9 Hal Menjijikkan yang Terjadi pada Vagina Setelah Melahirkan

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Kondisi vagina setalah melahirkan pasti tidak sama dengan sebelum melahirkan. Bahkan, kadang kita jadi jijik sendiri saat melihat dan merasakannya.

Tak ada yang bilang bahwa proses hamil dan melahirkan adalah sesuatu yang mudah untuk wanita. Tentu saja, ada banyak perubahan yang terjadi pada vagina. Tak jarang, Anda harus mengalami beberapa hal menjijikkan pada vagina setelah melahirkan.

Sebenarnya hal menjijikkan yang terjadi pada vagina setelah melahirkan ini adalah hal yang biasa. Namun, tetap saja ada perasaan jijik. Jangankan suami, kadang Anda pun 'terpaksa' menerima kondisi apa adanya sampai situasi vagina 'kondusif' kembali.

Ini daftar hal menjijikkan yang terjadi pada vagina setelah melahirkan yang disarikan dari theAsianparent Singapura:

1. Cairan vagina

Sejak masa hamil, Anda akan mulai keputihan. Entah warnanya bening, kekuningan, atau berwarna putih susu, yang jelas ini sangat mengganggu Anda.

Aromanya pun berbeda-beda. Kadang aromanya bisa ditoleransi, kadang tidak. Ini membuat Anda merasa tidak percaya diri di depan suami. Tapi setengah mati Anda akan meminta suami untuk mengerti.

2. Vagina membengkak

Saat melahirkan, aliran darah yang keluar lewat sana meningkat sampai lebih dari 50% dibandingkan saat haid. Apalagi kepala bayi harus lewat lubang yang sama.

Artinya, vagina akan berubah tampak lebih tebal dan bengkak. Ukurannya yang tidak simetris membuatnya tampak tidak 'cantik', apalagi jika Anda punya beberapa jahitan di sekitarnya. Ouch!!

3. Aroma saat buang air kecil yang tidak enak

Setelah melahirkan, merasa ingin buang air kecil terus menerus adalah hal yang normal. Karena ginjal merespon perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil sehingga otomatis berpengaruh pada produksi urine di dalam tubuh beserta dengan aromanya yang 'luar biasa tak terlupakan'.

4. Vagina melebar

Tak hanya bengkak, tapi vagina Anda terasa semakin melebar sejak kehamilan masuk timester ketiga sampai melahirkan. Yang biasa hanya bisa dimasuki oleh dua ruas jari, vagina setelah melahirkan bisa sampai memuat kepala bayi.

Di akhir kehamilan, perineum yang terletak di antara vagina dan anus akan makin membesar menyesuaikan ukuran bayi yang akan dilahirkan.

5. Varises Vagina

Beberapa wanita yang menderita varises, juga mengalami varises vagina. Untuk mewaspadainya Bunda bisa mengidentifikasi masalah ini dengan pemeriksaan TVS (transvaginal duplex scan).

Pemindaian ini bisa menunjukkan dari pembuluh darah yang mana masalah itu muncul. Dengan menggunakan pemindaian khusus ini, dokter dapat merawat pembuluh darah pelvis dengan anestesi lokal dan kateter digunakan untuk memasang kumparan bedah untuk menutupnya secara permanen.

6. Labia melepuh

Labia adalah bagian vagina yang cukup rentan. Labia luar (major) dan labia dalam (minor) yang melepuh bisa disebabkan oleh virus.

Kelembapan area vagina karena darah yang keluar dari sana juga bisa membuatnya lecet. Rasanya sangat menyakitkan, terutama ketika bersentuhan dengan pembalut setelah melahirkan Anda.

Selain itu, ada rasa panas seperti terbakar yang akan menyiksa Anda ketika sedang bergerak. Apalagi jika ada infeksi, pertumbuhan bulu vagina yang terasa gatal sekaligus perih, serta banyak faktor lainnya.

7. Vagina sobek

Pada area antara lubang ke vagina dan bagian belakang Anda (perineum) akan jadi lebih melar. Selain itu Anda akan mengalami sejumlah kerenggangan, tergantung seberapa besar bayi yang keluar dari vagina Anda.

Meskipun serviks melebar, vagina Anda tetap bisa robek. Bahkan bisa jadi Anda memerlukan episiotomi (sobekan kecil yang dibuat ke perineum). Dalam beberapa kasus, sobeknya bisa sangat parah sehingga bisa menyebabkan rektum otot pecah.

8. Tak bisa menahan kencing

Karena terjadinya perubahan di sana sini pada vagina dan hormon tubuh setelah melahirkan, maka Anda bisa jadi tak mampu lagi menahan kencing. Bisa-bisa sebelum sampai ke kamar mandi, di tengah segala rasa sakit yang ada, kencingnya sudah keburu keluar.

Untuk mengantisipasi ini, Anda perlu rajin latihan kegel supaya lebih bisa mengendalikan laju aliran kencing. Latihan kegel akan membuat otot dinding Anda lebih bisa diajak 'kerjasama'.

9. Jahitan vagina

Beberapa wanita beruntung tidak perlu dijahit vaginanya usai melahirkan. Tapi beberapa yang lainnya terpaksa harus dijahit akibat robekan untuk memudahkan jalan lahir si kecil.

Sembuhnya luka jahitan dan berapa banyak jahitan pada vagina inilah yang membuat serba tak nyaman. Jalan susah, duduk pun tak betah. Rasanya sakit. Beneran.

Namun bagaimanapun, melahirkan adalah peristiwa indah yang tak terlupakan. Menghadirkan kehidupan di dunia ini untuk disayangi adalah anugerah terindah manusia yang tak terhingga keberkahannya.

Setuju, Bunda?

 

Baca juga:

34 Hal Aneh (dan ‘Menjijikkan’) Selama Kehamilan yang Dialami Bumil

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Pasca melahirkan