5 Jenis infeksi yang rentan terjadi pasca operasi caesar, ini cara mencegahnya

5 Jenis infeksi yang rentan terjadi pasca operasi caesar, ini cara mencegahnya

Setelah kelahiran, ketahui berbagai tanda dan pencegahan infeksi luka operasi caesar yang bisa rentan terjadi.

Pasca kelahiran dengan metode caesar, infeksi luka operasi caesar mungkin saja terjadi. Agar tidak semakin parah, setiap ibu sebaiknya mengetahui gejala, jenis, dan penanganannya.

Bila sedang berada pada masa kehamilan, hendaknya Bunda mengetahui cara-cara yang tepat untuk mencegah infeksi yang bisa bertambah parah.

Gejala infeksi luka operasi caesar

bekas jahitan caesar 3

Luka akibat caesar memang seringkali menimbulkan rembesan berupa cairan bening. Selain itu, pembengkakkan, kemerahan, dan rasa sakit pun normal terjadi.

Namun dalam kasus infeksi luka operasi caesar, ini bisa menimbulkan gejala lainnya. Beberapa tanda dan gejala yang harus diwaspadai, antara lain:

  • Cairan bening atau berubah warna yang berasal dari luka.
  • Pembengkakan abnormal, kemerahan, dan nyeri di sekitar luka.
  • Nyeri atau bengkak di kaki.
  • Ketidaknyamanan di perut.
  • Perdarahan vagina abnormal.
infeksi luka setelah caesar

infeksi luka operasi caesar

Gejala-gejala ini dapat terjadi seperti demam, di antaranya:

  • Berkeringat
  • Suhu lebih dari 100,4 ° F (38 ° C)
  • Sakit kepala
  • Merasa panas dingin
  • Kehilangan selera makan
  • Dehidrasi
  • Kelelahan
  • Nyeri otot
  • Kesulitan berkonsentrasi

Tanda-tanda infeksi mungkin tidak muncul segera setelah operasi. Biasanya akan membutuhkan waktu hingga 30 hari hingga timbulnya gejala.

Namun selain infeksi akibat luka sayatan disekitar perut, rupanya ada beberapa jenis infeksi lain yang bisa terjadi. Ini bisa terjadi dalam kategori yang masih aman hingga perlu penanganan segera.

Jenis infeksi setelah caesar

1. Selulitis

Ketika jaringan di sekitar daerah sayatan mulai menjadi merah dan bengkak, menyerupai peradangan, ini adalah tanda adanya selulitis. Ini bisa disebabkan oleh infeksi karena bakteri spesifik yang termasuk dalam golongan stafilokokus atau streptokokus. Dalam kondisi seperti ini biasanya nanah jarang ada.

2. Sariawan

Walaupun terkesan biasa, namun sariawan bisa termasuk infeksi setelah operasi caesar yang bisa terjadi. Pasca melahirkan bisa lebih rentan karena daya tahan tubuh Bunda sedang lemah.

Ini disebabkan oleh jamur yang bisa diakibatkan juga karena konsumsi steroid. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi jamur atau bahkan luka pada mulut, karena tidak adanya bakteri baik untuk menjaga daerah tersebut tetap sehat.

3. Abses perut

Setelah daerah sayatan menjadi meradang dan cukup lunak, area di sekitar tepi luka juga bisa mulai membengkak. Hal ini menyebabkan bakteri menginfeksi rongga jaringan, menyebabkan pembentukan nanah.

Kondisi ini umum terjadi pasca melahirkan dan harus ditangani bila mengalami abnormalitas.

4. Endometritis

Infeksi yang sudah parah biasanya juga bisa menyebar, bahkan bisa mencapai rahim dan mulai mengiritasi lapisan rahim atau disebut juga endometritis. Kondisi ini biasanya menyebabkan banyak sakit perut dan keputihan, disertai demam tinggi.

5. Infeksi Saluran Kemih

Kondisi infeksi juga bisa menyebar ke daerah saluran kemih. Dalam kondisi ini, para wanita  tertentu mungkin memerlukan kateter untuk memudahkan buang air kecil. Ini meningkatkan kemungkinan infeksi saluran kemih karena E.coli.

Komplikasi infeksi luka operasi caesar

infeksi luka setelah caesar

  • Necrotizing fasciitis atau kondisi infeksi mulai menyerang jaringan tubuh yang sehat.
  • Ruptur fasia atau kondisi jaringan tubuh yang sehat terpapar lebih jauh ke luka.
  • Dehiscence dari luka jahitan dan lapisan yang disembuhkan dibuka kembali.
  • Kasus terburuk yakni luka terbuka sepenuhnya dan usus mulai keluar.

Perawatan infeksi luka operasi caesar

Pembersihan dengan benar

Lakukan pembersihan luka dengan cara yang tepat dan rutin. Setiap nanah yang keluar sebaiknya dikeringkan dan dibersihkan. Gunakan larutan steril untuk membersihkan dan menghilangkan bakteri.

Jika luka masih bocor dalam kondisi yang abnormal, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Pemeriksaan rutin yang disarankan

Periksakan kondisi luka pada dokter sesuai waktu yang disarankan. Konsultasikan semua keluhan terkait luka yang telah dirasakan.

Pencegahan infeksi luka operasi caesar

  • Secara teratur melakukan pembersihan luka dan mengganti pembalut.
  • Rawat luka dengan baik setelah operasi dan segera beri tahu dokter jika ada masalah.
  • Kenakan pakaian longgar di atas daerah sayatan dan jangan dulu menerapkan lotion.
  • Tetap perhatikan resep antibiotik dan dosis.
  • Beri tahu dokter jika suhu tubuh Anda mulai naik sekitar 38 derajat Celcius.
  • Jangan biarkan kulit terlipat di atas luka atau menyentuh area tersebut.
  • Pilihlah berbagai cara menggendong bayi selama menyusui untuk menghindari tekanan pada luka.
  • Jika tanda-tanda nanah, nyeri atau bengkak mulai terlihat, segera hubungi dokter.

Tips yang dapat membantu penyembuhan luka caesar

  • Pastikan Anda minum obat teratur untuk mengobati rasa sakit dan bengkak.
  • Minum banyak cairan.
  • Jangan mengangkat benda berat apa pun.
  • Istirahat sebanyak mungkin.
  • Jaga perut saat bersin, hindari aktivitas berat

Semoga informasi tersebut bermanfaat ya, Bunda!

Sumber : Parenting Firstcry, Medicalnewstoday

Baca Juga :

Luka sesar jadi keloid? Ini 3 bahan alami untuk menyamarkan bekasnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner