bisa menyadari reaksinya terlalu berlebihan, mereka akan cenderung berlaku manipulatif dan Anda harus bisa menghadapinya.

Artikel terkait: 7 Cara ampuh mengatasi suami yang suka marah, Bunda perlu tahu!

2. Jangan Tanggapi Ledakan Amarahnya dan Tinggalkan Ruangan

Jika kemarahannya tidak juga mereda atau malah semakin menjadi, jangan mencoba untuk menyanggah atau menanggapi dengan balik melawan. Pahami bahwa saat ini pasangan Anda tengah melepaskan bebannya bagai anak kecil yang tengah tantrum karena kesulitan mengekspresikan emosi. 

Coba berempati dan minta ia perlahan menemukan alasan sebenarnya apa yang membuatnya marah. Jika tidak berhasil, bukan jadi hal buruk untuk menghindar dan membiarkan amarahnya mereda dengan sendirinya.

3. Jika Makin Buruk, Cari Pertolongan

Terkadang, penderita intermittent explosive disorder kesulitan mengendalikan diri sehingga cenderung melibatkan kekerasan fisik untuk meluapkan emosi. Ini adalah peringatan keras agar Anda lebih waspada. Selalu pastikan Anda memiliki kontak darurat jika hal ini terjadi dan pastikan diri Anda aman dan segera mendapat pertolongan jika kemarahannya semakin memburuk.

Intermittent explosive disorder adalah

Artikel terkait: Kendalikan Emosi, Begini Doa dan Adab Saat Marah yang Diajarkan Rasulullah

Hal yang Dilakukan Setelah Amarah Mereda

Menjalin hubungan dengan orang dengan intermittent explosive disorder adalah sebuah komitmen yang dijalani tidak hanya ketika mereka marah, namun juga ketika hubungan sedang baik-baik saja. Simak hal yang harus Anda lakukan.

1. Bicarakan Tentang Amarahnya

Jangan biarkan pasangan menganggap sikapnya ketika marah adalah hal yang wajar. Bicarakan soal luapan emosi tiap kali hal itu terjadi dan cari hal-hal yang memantik ledakan kemarahannya. Jika awalnya pasangan menghindari topik, teruslah mencoba dan jangan takut untuk terbuka dengan perasaan Anda menghadapi kondisi tersebut. 

Komunikasi bisa menjadi jalan pembuka untuk atasi masalah ini termasuk bagaimana mengajak pasangan untuk menyembuhkan diri. Menyadari adanya masalah dalam dirinya bisa jadi kunci utama untuk bersama-sama mengatasi hal ini.

Intermittent explosive disorder adalah

Artikel terkait: Bingung menghadapi anak marah? Ini 9 saran dari psikolog untuk Parents!

2. Sepakati Kode untuk Menghindari Kejadian Selanjutnya

Beberapa kejadian ledakan kemarahan bisa saja terjadi di depan umum. Hal ini seringkali menjadi tontonan dan gunjingan banyak orang. Hindari hal ini dengan menyepakati kode tertentu untuk membantunya mengidentifikasi emosi. 

Dengan kode ini, ia akan tahu jika masalahnya kembali dan bisa berusaha menahan diri atau setidaknya menjauh dari kerumunan untuk mencegahnya semakin memburuk. Kode ini juga berlaku untuk memberi tahu pasangan ketika segala hal sudah berlebihan dan Anda merasa tidak nyaman.

3. Selesaikan Masalah dan Jadwalkan Konseling

Bersabar bukanlah satu-satunya solusi menghadapi penderita intermittent explosive disorder. Selesaikan masalah dengan segera adalah pilihan yang seharusnya Anda ambil. Jika ia merasakan kegelisahan dan berusaha untuk mengatasi, waktunya anda maju dan beri dukungan. 

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan mejadwalkan konseling. Meminta bantuan ahli adalah hal yang tepat dalam hadapi masalah ini Nantinya pasangan akan diminta melakukan intermittent explosive disorder test untuk kemudian diberi solusi untuk menghadapi gangguan emosinya.

Intermittent explosive disorder adalah

Kunci utama dalam menghadapi pasangan dengan intermittent explosive disorder adalah memahami situasi soal kapan Anda terlibat dan kapan harus lepas tangan. Emosinya, sama halnya dengan emosi Anda bukanlah tanggung jawab orang lain melainkan diri sendiri. Ketidakmampuan pasangan mengendalikan emosi memang bisa diatasi dengan komunikasi dan terapi. Namun jika yang Anda hadapi adalah penolakan dan berujung menyalahkan orang lain, maka bukan jalan yang buruk jika Anda harus keluar dari hubungan ini.

****

Baca Juga:

Merasa mudah marah dari biasanya? Ini hal yang perlu Anda lakukan

Cerita mitra kami
Benarkah Main dengan Alam Bisa Meningkatkan Kemampuan Belajar si Kecil?
Benarkah Main dengan Alam Bisa Meningkatkan Kemampuan Belajar si Kecil?
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!
Fakta soal APeePooCalypse Terungkap: Bahaya Pup Bercampur Air Pipis yang Terjadi di Setiap Popok Bayi!
Fakta soal APeePooCalypse Terungkap: Bahaya Pup Bercampur Air Pipis yang Terjadi di Setiap Popok Bayi!
Panduan Merawat Bayi Baru Lahir: Cara Tepat Mengatasi Ruam Popok
Panduan Merawat Bayi Baru Lahir: Cara Tepat Mengatasi Ruam Popok

Bukan Berteriak! Ini Cara Marah yang Sehat pada Anak Tanpa Menimbulkan Trauma

Hidup Lebih Damai, Ini 11 Cara Menghilangkan Emosi Negatif yang Perlu Dicoba

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Puspa Sari

Diedit oleh:

Ruben Setiawan

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Mengenal Intermittent Explosive Disorder, Ledakan Amarah yang Bisa Picu Konflik
Bagikan:
  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti