Pusing menghadapi Growth Spurt pada bayi? Ini 3 tipsnya buat Parents!

lead image

Growth Spurt pada bayi pastinya membuat Bunda kelelahan dalam menghadapi tingkah laku anak, berikut adalah tips untuk mempermudah Bunda melewati fase ini.

Growth Spurt pada bayi adalah lonjakan pertumbuhan, tahapan tumbuh kembang yang berjalan maksimal dalam waktu cepat. Hal ini biasanya terjadi di bulan-bulan awal setelah kelahiran. Biasanya terjadi selama beberapa hari, hingga satu minggu lamanya. 

Melansir dari Detik Health, dr. Meta Hanindita, SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan bahwa growth spurt pada bayi ini adalah hal yang normal dialami setiap bayi. Baik yang diberikan ASI eksklusif, maupun bayi yang diberi susu formula. 

Dokter Meta juga menambahkan, growth spurt terjadi saat bayi berusia 1 minggu, 3 minggu, 6 minggu, bahkan 3 bulan. Dan masih berlangsung sampai si kecil menginjak usia remaja. Namun, growth spurt pada bayi ini juga bisa terjadi di luar waktu-waktu tersebut.

Tanda-tanda growth spurt pada bayi 

1. Frekuensi menyusui meningkat

607309 650 Pusing menghadapi Growth Spurt pada bayi? Ini 3 tipsnya buat Parents!

Salah satu tanda bayi mengalami growth spurt adalah frekuensi menyusui yang menjadi lebih sering. Jika biasanya Bunda menyusui setiap 2-3 jam sekali, saat growth spurt pada bayi terjadi, Bunda harus menyusuinya 1 jam sekali. 

Dr. Joshua May, seorang pediatrik bidang endokrinologi di Los Angeles Medical Center mengatakan,”Dalam setahun pertama kehidupan bayi, semuanya meningkat secara cepat. Metabolisme bayi berjalan dengan cepat, sehingga dia perlu menyusui dengan frekuensi yang lumayan sering.”

“Semua asupan kalori dari ASI/susu formula itu akan mengisi fase tumbuh kembang bayi, seperti membentuk otot, jaringan lemak, atau mengubah struktur tulang dnegan bantuan hormon,” tambahnya.

2. Pola tidur yang berubah

baby sleep 1536081967 Pusing menghadapi Growth Spurt pada bayi? Ini 3 tipsnya buat Parents!

Beberapa orangtua melaporkan bahwa pola tidur bayi mereka menjadi berubah saat growth spurt terjadi. Ada yang tidurnya lebih sering, atau malah sebaliknya, malah lebih sering bangun.

Hal ini dikarenakan tidur merupakan salah satu proses yang penting dalam masa tumbuh kembang bayi. Karena saat tidur, tubuh bayi memproduksi hormon pertumbuhan penting untuk tumbuh kembangnya. 

Artikel terkait: Manfaat Tidur Untuk Bayi Ternyata Lebih Dari Yang Anda Kira

3. Lebih rewel dan suka menangis

bayi menangis karena sakit perut atau hanya rewel Pusing menghadapi Growth Spurt pada bayi? Ini 3 tipsnya buat Parents!

Akibat lonjakan pertumbuhan, bayi lebih cepat merasa lapar dan kelelahan. Akibatnya, dia menjadi lebih rewel dan sering menangis. Kadang, tangisannya juga disebabkan oleh kesakitan karena otot dan tendon yang meregang dalam proses pertumbuhan fisiknya. 

Cara menghadapi growth spurt pada bayi

1. Menyimpan stok ASI perah

Saat bayi mengalami growth spurt dan frekuensi menyusuinya meningkat, tentu Bunda akan kerepotan melayani kebutuhan ASI-nya. Oleh sebab itulah, Bunda perlu menyiapkan ASI perah yang banyak untuk mengakomodasi kebutuhan bayi.

Tidak perlu takut kekurangan, semakin sering menyusui dan memompa ASI, produksi ASI Bunda juga akan meningkat. Dengan begini, saat Bunda kelelahan untuk menyusui, Bunda bisa memberi si kecil ASI di botol, atau bergantian memberi ASI dengan suami.

2. Minta bantuan untuk menghadapi kerewelan bayi

567328 620 Pusing menghadapi Growth Spurt pada bayi? Ini 3 tipsnya buat Parents!

Anak yang rewel melebihi biasanya tentu membuat Bunda kesulitan mengurusnya sendirian, selain menguras energi, pastinya emosi Bunda juga terkuras.

Agar Bunda tidak tumbang, mintalah suami atau anggota keluarga lain untuk bergantian dengan Bunda mengruus si kecil. Dukungan keluarga sangat penting untuk menjaga Bunda tetap waras dan fit selama fase growth spurt terjadi.

3. Menjaga pola makan

Asupan makanan yang bergizi tidak hanya penting untuk menjaga produksi ASI tetap berlimpah, namun juga menjaga stamina Bunda agar tetap tangguh mengurus bayi yang sedang mengalami lonjakan pertumbuhan. Cegah stres dengan mengonsumsi makanan kesukaan Bunda yang sehat, agar suplai ASI tidak berkurang.

*** 

Semoga bermanfaat.

 

Sumber referensi: 1Health, Parents

Baca juga: 

Growth Spurt (Percepatan Pertumbuhan) Pada Bayi dan Balita