TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal K.R.T Hardjonagoro, Budayawan Tionghoa yang Menciptakan 200 Motif Batik

Bacaan 4 menit
Mengenal K.R.T Hardjonagoro, Budayawan Tionghoa yang Menciptakan 200 Motif Batik

K.R.T Hardjonagoro atau lebih dikenal dengan nama Go Tik Swan adalah budayawan Tionghoa yang menciptakan budaya Jawa dan menciptakan ratusan motif batik.

Pada tanggal 11 Mei 2021 lalu, Google doodle menampilkan seorang pria yang mengenakan pakaian adat Jawa Tengah. Dia tampak membentangkan kain batik pada sebelah kiri. Kalau dicermati, kain tersebut berhiaskan motif yang menampilkan tulisan Google. Pria ini adalah K.R.T Hardjonagoro alias Go Tik Swan, budayawan Tionghoa yang sangat tekun serta memiliki minat yang seragam.

Google bahkan menampilkan pria ini pada Google doodle untuk memperingati ulang tahunnya ke-90 yang jatuh pada tanggal 11 Mei 2021. Go Tik Swan lahir di Solo pada tanggal 11 Mei 1931 dan wafat pada tanggal 5 November 2006. Pada masa mudanya, beliau dikenal sebagai penari Jawa alusan. Bahkan ketika beliau masih menjadi mahasiswa Jurusan Sastra Jawa Universitas Indonesia pada tahun 1955, K.R.T Hardjonagoro sempat diminta untuk menari di Istana Negara.

Artikel terkait: Mengulas Sejarah dan Makna di Balik Kesenian Reog Ponorogo untuk Diajarkan pada Anak

Mengenal Sosok K.R.T Hardjonagoro atau Go Tik Swan

Mengenal K.R.T Hardjonagoro, Budayawan Tionghoa yang Menciptakan 200 Motif Batik

Google Doodle (Foto: Google)

Semasa hidupnya, Tik Swan juga dikenal sebagai sosok yang bersemangat dan memiliki minat terhadap tosan aji (keris). Inilah yang membuatnya mendirikan perkumpulan Bawarasa Tosan Aji di Solo pada tahun 1959.

Selain keris, Tik Swan juga sangat mencintai batik. Kecintaannya terhadap batik tidak terlepas dari peran sang ayah yaitu Go Dhian Ik yang menekuni bisnis batik.

K.R.T Hardjonagoro dikenal di industri batik karena kedekatannya dengan presiden RI pertama yaitu Soekarno. Soekarno awalnya baru mengetahui bahwa Tik Swan yang merupakan penari istana ternyata berasal dari keluarga pembatik.

K.R.T Hardjonagoro kemudian diminta untuk menciptakan batik Indonesia dengan pola dan warna yang unik serta beragam pada tahun 1957. Sejak saat itu, banyak desainer batik di Indonesia yang menjadikan Go Tik Swan sebagai pelopor batik.

Mengenal K.R.T Hardjonagoro, Budayawan Tionghoa yang Menciptakan 200 Motif Batik

Sumber: Instagram Museum Batik Indonesia @mbatik.in

K.R.T Hardjonagoro di masa hidupnya juga memegang jabatan sebagai Ketua Presidium Yayasan Radya Pustaka yang mengelola Museum Radya Pustaka di Solo. Beliau juga sempat menjadi Dewan Empu di Institut Seni Solo (ISI).

Selain menjabat berbagai posisi tersebut, Tik Swan juga pernah mendapatkan banyak penghargaan. Dua diantaranya yaitu Satya Lencana Kebudayaan dari Pemerintah RI (2001) dan Bintang Sri Kabadya dari Keraton Surakarta.

K.R.T Hardjonagoro pun menandatangani wasiat yang berisi penyerahan beberapa koleksinya yang berupa benda purbakala kepada Pemerintah RI jika dirinya meninggal dunia.

Koleksinya yang sangat penting terdiri dari keris dan berbagai arca perunggu atau batu yang sangat langka. Penandatanganan wasiat saat itu langsung disaksikan oleh Edi Sedyawati, Direktur Jenderal Kebudayaan.  

Artikel terkait: Begini cara menumbuhkan kecintaan batik pada anak sejak dini

Budayawan Tionghoa yang Mencintai Kebudayaan Jawa 

Go Tik Swan

K.R.T Hardjonagoro alias Go Tik Swan

Go Tik Swan pernah mendaftar kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia namun dia tidak menyelesaikan kuliahnya tersebut. Kata hatinya menyatakan bahwa dia lebih senang dengan seni sehingga dia melanjutkan kuliahnya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Kecintaannya terhadap budaya Jawa inilah yang membuatnya harus menentang keinginan kedua orang tuanya yang ingin dia berkuliah di Fakultas Ekonomi. 

Sejak Bung Karno memintanya untuk membuat batik Indonesia, beliau langsung kembali ke Solo untuk menekuni dunia batik mulai dari sejarah hingga falsafahnya. Setelah menekuni dunia batik dengan lebih dalam, beliau pun menciptakan batik untuk Bung Karno dan diberi nama Parang Bima Kurda. 

Beliau juga diketahui menciptakan batik untuk megawati yang saat itu menjabat sebagai wakil Presiden RI dan batik tersebut diberi nama parang mega kusuma. Batik tersebut berada di museum batik Danar Hadi, Solo. 

Artikel terkait: 5 Tips Menanamkan Sikap Nasionalisme Pada Anak

Telah Menciptakan Lebih dari 200 Motif Batik 

Go Tik Swan

Foto: instagram/batik_go_tik_swan_081_6672_159

Go Tik Swan telah menciptakan setidaknya 200 motif batik semasa hidupnya. Tidak hanya dikenal dengan keindahannya, motif yang diciptakan oleh Go Tik Swan juga mengandung filosofi yang mendalam. Motif batik ‘Kembang Bangah’ mengandung filosofi surat cinta atas jati dirinya. Motif ini sempat menjadi motif batik yang populer pada tahun 1970-an. 

Kecintaan terhadap batik mendorong Swan untuk melakukan riset yang mendalam mengenai sejarah dan filsafatnya. Dia pun langsung belajar kepada ibunda Susuhunan Paku Buwana XII yang memiliki pola-pola batik nusantara. 

Dari situlah Go Tik Swan mengembangkan dan menggali berbagai pola tradisional yang sebelumnya tidak diketahui oleh banyak orang tanpa menghilangkan ciri dan hakikatnya. 

Demikian informasi mengenai sosok Go Tik Swan, semoga kisah hidupnya bisa menginspirasi kita semua. 

Cerita mitra kami
Tahukah Anda: Beda Usia Bayi Menentukan Beda Menu MPASI Untuknya Lho!
Tahukah Anda: Beda Usia Bayi Menentukan Beda Menu MPASI Untuknya Lho!
Tak Hanya untuk Ibu, Mengusap Perut Saat Hamil Ternyata Memiliki Manfaat untuk Bayi
Tak Hanya untuk Ibu, Mengusap Perut Saat Hamil Ternyata Memiliki Manfaat untuk Bayi
Unik! Kolaborasi Sido Muncul x PAUL Hadirkan Croissant Tolak Angin Pertama di Indonesia
Unik! Kolaborasi Sido Muncul x PAUL Hadirkan Croissant Tolak Angin Pertama di Indonesia
Bayi Nyaman Bebas Biang Keringat dengan Sabun Mandi yang Tepat
Bayi Nyaman Bebas Biang Keringat dengan Sabun Mandi yang Tepat

Baca juga: 

Indahnya Noken, Tas Tradisional Papua yang Jadi Warisan Dunia

4 Jejak Sejarah dan Budaya Islam di Nusantara, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kebudayaan
  • /
  • Mengenal K.R.T Hardjonagoro, Budayawan Tionghoa yang Menciptakan 200 Motif Batik
Bagikan:
  • 30 Rempah Indonesia Beserta Kegunaannya untuk Masakan dan Obat

    30 Rempah Indonesia Beserta Kegunaannya untuk Masakan dan Obat

  • Kalender Jawa Januari 2026: Tanggal Weton, Hijriah, Masehi

    Kalender Jawa Januari 2026: Tanggal Weton, Hijriah, Masehi

  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

  • 30 Rempah Indonesia Beserta Kegunaannya untuk Masakan dan Obat

    30 Rempah Indonesia Beserta Kegunaannya untuk Masakan dan Obat

  • Kalender Jawa Januari 2026: Tanggal Weton, Hijriah, Masehi

    Kalender Jawa Januari 2026: Tanggal Weton, Hijriah, Masehi

  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti