TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Keracunan saat memakai tampon, model ini harus kehilangan dua kakinya

Bacaan 3 menit
Keracunan saat memakai tampon, model ini harus kehilangan dua kakinya

Model ini tak pernah mengira, penggunaan tampon yang biasa ia lakukan saat menstruasi membawa mimpi buruk hingga dua kakinya harus diamputasi.

Lauren Wasser menjalani hidupnya dengan bahagia, meraih mimpinya sebagai model di usia muda, meneruskan karir yang juga ditekuni kedua orangtuanya. Namun, semuanya berubah ketika ia terkena toxic shock syndrome akibat penggunaan tampon. 

Kena infeksi bakteri akibat penggunaan tampon, Lauren kehilangan satu kaki

Lauren tak pernah menyangka, di usianya yang sudah 24 tahun, dia sudah biasa memakai tampon saat haid. Namun suatu hari, ia terbangun di rumah sakit setelah memakai tampon. Dia mengalami serangan jantung yang parah, dan didiagnosa mengalami toxic shock sydnrome (TSS).

Akibat infeksi bakteri TSS, Lauren harus kehilangan sebelah kakinya. Kaki kanan Lauren harus diamputasi, dari batas lutut hingga ke bawah. Dan beberapa jari di kaki kiri juga harus diamputasi.

penggunaan tampon

“Saya berada dalam kesakitan setiap hari, saya memakai kaki palsu yang dilapisi emas. Dan sayangnya, saya juga harus merelakan kaki kiri saya untuk kembali diamputasi.”

Beberapa bulan setelah kaki kirinya diamputasi, Lauren kembali masuk rumah sakit untuk menjalani operasi amputasi kaki kanannya. Karena ternyata bakteri TSS sudah menyebar ke kaki kanan.

Lima tahun berselang dari pertamakali Lauren terkana TSS, dia kembali menjalani karir sebagai modeling, dan diberi julukan si kaki emas. Lauren juga menggunakan pengaruhnya sebagai tokoh publik untuk memberi peringatan pada semua wanita akan bahaya penggunaan tampon.

penggunaan tampon

Lauren dan kedua kaki emasnya.

Dr Lovleena Nadir, seorang konsultan senior di OB-GYN Fortis la Femme, Delhi, mengatakan, “TSS adalah kondisi medis yang langka, dan biasanya berkaitan dengan penggunaan tampon saat menstruasi. Tampon yang dibiarkan terlalu lama di dalam vagina, bisa menimbulkan infeksi bakteri Staphylococcus Aureus.”

“Kadang, tampon menggesek vagina sehingga membuat bakteri lebih mudah masuk ke aliran darah. Hal ini mengakibatkan tekanan darah rendah, syok, bahkan gagal ginjal. Jika tidak segera ditangani, bisa memengaruhi organ penting lainnya,” tambah Dr. Lovleena.

Bahaya tampon yang harus diwaspadai oleh semua wanita

bahaya tampon

Bahaya tampon selain TSS.

Selain risiko terkena TSS, ada bahaya tampon lain yang harus diwaspadai sebelum Anda memilih untuk mencobanya. Yakni sebagai berikut: 

1. Kandungan bahan kimia tinggi

Menurut pernyataan dari Environmental Protection Agency, tampon memiliki kandungan bahan kimia yang tinggi. Penggunaan tampon dalam jangka waktu lama bisa membuat vagina rentan terhadap berbagai penyakit, yang bisa menurunkan kesuburan, atau fatal seperti TSS.

2. Memicu perkembangbiakan bakteri jahat

Tampon dibuat dengan daya serap tinggi, sayangnya tidak hanya darah menstruasi yang diserap, bakteri baik juga diserap olehnya. Hal ini memicu bakteri jahat berkembang biak dengan subur di vagina. 

3. Kram di perut

Elisa Ross, seorang OB/GYN di Cleveland Clinic Women’s Health Institute mengatakan, “Pemakaian tampon bisa memicu kram saat haid yang lebih parah. Karena cara penggunaannya yang dimasukkan ke vagina, maka bila pemasangannya salah, maka akan timbul masalah sakit perut atau lainnya.”

Tips penggunaan tampon yang baik

penggunaan tampon

  • Baca label di kemasan tampon 
  • Hindari tampon berdaya serap tinggi
  • Ganti tampon setiap 4-6 jam sekali
  • Penggunaan tampon hanya satu buah dalam sekali pemakaian.
  • Ganti tampon sebelum pergi tidur
  • Bila tidak nyaman menggunakan tampon, ganti dengan pembalut.

Semoga informasi ini bermanfaat.
 

 

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Sumber: theIndusparent, Insider

Baca juga: 

Toxic Shock Syndrome, Infeksi Bakteri yang Menimbulkan Racun dalam Darah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Keracunan saat memakai tampon, model ini harus kehilangan dua kakinya
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti