Bolehkah Ibu Hamil Melahirkan di Rumah? Simak Syarat dan Risikonya!

Bolehkah Ibu Hamil Melahirkan di Rumah? Simak Syarat dan Risikonya!

Keputusan untuk melahirkan di rumah memang terlihat menyenangkan karena alasan praktis, murah, bebas, dan nyaman. Namun, apa saja syarat yang harus dipenuhi?

Pilihan untuk ibu melahirkan di rumah cukup banyak diminati. Selain karena praktis, alasan lain melahirkan di rumah yaitu akan terasa nyaman karena dikelilingi oleh anggota keluarga.

Akan tetapi, pertanyaannya adalah apakah boleh melakukan persalinan di rumah, bukan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan klinik? Apa saja syarat ibu hamil boleh melahirkan di rumah?

Simak jawaban dan penjelasannya di sini, ya, Parents.

Syarat Jika Ibu Melahirkan di Rumah

Pilihan untuk melakukan persalinan di rumah diperbolehkan dengan persyaratan. Berikut ini adalah beberapa syarat yang harus dipenuhi agar ibu hamil bisa melakukan persalinan dengan aman di rumah.

1. Sehat

ibu melahirkan di rumah

Jika ibu hamil memiliki kondisi kesehatan yang baik, pilihan untuk bisa melahirkan di rumah bisa dilakukan. Pemeriksaan kandungan secara rutin setiap bulannya bisa membuat prediksi tentang masalah kesehatan ibu dan komplikasi dalam janin, jika memang ada. 

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), seorang ibu hamil tidak boleh melahirkan di rumah, ketika:

  • Pernah melakukan operasi caesar pada persalinan sebelumnya
  • Hamil anak kembar
  • Mengalami lahir prematur
  • Mengalami lahir posmatur, yakni ketika usia kehamilan sudah di atas 41 minggu
  • Posisi bayi sungsang
  • Memiliki diabetes gestasional, yaitu diabetes yang terjadi saat kehamilan
  • Preeklamsia, dan
  • Infeksi ketuban

Kehamilan dengan kondisi seperti di atas memerlukan intervensi medis, sehingga berbahaya untuk bisa melakukan persalinan di rumah. Ibu dengan kondisi lansia juga direkomendasikan untuk tidak melakukan persalinan di rumah.

Artikel Terkait: Mengenal Diabetes Gestasional pada ibu hamil, waspadai gejalanya!

2. Bukan Persalinan Pertama

Kelahiran pertama memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan persalinan kedua dan seterusnya. Dengan demikian, direkomendasikan untuk melakukan persalinan di rumah sakit atau klinik. 

Jadi, jika Bunda merencanakan kelahiran kedua atau selanjutnya, dengan kondisi tubuh dan janin yang baik, persalinan dapat dilakukan di rumah saja.

3. Ada Dokter atau Bidan yang Siap Menolong

Ini adalah persyaratan yang sangat penting untuk bisa melahirkan di rumah, yakni ada tenaga medis yang siap membantu. Selain itu, konsultasikan pilihan untuk melahirkan di rumah dengan dokter kandungan agar ia bisa merekomendasikan keputusan terbaik untuk Parents.

4. Sarana Kesehatan dan Kondisi Lingkungan Rumah

Jika lingkungan rumah sangat jauh dari fasilitas kesehatan, biasanya dokter atau bidan tidak akan merekomendasikan untuk melahirkan di rumah.

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan ketika memutuskan melahirkan di rumah adalah kelengkapan sarana yang dimiliki bidan untuk memfasilitasi persalinan, kebersihan tempat tinggal, dan kebersihan lingkungan sekitar.

5. Akses ke Fasilitas Kesehatan

Sebaiknya rumah yang dijadikan tempat melahirkan memiliki jarak yang cukup dekat dengan fasilitas kesehatan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang buruk selama proses persalinan berlangsung, sehingga ibu hamil bisa langsung dipindahkan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Manfaat Ibu Melahirkan di Rumah

ibu melahirkan di rumah

Persalinan di rumah mulai menjadi pilihan sebagian orangtua karena beberapa alasan seperti mudah, nyaman, murah, dan ditemani oleh keluarga terdekat. Berikut ini adalah beberapa manfaat melakukan persalinan di rumah.

  • Persalinan di rumah membuat risiko intervensi medis, seperti sesar dan induksi, menjadi rendah
  • Mengurangi potensi infeksi karena persalinan pada ibu hamil
  • Memiliki kontrol yang lebih tinggi, Bunda bisa melakukan berbagai hal sembari menunggu proses terbukanya jalan lahir
  • Lebih privasi
  • Memiliki ruang yang dekat dengan bayi, karena ada beberapa rumah sakit yang memisahkan ruang kamar antara ibu dan anaknya.

Risiko Ibu Melahirkan di Rumah

Meskipun pilihan persalinan di rumah terlihat begitu menggoda, dengan semua kemudahan dan kebebasan yang dimiliki, tetap ada risiko yang perlu ibu hamil pahami terlebih dahulu. Berikut ini adalah beberapa risiko ibu hamil melahirkan di rumah.

1. Ibu Melahirkan di Rumah Berisiko Alami Komplikasi

Menurut ACOG, melakukan persalinan di rumah meningkatkan risiko kematian perinatal dan risiko kejang pada bayi yang baru dilahirkan. Ibu hamil yang melahirkan di rumah juga memiliki risiko lebih besar untuk mengalami pendarahan pasca persalinan.

Artikel Terkait: Pendarahan Setelah Melahirkan

ibu melahirkan di rumah

2. Pindah ke Rumah Sakit

Sekitar 23-37% orangtua yang melakukan persalinan di rumah untuk pertama kali akhirnya dipindahkan ke rumah sakit karena berbagai alasan. 

Salah satu alasannya adalah sarana yang tidak lengkap untuk menunjang persalinan di rumah, kebutuhan pereda nyeri, hipertensi, pendarahan, dan malposisi janin.

3. Asuransi

Biaya untuk persalinan di rumah jelas tidak akan dibayarkan oleh asuransi kesehatan. Jika Parents memiliki asuransi kesehatan, sebaiknya pertimbangkan dengan bijak tentang pilihan seperti ini.

4. Cara Memilih Bidan

Tenaga fasilitator medis yang akan menolong persalinan di rumah adalah bidan. Sebab, hampir semua dokter kandungan hanya akan melayani  persalinan di fasilitas kesehatan dengan sarana yang lengkap.

Ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan saat memilih bidan untuk persalinan di rumah, seperti:

  1. Pengalamannya menangani persalinan di rumah
  2. Bidan profesional bersertifiikat yang pernah mendapat pelatihan 
  3. Jumlah pengalaman bidan menolong persalinan

Menurut Chris Ann Beard, seorang perawat bersertifikat di Oregon, bidan membutuhkan paling tidak seratus kali pengalaman untuk bisa melayani permintaan persalinan di rumah.

Pilihan ibu melahirkan di rumah memang bisa membuat aman dan nyaman. Namun, pertimbangkan faktor risiko dan manfaat secara seksama, agar ibu dan buah hati bisa melewati proses persalinan dengan selamat.

Sumber: Alodokter, Parents.com

Baca Juga:

6 Jenis Komplikasi Persalinan yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner