Inilah ciri darah nifas normal dan tidak normal, catat Bun!

Inilah ciri darah nifas normal dan tidak normal, catat Bun!

Selama masa nifas Bunda mungkin khawatir mengenai darah nifas normal dan tidak normal. Tenang Bunda, berikut ciri darah nifas yang normal dan tidak normal!

Saat mengalami nifas, banyak perempuan yang penasaran mengenai tampilan darah nifas normal dan tidak normal. Lalu, bagaimana ciri darah nifas yang normal dan tidak normal tersebut? Berikut ulasannya, Bunda!

Dilansir dari Web MD, setelah seorang wanita menjalani persalinan, baik secara pervaginam atau operasi caesar, ia  akan mengalami perdarahan dari vagina. Kondisi ini dikenal dengan lochia atau nifas. Nifas ini merupakan cara tubuh menyingkirkan darah dan jaringan yang mendukung pertumbuhan janin saat hamil dahulu.

Ciri darah nifas normal

darah nifas normal

Darah nifas Anda akan berwarna merah terang, disertai beberapa gumpalan darah selama beberapa hari pertama setelah Anda melahirkan. Namun, banyak gumpalan darah nifas yang normal tidak boleh lebih dari seperempat dari jumlah darah nifas yang keluar. 

Anda mungkin mengalami pendarahan lebih banyak ketika banyak bergerak. Jika ini terjadi, cobalah untuk istirahat sebentar.

Jika Anda kadang-kadang merasakan darah lebih banyak keluar ketika berdiri, itu merupakan hal yang normal. Ini karena darah nifas terkumpul di area dekat vagina saat Anda duduk atau berbaring. Ketika Anda berdiri, darah yang terkumpul itu akan keluar.

Setelah sekitar 10 hari, perdarahan nifas akan lebih sedikit. Anda mungkin mengalami pendarahan ringan atau bercak hingga 6 minggu setelah melahirkan. Anda hanya dapat menggunakan pembalut selama periode nifas ini, tidak disarankan menggunkan tampon, karena tampon dapat menyebabkan infeksi.

Artikel terkait: Keracunan saat memakai tampon, model ini harus kehilangan dua kakinya

Perdarahan nifas tidak normal

darah nifas normal

Pendarahan hebat setelah melahirkan disebut pendarahan postpartum. Kondisi ini dapat terjadi pada 5% wanita yang melahirkan. Perdarahan hebat setelah melahirkan, biasanya terjadi 24 jam pertama setelah melahirkan. Tapi perdarahan hebat juga bisa terjadi kapan saja dalam 12 minggu pertama setelah bayi Anda lahir.

Perdarahan postpartum serius dapat menyebabkan tekanan darah Anda menurun. Jika tekanannya terlalu rendah, organ Anda tidak akan mendapatkan cukup darah. Tekanan darah terlalu rendah ini juga bisa menyebabkan kematian. Itu sebabnya penting untuk mendapatkan bantuan medis segera.

Tanda darah nifas tidak normal:

  • Pendarahan merah terang setelah hari ketiga setelah kelahiran
  • Gumpalan darah lebih besar daripada darah encer
  • Perdarahan membutuhkan lebih dari 1 pembalut selama 1 jam, dan tidak melambat atau berhenti
  • Penglihatan kabur
  • Panas dingin
  • Kulit lembab
  • Detak jantung yang cepat
  • Pusing
  • Kelemahan
  • Mual.
Penyebab perdarahan postpartum

darah nifas normal

Penyebab paling umum dari pendarahan postpartum adalah sesuatu yang disebut atonia uteri. Biasanya, rahim akan berkontraksi setelah melahirkan untuk menghentikan pendarahan akibat pelepasan plasenta. Saat mengalami  atonia uteri, rahim tidak berkontraksi sebaik yang seharusnya. Ini bisa menyebabkan pendarahan hebat setelah Anda melahirkan.

Anda mungkin akan mengalami atonia uteri jika:

  • Melahirkan lebih dari satu anak sekaligus (kembar)
  • Punya bayi yang lebih besar dari 4 kilogram
  • Telah melahirkan beberapa kali sebelumnya.
Penanganan perdarahan pospartum

Inilah ciri darah nifas normal dan tidak normal, catat Bun!

Ada banyak jenis perawatan untuk perdarahan postpartum, tergantung penyebabnya. Penyebab pendarahan Anda akan diidentifikasi, lalu dokter Anda akan memutuskan perawatan yang tepat.

Perawatan perdarahan postpartum diantaranya:

  • Dokter akan memberi Anda obat untuk membantu kontraksi rahim Anda
  • Petugas kesehatan mungkin akan memijat di bagian rahim Anda
  • Menyingkirkan potongan-potongan plasenta yang masih ada di rahim Anda
  • Lakukan laparotomi, yaitu operasi untuk membuka perut Anda untuk mengetahui penyebab perdarahan dan menghentikannya
  • Memberi Anda transfusi darah 
  • Lakukan histerektomi, yaitu operasi pengangkatan rahim
  • Berikan Anda suntikan obat khusus untuk menghentikan pendarahan.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda!

Baca juga:

Lama masa nifas dan 7 hal yang harus diwaspadai selama masa nifas

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner