Kematian bayi baru lahir ini memicu perdebatan soal risiko melahirkan di rumah

Kematian bayi baru lahir ini memicu perdebatan soal risiko melahirkan di rumah

Baca artikel ini mengetahui lebih banyak apa saja risiko melahirkan di rumah atau home birth.

Doula atau bidan yang sudah terlatih tentu saja bisa membantu mengurangi risiko saat Bunda memilih melahirkan di rumah atau home birth. Namun, ketika ada kejadian di Malaysia, bayi yang dilahirkan lewat metode home birth meninggal sesaat setelah dilahirkan, tentunya kita tidak bisa mengabaikan risiko melahirkan di rumah.

Salah satu proses persalinan yang kian booming beberapa tahun belakangan adalah metode home birth. Proses satu ini dianggap menjadi metode kelahiran yang dianggap bisa mengurangi rasa sakit saat persalinan, baik untuk sang ibu ataupun bayinya.

Selain itu, alasan lain yang menyebabkan seorang ibu memilih melahirkan di rumah dikarenakan melahirkan di rumah memberikan rasa lebih nyaman ketimbang proses melahirkan di rumah sakit.

Meski demikian, metode melahirkan di rumah masih saja memunculkan kontroversi di sana-sini. Terlebih dengan adanya pemberitaan yang menuliskan kematian bayi di Malaysia yang lahir dengan metode kelahiran di rumah. Peristiwa ini akhirnya memicu kembali perdebatan tentang risiko kelahiran di rumah.

Sebelumnya, laporan menunjukkan bahwa ada seorang doula yang ikut terlibat dalam kelahiran tersebut. Namun, setelah melewati proses penyelidikan, polisi Malaysia membantahnya.

Risiko melahirkan di rumah tanpa bantuan medis

Insiden tersebut terjadi beberapa waktu yang lalu di Johor Baru, ketika seorang pasangan suami istri diduga meminta bantuan pada seorang doula untuk membantu kelahiran bayi mereka di rumah.

Namun, proses melahirkan di rumah tidak berjalan sesuai rencana. Bayi yang baru lahir meninggal karena tidak ada seorang praktisi medis yang ikut mendampingi saat proses melahirkan di rumah. Sayangnya, tidak ada rincian yang yang menjelaskan bagaimana bayi tersebut meninggal dunia.

Setelah peristiwa malang ini terjadi, seseorang membagikan kisah ini di Facebook dan bahkan mengajukan keluhan ke polisi negara bagian. Pasalnya, doula yang ikut membantu proses kelahiran diduga tidak memiliki izin.

Kepala Kepolisian Negara Bagian, Datuk Mohd Khalil Kader Mohd mengatakan kepada Channel News Asia, “Memang, ada banyak pernyataan di Facebook (FB) tentang insiden ini. Perempuan yang dikatakan sebagai doula juga telah membuat laporan polisi, ia menolak tuduhan atas keterlibatannya yang menyebabkan kematian bayi itu”.

Ia menambahkan, “Kami juga mengacu pada keluarga bayi, karena saat memberikan pernyataan awal mereka tidak menyebutkan mengenai tenaga doula. Jadi, kami sudah memulai penyelidikan menyeluruh berdasarkan pernyataan di FB,” tambahnya. Setelah penyelidikan selesai, doula pun tidak dinyatakan sebagai tersangka.

“Penyelidikan yang lengkap telah dilakukan oleh polisi, dan ditemukan bahwa penyebab kematian bayi itu bukan karena menggunakan layanan doula,” kata ACP Shahurinain Jais, Kapolda Johor Selatan. Namun, polisi telah merujuk kasus ini ke Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC).

Setelah kasus ini menjadi sorotan di Malaysia, Medical Mythbusters Malaysia mengeluarkan surat terbuka kepada Sultan Johor, Sultan Ibrahim Almarhum Sultan Iskandar. Surat terbuka yang menginginkan agar Sultan lebih banyak terlibat dan menyebarluaskan lebih banyak lagi akan kesadaran masyarakat tentang risiko kelahiran di rumah.

Hal ini pun membawa kita pada poin penting, bagaimana menghindari risiko kelahiran di rumah. Langkah pertama adalah pentingnya mencari doula yang terlatih.

Baca juga : Memilih melahirkan di rumah, Andien melahirkan bayi laki-laki

risiko melahirkan di rumah

Mengapa Bunda membutuhkan doula terlatih untuk mencegah segala risiko melahirkan di rumah?

Seperti yang diterangkan oleh Tia Pratignyo, founder Nujuh Bulan Studio, Bintaro, doula bisa diibarat sebagai wedding organizer atau event organizer. Namun, peran doula tentu saja lebih ke arah birth organizer. Seseorang yang bisa memberikan dukungan penuh dan membantu proses perjalanan seorang perempuan menjadi ibu.

Seorang Doula bisa memberikan dukungan fisik, emosional dan informasi yang berkesinambungan kepada ibu baik sebelum, saat melahirkan ataupun setelah setelah kelahiran.

Ini artinya, seorang doula harus memiliki keterampilan dan dilatih secara medis untuk bisa memenuhi tugasnya. Namun, tentu saja kehadiran doula tidak bisa menggantikan posisi dokter kandungan atau perawat yang membantu proses kelahiran. Seorang doula hanya bisa bertindak sebagai asisten.

Perlu diingat, pada dasarnya semua metode melahirkan memiliki risiko, termasuk saat melahirkan di rumah. Selain itu, ada beberapa poin penting yang perlu digarisbawahi, ketika kehamilan memiliki risiko seperti adanya komplikasi, akan ada banyak risiko melahirkan di rumah.

Terlepas dari adanya risiko melahirkan di rumah, kehadiran doula bisa membantu Anda membuat proses kelancaran dan mengurangi risiko kelahiran di rumah.

Beberapa studi menyebutkan kalau kehadiran doula dapat membantu persalinan menjadi lebih lancar, minim komplikasi dan ibu mengalami pengalaman melahirkan yang positif.

Menurut jurnal, dukungan doula dapat mempersingkat persalinan selama 1.5 jam, mengurangi kemungkinan operasi sesar sebesar 51%, Mengurangi penggunaan obat sakit sebesar 36%, Mengurangi kebutuhan pitocin (obat untuk induksi) sebesar 71%, Mengurangi kebutuhan forsep (metode vakum) sebesar 57%, dan dapat membantu ibu dan ayah merasa percaya diri dan mendukung ikatan ibu-bayi serta proses menyusui.

Setidaknya, jika Bunda memutuskan menggunakan jasa doula, ada beberapa keuntungan yang bisa Bunda dapatkan.

1. Doula membuat ibu merasa termotivasi

Seorang doula dapat menggunakan langkah-langkah yang membuat Bunda mendapatkan rasa nyaman. Misalnya, memberikan pijatan, bahkan dapat membantu Bunda melakukan peregangan pinggul selama persalinan.

Hal ini tentu saja bisa membantu proses kelahiran pengalaman senyaman mungkin bagi ibu. Seorang doula juga bisa memberikan latihan pada Bunda untuk melakukan posisi yang membuat Bunda merasa nyaman.

2. Doula mendukung Bunda dan pasangan

Kehadiran doula tentu saja memberikan informasi yang dibutuhkan Bunda dan pasangan. Memberikan informasi penting yang dibutuhkan sehingga Bunda dan pasangan lebih teredukasi.

Selain itu, mental juga lebih disiapkan termasuk membantu komunikasi dengan janin lebih ditingkatkan, serta membantu Bunda dan pasangan lebih mengontrol emosional.

3. Doula dapat membantu Bunda memahami persalinan

Dokter sering menggunakan istilah medis yang sulit dimengerti. Seorang doula memecahkan masalah ini untuk Bunda karena dapat jadi ‘jembatan’ agar komunikasi antara Bunda dan praktisi medis bisa berjalan lebih lancar.

Poin penting lainnya, Bunda wajib mencari doula secara profesional sebagai sahabat yang bisa dipercaya untuk mendampingi selama proses persalinan untuk menekan segala risiko melahirkan di rumah.

 

Referensi artikel : theAsianParent Singapura

 

Baca juga :

Mengenal Doula, Pendamping Profesional Ibu Hamil dan Melahirkan

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner