TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Tipe Coping Mechanism, Strategi Beradaptasi dengan Stres dan Trauma

Bacaan 4 menit
Mengenal Tipe Coping Mechanism, Strategi Beradaptasi dengan Stres dan Trauma

Di tengah hidup yang tak lepas dari masalah, keterampilan coping mechanism menjadi penting. Apa itu? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini!

Hidup tak lepas dari masalah. Terkadang, ketika kita mengalami masalah yang cukup pelik, timbul perasaan negatif yang signifikan, misalnya stres dan depresi. Karenanya, coping mechanism atau mekanisme koping diperlukan supaya kita bisa menyesuaikan diri atau keluar dari situasi sulit.

Menurut Good Therapy, mekanisme koping adalah strategi yang sering digunakan orang dalam menghadapi stres dan/atau trauma untuk membantu mengelola emosi yang menyakitkan atau perasaan yang sulit.

Mekanisme koping dapat membantu seseorang menyesuaikan diri dengan peristiwa yang menyebabkan stres sambil membantunya mempertahankan kesejahteraan emosional.

Contoh peristiwa sulit yang biasanya mengguncang kesejahteraan mental di antaranya adalah perceraian, keguguran, kematian orang yang disayangi, kehilangan pekerjaan, dan lain sebagainya.

Artikel terkait: 5 Film India tentang Kesehatan Mental, Belajar Peduli pada Kondisi Jiwa

Tipe-tipe Coping Mechanism

Mengenal Tipe Coping Mechanism, Strategi Beradaptasi dengan Stres dan Trauma

Secara garis besar, mekanisme koping dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu aktif dan menghindar.

Ketika menghadapi suatu masalah, seseorang dikatakan menerapkan mekanisme koping yang aktif atau adaptif apabila ia secara sadar mencoba menangani isu tersebut.

Sedangkan mekanisme koping menghindar, yaitu ketika seseorang mengalami suatu masalah, ia enggan memprosesnya dan memilih untuk mengabaikan atau ‘melarikan diri’. Padahal, jika ini yang dilakukan, masalah tidak akan selesai dan masih tetap akan ada.

Tipe Mekanisme Koping Aktif

Berikut ini beberapa tipe coping mechanism yang aktif:

1. Mencari Dukungan atau Support System

Berbicara tentang peristiwa yang membuat stres dengan orang yang bisa dipercaya, dapat menjadi cara yang efektif untuk mengelola stres. Dengan membicarakan masalah yang sedang dihadapi, setidaknya dapat mengurangi beban yang menyesakkan dada.

2. Relaksasi

Kegiatan santai sejenak dapat membantu seseorang mengatasi stres. Aktivitas relaksasi dapat termasuk latihan meditasi, relaksasi otot progresif, atau teknik menenangkan lainnya, seperti duduk di alam, atau mendengarkan musik lembut.

Artikel terkait: Mengenal Chromotherapy, Terapi Warna yang Berpengaruh pada Kesehatan Mental

3. Pemecahan Masalah

Mekanisme koping ini melibatkan identifikasi masalah yang menyebabkan stres dan kemudian mengembangkan dan menerapkan beberapa solusi potensial untuk mengelolanya secara efektif.

4. Humor

Coping mechanism berupa humor dapat dilakukan dengan seolah ‘meremehkan’ situasi yang membuat stres. Ini bisa juga berupa menertawakan diri sendiri yang mungkin terlalu serius ketika menghadapi masalah tertentu.

Melalui humor, kita dapat mencegah mood negatif menjadi lebih intens. Dengan demikian, stres pun berkurang.

5. Aktivitas Fisik

Olahraga dapat berfungsi sebagai kegiatan penghilang stres yang alami dan sehat. Berlari, yoga, berenang, berjalan, menari, olahraga tim, dan banyak jenis aktivitas fisik lainnya dapat membantu orang mengatasi stres karena efek samping dari peristiwa traumatis.

Tipe Mekanisme Koping Maladaptif

Selain itu, dikenal juga kategori koping mekanisme maladaptif yang dinilai sebagai strategi yang kurang sehat dalam menyelesaikan masalah. Di antaranya:

1. Menyendiri

Untuk mengatasi kecemasan atau stres, beberapa orang mungkin menarik diri dari teman dan menjadi terisolasi secara sosial. Mereka mungkin menyibukkan diri dalam aktivitas sendirian seperti menonton televisi, membaca, atau menghabiskan waktu untuk online.

2. Menenangkan Diri yang Tidak Sehat

Beberapa contoh menenangkan diri yang tidak sehat dapat mencakup makan berlebihan, pesta minuman keras, atau penggunaan internet atau video game secara berlebihan.

3. Numbing atau Mati Rasa/Pasrah

Numbing yaitu suatu kondisi ketika seseorang sudah menarik perhatian (tidak peduli atau bersikap pasrah) pada hal tertentu.

Artikel terkait: Waspada, Kesehatan Mental Dapat Pengaruhi Kesehatan Reproduksi

4. Dorongan atau Pengambilan Risiko

Stres dapat menyebabkan seseorang mencari dorongan adrenalin melalui perilaku kompulsif atau pengambilan risiko seperti perjudian, seks yang tidak aman, bereksperimen dengan obat-obatan, pencurian, atau mengemudi sembrono (kebut-kebutan).

5. Menyakiti Diri Sendiri

Beberapa orang mungkin terlibat dalam perilaku melukai diri sendiri untuk mengatasi stres atau trauma yang ekstrem.

Coping Mechanism dan Kesehatan Mental

coping mechanism

Penggunaan keterampilan koping yang efektif seringkali dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional.

Orang-orang yang mampu menyesuaikan diri dengan situasi stres atau traumatis, melalui mekanisme koping yang produktif, lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya saat menghadapi peristiwa yang menantang atau menyakitkan. 

Sebaliknya, orang-orang yang gagal dalam mekanisme koping yang efektif pada akhirnya akan mengalami dampak negatif terhadap kesejahteraan mentalnya.

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Mereka yang mengalami kesulitan mengetahui bagaimana mengatasi kecemasan, stres, atau kemarahan mungkin jatuh ke dalam kebiasaan mengandalkan mekanisme koping maladaptif. Misalnya, minum minuman alkohol. 

Mengkonsumsi alkohol sering kali dapat membantu seseorang mengurangi stres dalam waktu dekat. Namun efek jangka panjangnya, mereka pada akhirnya dapat menjadi ketergantungan pada zat tersebut dari waktu ke waktu.

Jika Anda mengalami stres dan tidak tahu cara mengatasinya, terapis atau profesional kesehatan mental lainnya sering kali dapat membantu Anda mengembangkan dan meningkatkan coping mechanism Anda.

Terapis dapat memberikan bantuan dan informasi tentang keterampilan koping. Sesi terapi juga dapat menjadi lingkungan yang aman dan tidak menghakimi Anda untuk mengeksplorasi metode koping yang dapat Anda terapkan.

***

Coping Mechanism

www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/coping-mechanisms

Baca juga:

Bukan cuma fisik, ini 5 manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan mental

Menkes Kaitkan Pornografi, Kesehatan Mental, dan Pemberian ASI

Kisah Yui Ohashi, Atlet Renang Berprestasi yang Berhasil Lawan Gangguan Kesehatan Mental

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

alikarukhan

Diedit oleh:

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Mengenal Tipe Coping Mechanism, Strategi Beradaptasi dengan Stres dan Trauma
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti