TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengulas Sejarah dan Makna Reog Ponorogo, Jadi Warisan Takbenda UNESCO!

Bacaan 4 menit
Mengulas Sejarah dan Makna Reog Ponorogo, Jadi Warisan Takbenda UNESCO!

Kesenian khas Jawa Timur ini sangat kompleks dan memiliki sejarah panjang di baliknya.

Kabar baik, United Nations Educational, Scientic and Cultural Organization (UNESCO) mengumumkan bahwa kesenian Reog Ponorogo masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO dalam kategori In Need of Urgent Safeguarding.

Reog Ponorogo merupakan salah satu budaya khas Jawa Timur. Kesenian ini menarik untuk dilihat karena keunikan reog yang tampak mencolok.

Reog Ponorogo biasanya ditampilkan di ruang terbuka umum yang berfungsi sebagai hiburan rakyat.

Singo Barong adalah karakter yang paling ikonik dalam pertunjukan ini, yaitu topeng raksasa berkepala singa yang dihiasi oleh bulu merak. Konon, karakter ini adalah sindiran secara simbolis kepada pemerintahan Majapahit yang sedang carut marut pada masa itu.

Selain karakter tersebut, ada juga karakter lain yang tak kalah terkenal seperti Warok, Klono, Bujang Ganong serta Jathil yang turut memeriahkan pagelaran. Di balik keunikannya, Reog Ponorogo menyimpan sejarah serta makna yang kaya. Bagaimana sejarah kesenian ini?

Apa saja makna di balik pertunjukkan serta setiap karakter yang ada di dalamnya? Berikut penjelasannya.

Artikel terkait: 4 Jejak Sejarah dan Budaya Islam di Nusantara, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

Sejarah Reog Ponorogo

Mengulas Sejarah dan Makna Reog Ponorogo, Jadi Warisan Takbenda UNESCO!

Foto: ANTARA

Sebenarnya, sejarah kesenian ini ada lima versi yang berbeda namun kita akan menelusuri kisah yang paling terkenal.

Kisah Pemberontakan Ki Ageng Kutu

Ini adalah versi cerita yang paling terkenal mengenai asal usul Reog Ponorogo yaitu kisah pemberontakan Ki Ageng Kutu, abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi. Beliau adalah raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu merasa sangat muak dengan pengaruh istri raja dari Tiongkok.

Selain itu, sang Raja juga melakukan korupsi. Pemerintahan pada masa raja ini sangat lemah sekaligus menjadi penanda berakhirnya kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Kemudian, Ki Ageng Kutu meninggalkan kerajaan dan membangun perguruan tinggi yang mengajarkan seni bela diri serta ilmu kekebalan kepada anak-anak. Diharapkan anak-anak ini nantinya bisa membangkitkan kembali Kerajaan Majapahit.

Namun karena jumlah pasukan yang terlalu sedikit untuk melawan pasukan kerajaan, Ki Ageng Kutu menciptakan pertunjukan seni yang menyampaikan pesan politis yang berisi sindiran kepada sang raja.

Artikel terkait: Tari Gandrung Banyuwangi, Tradisi Indonesia yang Bisa Diajarkan ke Anak

reog ponorogo

Foto: Info Seputar Ponorogo

Ada juga seni topeng sebagai tokoh yang bernama Singo Barong. Topeng ini berbentuk kepala singa sebagai simbol Raja Kertabhumi sedangkan bulu-bulu merak yang ada di atasnya melambangkan kekuatan pengaruh kerabat Tiongkok yang mengontrol semua gerak-geriknya. Jathilan yang diperankan oleh penari gemblak yang naik kuda-kudaan melambangkan pasukan Kerajaan Majapahit.

Sedangkan Warok sendiri yang menggunakan topeng badut merah tidak lain melambangkan sosok Ki Ageng Kutu.  Pagelaran Reog yang mulai populer menjadi sarana bagi Ki Ageng Kutu untuk membangun lagi masyarakat lokal.

Popularitas kesenian Reog adalah sindiran untuk pemerintah yang menyebabkan Raja Bhre Kertabhumi menyerang perguruan Ki Ageng Kutu. Setelah itu, perguruan ditutup sekalipun murid ki Ageng Kutu masih mengajarkan kesenian ini.

Sampai saat ini, Reog Ponorogo masih diijinkan untuk ditampilkan karena menjadi kesenian yang populer di tengah masyarakat. Tetapi pertunjukannya mengalami perubahan alur dan penambahan karakter seperti Sri Genthayu, Dewi Songgolangit serta Klono Sewandono.

Artikel terkait: 5 Ritual atau Tradisi Kehamilan di Berbagai Daerah Indonesia

Makna Tari Reog Ponorogo

reog ponorogo

Foto: Pinterest/sagitahariyadin

Dari kesenian Tari Reog Ponorogo, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kita harus punya pendirian yang teguh dan kuat kalau kita ingin memperjuangkan sesuatu yang menurut kita benar. Itulah makna Reog Ponorogo yang ingin disampaikan oleh Ki Ageng Kutu.

Ciri khas dari Tari Reog Ponorogo yaitu terletak pada kostumnya yang tidak biasa dan dikenal sebagai “Singo Barong”. Semula, Singo Barong sendiri adalah simbol bagi Raja Kerthabumi.

Sedangkan bulu-bulu merak  yang menyerupai kipas menunjukkan pengaruh besar orang-orang Tiongkok kepada sang Raja. Sosok warok yang diperankan oleh pria berjanggut lebat dan badan gempal melambangkan seseorang yang memiliki kekuatan mistis dan ilmu kebal.  Tidak hanya itu, secara bahasa warok berasal dari kata wewarah yaitu orang yang punya niat suci, memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih.

Warok adalah orang yang kaya akan petunjuk artinya orang yang menjadi warok karena mampu memberikan petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik. Warok menjadi representasi jiwa dan ciri khas masyarakat Ponorogo yang mendarah daging sejak dulu dan yang diwariskan oleh nenek moyang.

Reog Ponorogo saat ini banyak dipentaskan dalam berbagai acara seperti pernikahan, khitanan atau hari-hari besar Nasional lainnya.

Cerita mitra kami
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
3 Tips Mendukung Bayi Berolahraga untuk Meningkatkan Kemampuan Visual dan Kekuatan Ototnya
3 Tips Mendukung Bayi Berolahraga untuk Meningkatkan Kemampuan Visual dan Kekuatan Ototnya
5 Cara Mencintai dan Melindungi Si Kecil dengan Lebih Baik, Sudahkah Dilakukan?
5 Cara Mencintai dan Melindungi Si Kecil dengan Lebih Baik, Sudahkah Dilakukan?

***

Baca juga:

Kenalkan Ragam Budaya pada Anak, Yuk, Kenalkan 36 Gambar Rumah Adat di Indonesia

5 Panggilan untuk Ayah dalam Bahasa Bali, Mana yang Parents Tahu?

Ayah Menyusui Bayi? Hanya Ada dalam Budaya Suku Aka di Republik Kongo

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kebudayaan
  • /
  • Mengulas Sejarah dan Makna Reog Ponorogo, Jadi Warisan Takbenda UNESCO!
Bagikan:
  • 6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

    6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

  • 30 Rempah Indonesia Beserta Kegunaannya untuk Masakan dan Obat

    30 Rempah Indonesia Beserta Kegunaannya untuk Masakan dan Obat

  • Kalender Jawa Januari 2026: Tanggal Weton, Hijriah, Masehi

    Kalender Jawa Januari 2026: Tanggal Weton, Hijriah, Masehi

  • 6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

    6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

  • 30 Rempah Indonesia Beserta Kegunaannya untuk Masakan dan Obat

    30 Rempah Indonesia Beserta Kegunaannya untuk Masakan dan Obat

  • Kalender Jawa Januari 2026: Tanggal Weton, Hijriah, Masehi

    Kalender Jawa Januari 2026: Tanggal Weton, Hijriah, Masehi

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti