TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Waspada Fatal Familial Insomnia, Gangguan Tidur Langka yang Berisiko Kematian

Bacaan 4 menit
Waspada Fatal Familial Insomnia, Gangguan Tidur Langka yang Berisiko Kematian

Berbeda dengan insomnia biasa, insomnia jenis ini bisa mematikan.

Parents, seberapa sering Anda mengalami insomnia di malam hari? Tahukah Anda bahwa insomnia juga memiliki tingkatan, salah satunya fatal familial insomnia?

Jika biasanya seseorang mengalami sulit tidur selama beberapa hari saja, maka penderita FFI merasakannya berbulan-bulan lamanya. Kendati kedengarannya sepele, FFI merupakan penyakit genetik yang disebabkan penyakit genetik yang disebabkan oleh mutasi gen PRNP, yang mana gen tersebut menghasilkan protein lebih banyak di dalam tubuh.

Penyebab Fatal Familial Insomnia

Fatal Familial Insomnia

Ketika gen bermutasi, protein yang dihasilkan akan menjadi rusak. Posisi mutasi juga memengaruhi gen tersebut sehingga menghasilkan berbagai gangguan kognitif dan penyakit neurodegeneratif.

Gen PRNP menghasilkan protein yaitu protein prion, atau PrP. Fungsi pasti PrP dalam tubuh belum sepenuhnya dapat dipahami. Namun, karena gen varian, PrP yang merupakan hasil pengembangan bentuk 3 dimensi yang abnormal, dengan gambaran sebagai ‘salah lipatan’.

Lipatan yang salah ini menyebabkan serangan pada thalamus, yang mengendalikan siklus tidur kita dan memungkinkan beberapa bagian otak untuk terus berkomunikasi satu sama lain tanpa henti.

Sebagai informasi, thalamus adalah bagian otak yang turut berperan dalam regulasi siklus tidur, alur informasi visual, auditori, dan motorik, keseimbangan, kepribadian, pengalaman emosional, memori, wicara, dan pemahaman bahasa. Oleh sebab itu, berkurangnya jumlah neuron thalamus dapat menyebabkan berbagai gejala akibat penurunan dari fungsi-fungsi tersebut.

Artikel terkait: Tidur Sepanjang Hari Saat Puasa, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?

Gejala Fatal Familial Insomnia

Fatal Familial Insomnia

Umumnya, penyakit yang termasuk gangguan tidur langka ini menyerang seseorang berusia 50 tahun atau lebih. Gejalanya dapat bervariasi pada setiap orang, namun umumnya mereka akan merasakan gejala berikut:

  • Kesulitan tidur
  • Otot berkedut dan kejang
  • Kekakuan otot
  • Gerakan dan menendang saat tidur
  • Kehilangan selera makan
  • Demensia yang berkembang pesat
  • Fungsi kognitif dan mental memburuk
  • Kehilangan koordinasi, atau ataksia
  • Peningkatan tekanan darah dan detak jantung
  • Keringat berlebih
  • Kesulitan berbicara atau menelan
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Demam

Seperti namanya, penyakit ini sebaiknya jangan dianggap sebelah mata. Hal ini mengingat insomnia jenis ini dapat menyebabkan kematian terhitung satu hingga dua tahun setelah mengalami gejala. Namun, garis waktu pada setiap pasien bisa berbeda tergantung kondisi tubuh dan keparahan gejala yang dialami.

Orang-orang dengan FFI tidak dapat memasuki tahap tidur nyenyak yang disebut tidur gelombang lambat, yang membantu memulihkan otak Anda dengan membilas racun dan cairan serebral-tulang belakang. Penumpukan cairan beracun lambat laun menyebabkan kerusakan otak lebih lanjut.

Untuk itu, jika menunjukkan gejala yang tidak biasanya, tak ada salahnya Anda berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui penanganan yang tepat.

Artikel terkait: 5 Waktu Tidur yang Dilarang Menurut Islam, Ajarkan pada Anak agar Tidak Dibiasakan

Diagnosis dan Pengobatan Fatal Familial Insomnia

Fatal Familial Insomnia

Tidak ada tes khusus untuk mendeteksi penyakit insomnia yang menurun dalam keluarga ini. Meskipun begitu, dokter dapat mendiagnosisnya dengan melakukan beberapa tes berikut ini:

  • Pemeriksaan kondisi tubuh saat Anda tertidur (polysomnography). Dokter akan melihat aktivitas otak dan detak jantung untuk menyingkirkan kemungkinan narkolepsi atau sleep apnea.
  • Tes genetik dan tes pencitraan untuk menilai seberapa baik fungsi talamus otak.

Sayangnya, belum ada obat yang dapat menyembuhkan fatal familial insomnia secara menyeluruh. Namun, dokter biasanya akan meresepkan obat tidur seperti suplemen melatonin yang mengandung hormon melatonin dan obat anti kecemasan untuk membantu tidur. Namun, penggunaan obat ini bersifat sementara, tidak untuk penggunaan dalam jangka panjang.

Dokter juga akan memberi resep obat lain untuk mengatasi demam, menjaga tekanan darah normal dan fungsi jantung. Obat antipsikotik juga akan dokter resepkan untuk mengatasi gangguan pada gerakan tubuh.

Suplemen lain seperti vitamin B6, vitamin B5, zat besi, dan asam folat juga mungkin akan dokter berikan untuk mengoptimalkan kesehatan tubuh pasien.

Berhubung penyakit ini adalah mutasi gen langka turunan orangtua, maka tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Namun selain obat, beberapa cara alami bisa dilakukan di rumah antara lain:

  • Mengonsumsi makanan yang menyehatkan terutama yang kaya vitamin B6, vitamin B5, zinc, dan folat. Nutrisi ini bisa Anda dapatkan pada sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • Praktikkan sleep hygiene, yakni pola tidur sehat untuk mengatasi insomnia. Upayakan jam bangun dan jam tidur malam Anda konsisten setiap harinya
  • Perhatikan situasi kamar. Mengingat kamar adalah ruangan untuk beristirahat, ciptakan kondisi yang nyaman dan tentram. Misalnya dengan kondisi kasur yang rapi, memilih seprai dan selimut berbahan adem, atau bisa juga menyediakan minyak esensial yang membantu Anda tidur lebih tenang.
  • Melakukan olahraga secara rutin untuk membantu Anda lebih mudah tidur. Imbangi dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, apalagi jika sedang mengalami demam.

Parents, semoga informasi terkait fatal familial insomnia ini bermanfaat!

Baca juga:

8 Bahan Alami untuk Bantu Atasi Insomnia, Bisa Tidur Nyenyak Malam Ini!

6 Cara Mengatasi Ngorok saat Tidur dengan Metode Medis yang Efektif

Sama Sekali Tak Bisa Gerak Saat Tidur, Benarkah Anda Sedang Ketindihan Setan?

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Waspada Fatal Familial Insomnia, Gangguan Tidur Langka yang Berisiko Kematian
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti